Ini part yang kalian tunggu-tunggu! Semoga tidak mengecewakan ya... (takutnya tidak sesuai ekspektasi!) 😅😅😅
"A...ampuni aku!" Teriak Bogum, "Aku mohon Raphael! Ampuni aku!"
"Setelah kau membangkitkan napsu membunuhku, kau meminta aku untuk mengampunimu?" Kekeh Jungkook, "Bercandamu sungguh tidak lucu, Foxy"
Jungkook menatap Jackson yang baru masuk untuk mengangkat tubuh Junsu, "Hyungie, setelah itu bawa kedua jalang yang ada disana kemari. Katakan pada pelangganku jam bermain sudah selesai. Jika mereka menolak, bocorkan kepala mereka"
"Baiklah" jawab Jackson sambil menarik mayat Junsu
Jungkook kemudian menarik Bogum kearah dinding dekat sofa Taehyung, "Diamlah disini" ujar Jungkook sambil berjalan menuju meja alat-alatnya
"Tae...Taehyung, tolong aku! Tolong aku! Bunuh saja aku, aku mohon! Taehyung! Kumohon, bunuhlah aku!" Mohon Bogum.
Taehyung hanya terkekeh pelan, "Nikmati saja alurnya, foxy. Aku juga sedang menikmati pertunjukkan kekasihku. Dia benar-benar melebihi ekspektasiku. Aku jadi semakin mencintainya"
"Bukankah sudah kubilang padamu untuk diam, Foxy. Kau ini keras kepala sekali!"
"ARGH!! ARGH!!"
Jungkook menancapkan dua belati panjang di masing-masing paha Bogum hingga tembus kebelakang, "Ini pasti bisa membuatmu diam" kekeh Jungkook, "Bagaimana kalau kita mengulang kenangan indah kau dan aku dulu?" Tawar Jungkook sambil memainkan sebuah pisau panjang pipih di wajah Bogum, "Sepertinya kau benar-benar merawat tubuhmu dengan baik setelah berhasil kabur dariku, Foxy. Tubuh indah ini, pasti akan sangat memuaskan jika dagingnya dicincang kasar"
"ARGH!!!"
Jungkook dengan sengaja memperdalam tusukan belati di paha Bogum, "Kau terlalu indah untuk dilewatkan, Foxy. Let my blade touch you and tell you how hell work" kekeh Jungkook bersemangat.
"Tuan muda..." Jackson dan JB masuk sambil membawa Sora dan Suzy yang sudah penuh dengan sperma.
Jungkook menatap mereka remeh, "Dasar jalang!" Jungkook langsung menatap Taehyung, "Kau sepertinya sudah sangat ingin bermain, Daddy" kekeh Jungkook.
Taehyung berdiri, "Sedikit darah juga sudah cukup, baby"
"Kalau begitu lakukanlah, Dad!" Taehyung langsung berjalan menuju samurainya
"Ada kata-kata terakhir untuk eomma jalangmu, foxy?" Tanya Jungkook
"A..aku mohon, lepaskan eommaku! Aku mohon!"
"Aku bertanya kata-kata terakhir, Foxy. Bukan permohonanmu"
"DASAR BOCAH SIALAN! LEPASKAN AKU! DASAR MONSTER! DASAR ANAK JALANG! KAU..."
BRUGH!!
Kepala Park Sora sudah terlepas dari tubuhnya, "Beraninya wanita murahan sepertimu mengatai kekasihku. Dasar tidak tahu malu!" Ujar Taehyung dingin, kemeja abu-abunya sudah terciprat darah Sora.
Jungkook terkekeh senang, "Kau tidak mau bermain lebih lama, Dad?"
Taehyung menggeleng, "Aku kemari untuk melihatmu bermain, bukan ikut bermain baby. Lagipula wanita tidak memancing adrenalin, lebih cepat dilenyapkan lebih baik" Taehyung kemudian menatap Suzy, "Sampaikan salam terakhirmu pada putra kesayanganmu, Bae Suzy-ssi"
"A...ku mohon lepaskan aku! Aku tidak tahu apa-apa tentang semua ini! Sungguh! Aku mohon lepaskan aku! Aku mohon!"
