"JUNGKOOK!" Pria itu membulatkan matanya, tunangannya terbaring pasrah dalam keadaan kacau dengan pakaian yang sudah tidak pada tempatnya. Juga Antonio yang sudah telanjang berdiri dibelakang Jungkook.
"Tae...hyung" lirih Jungkook saat melihat Taehyung yang terpaku disana, tubuh pemuda itu langsung terjatuh dari meja. Pingsan.
"BRENGSEK!" Taehyung benar-benar kehilangan akalnya, dia berlari kearah Antonio dan langsung memukulnya tanpa henti, "Sialan! Brengsek! Tidak ada otak! Sialan kau! Brengsek! Mati kau! Mati! Pergilah keneraka! Mati kau!" Taehyung benar-benar tidak terkendali sekarang. Dia terus memukuli pria itu tidak perduli jika Antonio masih hidup atau tidak.
Clara dan Somi yang melihat itu langsung berdiri dan berusaha kabur, namun Namjoon dan yang lainnya sudah menghalau di depan ruangan itu.
"Taehyung hentikan!" Ujar Chanyeol berusaha menghentikan putranya
"Lepaskan aku! Pria ini harus mati! Mati! Mati!" Taehyung memberontak, dia terus memukuli Antonio yang sudah tidak bergerak dibawahnya.
"Namjoon! Mingyu!" Tanpa menunggu lama Namjoon dan Mingyu mendekati Chanyeol untuk menghentikan Taehyung.
"Tae hentikan! Taehyung!" Teriak Namjoon
"Hyung! Berhentilah! Dia sudah mati!" Ujar Mingyu.
"Jungkook membutuhkanmu! Berhentilah memukuli pria tidak berguna ini! Kim Taehyung! Jungkook lebih membutuhkanmu!" Seketika Taehyung berhenti. Dengan panik dia segera beralih pada Jungkook yang pingsan disamping Antonio.
"Ba..baby! Baby! Jungkook! Bangun baby! Baby, bangun!" Taehyung benar-benar takut sekarang.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit! Kami akan menyusul setelah membereskan semuanya!" Pinta Fabregas. Taehyung mengangguk kemudian mengangkat Jungkook dan berlari menuju mobilnya.
"Baby, bertahanlah!" Ujar Taehyung sambil terus menggenggam tangan Jungkook. Pria itu memacu mobilnya seperti orang gila, dia tidak perduli dengan rambu-rambu lalu lintas yang diterobosnya, yang ada dipikirannya hanya satu, Jungkooknya harus selamat.
"Suster! Suster! Tolong aku! Suster!" Teriakan Taehyung mengalihkan atensi semua orang disitu, "Suster tolong tunanganku! Lakukan sesuatu!" Paniknya.
Seorang suster yang ada disitu langsung membawa Taehyung menuju salah satu ranjang kosong, "Kami akan memeriksanya, Tuan. Tunggu sebentar!" Taehyung langsung terduduk lemas. Pikirannya benar-benar kalut.
"Jungkook...." untuk pertama kalinya, airmata itu mengalir dari mata Taehyung. Sang iblis menangis karena tunangannya. Karena kelalaiannya, dia benar-benar tidak memperkirakan ini akan terjadi. Dia meruntuki dirinya sendiri. Dia benar-benar bodoh.
"Taehyung.." sebuah tangan menepuk bahu Taehyung pelan.
"Daddy... Jungkook... dia..." Taehyung terisak. Chanyeol memeluk putranya yang sangat terguncang itu, "Ini salahku Dad! Aku bodoh sekali! Aku meninggalkannya sendiri!" Taehyung terus menyalahkan dirinya. Bahkan dia tidak sadar saat dokter yang memeriksa Jungkook sudah keluar
"Bagaimana cucuku dokter?" Tanya Fabregas, Dokter itu sedikit terkejut saat melihat Tuan Besar Dellano ada disana. Lebih terkejut lagi saat tahu pemuda yang ditanganinya adalah cucu Fabregas.
"Tuan Dellano" ujarnya hormat, "Aku sudah memeriksanya dengan seksama, tidak ada tanda-tanda kekerasan lain yang diterima cucu anda. Apa dia dilecehkan?" Tanya sang dokter hati-hati. Fabregas mengangguk singkat.