Taehyung menyeringai, "Disaat seperti ini kau baru meminta pengampunan dan bilang tidak tahu apa-apa? Wah, benar-benar tidak tahu malu!"
"Ucapkan selamat tinggal, Foxy" goda Jungkook
"Aku mohon..aku mohon, Kim Tae.." kepala Suzy sudah menyusul kepala Park Sora.
"Kau terlalu banyak memohon, menjijikkan!" Taehyung langsung duduk lagi dan menatap Jungkook, "Lanjutkan permainanmu, baby. Aku sudah selesai"
"Kau yakin sudah tidak mau bermain lagi?"
Taehyung mengangguk, "Aku hanya ingin melihat monster kesayanganku bermain dengan boneka lamanya" kekeh Taehyung
"Let's continue, Foxy!" Bogum yang sedang menangis tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Tolong bunuh saja aku, aku mohon padamu!" Lirihnya
"Kakak iparku juga memohon hal yang sama padamu dulu, remember? Bahkan dia memohon pengampunan nyawanya darimu. Tapi kau, bukannya kasihan malah semakin mempermainkannya. Dia bahkan sedang mengandung saat itu" Jungkook meraih belati kesayangannya dan mulai mengiris tubuh Bogum.
"ARGH! A...AKU MOHON! ARGH!!"
"Diam atau katakan selamat tinggal pada lidahmu"
"AKU MOHON! BUNUH SAJA AKU! AKU..." belati Jungkook sudah menancap di lidah Bogum dan tembus sampai di dagunya.
"Kau cerewet sekali, sialan! Aku sudah cukup sabar mendengar ocehanmu!" Jungkook mengambil belati lain dan tanpa menunggu bocah itu memotong daun telinga kanan Bogum, "Akan ku kirim sebagai hadiah untuk paman kesayanganmu!"
Jungkook meraih sebuah suntikan yang memang sudah dia sediakan untuk Bogum, "Mari kita bereksperimen lagi, Foxy!" Jungkook menyuntikkan cairan yang entah apa di jantung Bogum. Hanya sepersekian detik sampai pria itu kejang-kejang dengan busa keluar dari mulutnya, "Nikmati rasa sakitnya 10 menit kedepan Foxy, aku ingin menikmati cincangan dagingmu" Jungkook mulai mengukir tubuh Bogum, sesekali mencabik dagingnya memberi efek 4 dimensi pada gambar yang sedang diukirnya. Jika mulai bosan, dia kembali memotong 1 jari Bogum dan mengaturnya berjejer diatas lantai. Lantai yang didudukinya sudah penuh dengan darah Bogum yang mengalir tanpa henti karena kegiatan Jungkook. Tubuh pria itu mulai lubang dimana-mana. Sungguh terlihat mengerikan. Taehyung sedikit bergedik melihat ulah kekasihnya itu. Sepuluh menit berlalu dengan sangat cepat. Bogum sudah tidak bisa melakukan apapun. Sekarat tapi tidak bisa mati. Semua organnya sudah hampir hilang rasa karena kesakitan yang luar biasa bahkan saat Jungkook tanpa sengaja menendang belati yang ada dipahanya, Bogum hanya bisa mengerang lirih. Lidahnya sudah tidak berfungsi karena belati kesayangan Jungkook masih menempel kokoh disana. Jungkook bahkan dengan sengaja menekan bagian tubuhnya yang sudah kehilangan daging. Gambar serigala, itulah yang sedang Jungkook ukir ditubuh Bogum.
"Kau mau mati?" Tanya Jungkook, "Sayang sekali tidak akan semudah itu aku mengijinkannya" Belati Jungkook beralih pada wajah Bogum, bagaimana dengan ukiran di wajah? Pipi mungkin?" Tanpa menunggu jawaban Bogum, Jungkook langsung menancapkan belatinya di pipi Bogum hingga tembus kedalam mulut dan mulai mengirisnya perlahan, "Oh, ayolah. Jangan menangis Foxy. Kau terlalu mendramatisir!" Kekeh Jungkook terus mengiris pipi Bogum hingga terbentuk lubang sedang disana lalu dia mengambil tang dan mulai mencabuti gigi Bogum satu persatu. Jungkook bahkan tidak membiarkan Bogum beristirahat dari sakitnya sebentar saja. Gigi-gigi itu dia sejajarkan dengan jari-jari Bogum yang sudah dipotongnya.
Taehyung menggelengkan kepalanya tidak percaya, "Kau memang monster, baby!" Kekeh Taehyung, "Dan aku semakin mencintaimu!" Sambungnya.
"Daddy, bolehkah aku yang menguliti Foxy?" Tanya Jungkook
Taehyung menaikkan sebelah alisnya, "Kau bisa melakukannya, baby?" Tanya Taehyung ragu.
"Tentu saja! Itulah gunanya aku mempelajari anatomi tubuh!" Kekeh Jungkook
"Kalau begitu lakukanlah, jangan salah potong atau itu tidak bisa kita jual nanti" ujar Taehyung memperingatkan, "Jackson! JB!"
"Ya tuan muda"
"Minta beberapa kantong steril dan alat-alat emergency Jessica, katakan padanya Jungkook akan melakukan pembedahan. Bawa juga dua wanita ini pada Jessica"
"Baik tuan muda"
"Aku akan mengoprasimu, Foxy. Kau tenang saja, aku sangat profesional!" Kekeh Jungkook bangga. Sambil menunggu Jungkook mencabut kedua belatinya dari paha Bogum dan menusukkannya secara acak di beberapa tempat sambil bersenandung senang. Darah yang terpancar sudah tidak sekencang saat diawal menandakan orang yang sedang ditusuknya sudah kehilangan cukup banyak darah dan sedang diambang kematian. Tubuh Bogum benar-benar hancur. Sungguh menjijikkan, jika orang awam yang melihatnya mungkin mereka sudah akan muntah bahkan pingsan saat itu juga.
"Tuan muda" JB langsung menyerahkan beberapa kantong steril dan alat-alat yang diperlukan Jungkook.
"Terima kasih" ujar Taehyung, JB mengangguk singkat dan langsung berlalu dari sana, dia merasa sangat mual melihat keadaan Bogum yang bahkan sudah tidak bisa dikatakan manusia lagi.
Jungkook mengambil pisau dagingnya dan menatap Bogum sambil terkekeh, "Nikmatilah nerakamu, Foxy. Terima kasih sudah bermain denganku. Aku menang! Game over!" Jungkook tanpa ragu menebas perut Bogum sampai ususnya membeludak keluar. Jungkook terbahak senang, melihat Bogum yang sudah tidak bernyawa, "Selamat tinggal, foxy! Kau mainan terbaikku, jalang sialan."
Jungkook kemudian mengambil alat-alat yang diberikan JB, "Operation time!" Seru bocah itu bersemangat. Taehyung mengamati Jungkook yang sedang bekerja, dengan cekatan bocah itu mengambil ginjal, hati, jantung, dan usus Bogum. Tidak lupa menarik bola mata pria itu keluar, "Apa ada lagi yang perlu diambil Daddy?" Tanya Jungkook.
Taehyung menggeleng, "Itu saja baby" Jungkookpun mengangguk mengerti, "Apa kau sudah selesai?"
"Tidak ada lagi mainan yang bisa kumainkan"
"Kalau begitu, ayo mandi dan pulang. Sudah waktunya makan malam. Kau sudah bermain sepanjang hari. Mommy pasti sudah khawatir" ujar Taehyung sambil berdiri dari sofanya dan mengulurkan tangannya kearah Jungkook, "Ayo baby!"
"Gendong!" Teriak Jungkook manja. Taehyung terbahak. Tanpa rasa jijik, Taehyung langsung menarik Jungkook dalam gendongannya.
"Dasar monster manja!"
"Dan kau mencintai monster manja ini ngomong-ngomong"
"Ya, dan semakin mencintainya setelah ini. Kau benar-benar sempurna untukku, baby! Aku mencintaimu!"
"Aku juga mencintaimu, Daddy!" Kekeh Jungkook
Monster dan psikopat yang saling mencintai.
"Jackie hyung, tolong bereskan semuanya ya! Maaf sedikit berantakan, aku terlalu bersemangat!" Kekeh Jungkook.