"Apa dia boleh kubawa pulang, aku akan meminta dokter pribadiku untuk merawatnya" ujar Fabregas
"Tentu tuan. Tidak apa-apa. Dia sudah bisa dibawa pulang tapi tolong perhatikan kondisi psikisnya Tuan Dellano. Aku khawatir dengan hal itu!" Ujar sang dokter. Fabregas mengangguk mengerti.
Yoongi berjalan mendekat, "Mommy, Jimin, Seokjin hyung, Wonwoo, dan Minki akan segera kemari" ujarnya pada Chanyeol yang masih mencoba menenangkan Taehyung. Sang Daddy menangguk mengerti.
"Jungkook sudah bisa dibawa pulang" ujar Fabregas.
"Apa dia tidak terluka, Halbe?" Tanya Taehyung.
Fabregas mengangguk, "Kita lihat apa yang akan terjadi nanti saat dia sadar, semoga dia baik-baik saja. Aku khawatir" ujar pria itu.
"Maafkan aku Halbe..." ujar Taehyung menyesal.
"Kita semua salah Tae, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sebaiknya kita segera membawanya pulang"
****
"Baby, bangunlah! Kau tidak lelah tidur seharian ini?" Ujar Taehyung sambil mengelus pipi Jungkook lembut, "Jangan takut baby, ada aku disini" Taehyung meraih tangan Jungkook dan menciumnya lembut. Kegiatannya terganggu saat mendengar suara-suara ribut dilantai bawah, keluarganya sudah datang.
Taehyung beranjak dari ranjangnya, hendak membuka pintu tapi pintu itu audah terbuka lebih dulu.
"Mommy..."
Baekhyun masuk dengan linangan airmata, "Astaga! Bunnyku! Apa yang terjadi padamu sayang? Anak Mommy! Jungkook, kenapa kau bisa begini sayang!" Ujar Baekhyun sambil menangis. Minki, Jimin, Wonwoo, dan Seokjin masuk tak lama kemudian
"Bunny... bangun sayang! Katakan pada hyung siapa yang menyakitimu! Kookie, bangunlah sayang!" Tangis Wonwoo. Jimin dan Seokjinpun juga sudah menangis. Minki langsung memeriksa keadaan Jungkook.
"Mommy..." Baekhyun menatap Taehyung yang sudah berlutut disana, "Ini salahku! Aku meninggalkannya sendiri! Salahkan aku Mom, ini salahku..." tangis Taehyung. Dia tidak memerlukan apapun, dia hanya butuh seseorang yang menyalahkannya supaya dia tidak merasa sesak lagi.
Baekhyun langsung memeluk Taehyung, "Tidak sayang, ini bukan salahmu. Mommy sudah mendengar cerita Daddy. Ini bukan salahmu"
Taehyung menggeleng, "Harusnya aku tidak pergi Mom, harusnya aku menemaninya! Harusnya aku menjaganya! Ini salahku! Jungkook seperti ini karena kelalaianku!"
Seokjin berdiri dan ikut memeluk Taehyung, "Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, Tae. Tidak ada yang tahu semua akan jadi seperti ini. Jungkook pasti tidak suka kau melakukan ini" ujar Seokjin, "Sekarang bersihkan tubuhmu dan makanlah dibawah, biar kami yang menjaga Jungkook disini. Lagipula Minki sudah ada disini, kau tidak perlu khawatir"
"Tae.." panggil Namjoon dari pintu kamar
"Bawalah adik iparmu ini kebawah Joonie. Dia sangat berantakan" ujar Seokjin. Namjoon mengangguk dan menarik Taehyung turun.
"Panggil aku jika Jungkook sadar" lirih Taehyung. Seokjin mengangguk. Taehyungpun berlalu bersama Namjoon. Sejak semalam pria itu tidak beranjak dari kamarnya dan Jungkook, takut jika sang tunangan sadar dan dia tidak ada disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] DOUBLE BUNNY GUARD ☑️
FanficSaat seorang mafia tak tersentuh berhati iblis berubah karena bodyguard barunya. Seekor kelinci berotot dan bertato yang sangat kontras dengan wajahnya yang menggemaskan. "Orang lain boleh takut pada tatomu dan keahlianmu, tapi tidak denganku kelinc...
![[END] DOUBLE BUNNY GUARD ☑️](https://img.wattpad.com/cover/286908646-64-k678995.jpg)