Jackson tersenyum maklum, "Aku tahu, Bunny. Pergilah membersihkan diri. Sisanya biar aku dan JB yang tangani" Jungkook mengangguk mengerti
"Terima kasih Jack" ujar Taehyung
"Sudah tugasku, Tuam Muda"
****
"Daddy, bisakah kita mengirimkan sepotong hadiah untuk keluarga mereka?" Tanya Jungkook saat dia dan Taehyung sudah berada di mobil dalam perjalanan pulang.
"Kalau kau ingin seperti itu, maka aku akan melakukannya baby"
"Benarkah?" Taehyung mengangguk, "Kau memang yang terbaik, Kim Taehyung"
"Kau juga yang terbaik untukku, Jeon Jungkook" Taehyung langsung membawa Jungkook dalam ciuman panasnya, "Aku mau jatahku malam ini, baby" kekeh Taehyung dalam pergumulan lidah mereka.
"Dengan senang hati, Daddy! Jadikan aku milikmu, malam ini" ujar Jungkook
"Kami pulang!" Seru Jungkook bersemangat begitu dia dan Taehyung sampai di rumah utama.
"Bunnyku sudah pulang? Mommy baru saja mau menelpon kalian. Bagaimana acara bermainnya? Menyenangkan?" Tanya Baekhyun
Jungkook mengangguk bersemangat, "Sangat menyenangkan Mommy!" Kekeh Jungkook, "Benarkan, Tae?"
"Hmm" jawab Taehyung singkat.
"Aku pikir kau akan gagal Hyung" kekeh Mingyu
"Apa kami juga bisa melihatnya bermain lain kali?" Tanya Jimin penasaran
"Jika ingin mengeluarkan semua isi perut kalian, ikutlah Jungkook bermain. Aku jamin itu sangat ampuh!"
"Jangan bilang kau muntah saat Jungkook sedang bermain" tebak Seokjin
"Kau pasti sudah gila Hyung"
"Daddy tidak muntah, dia malah menyemangati Kookie dan terus mengatakan dia semakin cinta Kookie!" Ujar Jungkook senang, "Benarkan Daddy?"
"Tentu saja, Baby. Dan aku semakin mencintaimu!" Ujar Taehyung kemudian mencuri satu kecupan dari bibir Jungkook
"Haish!" Keluh Raesha
"Ya!" Protes SeokJin
"Dasar mesum!" Kekeh Jimin
"Kim Taehyung!" Pekik Baekhyun
"Kookie lapar! Ayo makan!" Seru Jungkook bersemangat sambil menarik Taehyung ke meja makan diikuti oleh semua anggota keluarga Kim.
****
"Tuan muda, ada kiriman paket untukmu" ujar salah seorang maid Jihoon
"Dari siapa?"
"Tidak tahu tuan, disini hanya tertulis 'Hadiah untuk JIHOON tersayang'. Hanya itu"
Jihoon mengangguk, "Pergilah" Maid itupun berlalu.
Jihoon yang penasaran, langsung meraih kotak itu dan membukanya, "AAAAA!!" teriakan Jihoon menggema diseluruh mansionnya. Jari manis sang eomma, lengkap dengan cincin nikah sebagai penanda jari siapa itu, "Eo...eomma hiks... eomma... EOMMA!"
-Senang bermain dengan kalian!-
Sebuah surat dengan tulisan merah, terpampang manis disamping jari itu.
TBC
Gimana?
Sesuai ekspektasikah?
😅😅😅
Semoga yang gemes sama Bogum agak bahagia ya sekarang... 😂😂
Hope you like it!
Luv..luv..luv...
Jangan lupa vote dan commentnya teman-teman... 😍💜
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] DOUBLE BUNNY GUARD ☑️
FanfictionSaat seorang mafia tak tersentuh berhati iblis berubah karena bodyguard barunya. Seekor kelinci berotot dan bertato yang sangat kontras dengan wajahnya yang menggemaskan. "Orang lain boleh takut pada tatomu dan keahlianmu, tapi tidak denganku kelinc...
![[END] DOUBLE BUNNY GUARD ☑️](https://img.wattpad.com/cover/286908646-64-k678995.jpg)