"Tumben pulang" Ucap Seulgi pada Irene
"Suho ada reuni sama temen temen nya, dia nyuruh gue pulang"
"Oh"
"Lo nggak ke studio?" Tanya Irene
"Bentar lagi" Seulgi masih terduduk dengan pakaian santai nya di depan tv sembari nyemil snack kesukaan nya
Irene duduk di samping Seulgi sembari memainkan ponsel nya. Beberapa saat kemudian dia terlihat kesal dan pergi beranjak menaiki tangga. Seulgi mengedikan bahu acuh wanita yang lebih tua satu tahun dari nya itu sedang pms jadilah mood nya berubah ubah
Tiba tiba notifikasi panggilan dari ponselnya berbunyi
"Halo?"
"Dimana gi?"
"Masih di rumah, kenapa?"
"Lo bisa jemput gue? Gue kecelakaan"
"Hah?! Serius lo? Kok bisa?"
"Lo dimana sekarang? Tapi lo baik baik aja kan?"
"Gue baik baik aja, tapi motornya rusak. Gue di dket kafe songsudong"
"Yaudah gue kesana sekarang"
"Hm... hati hati"
Seulgi pun segera bergegas
《○○○●●●》
"Lo ngga papa?"
"Cuma lecet lecet dikit tpi motor nya parah"
"Astaga... bisa bisanya..."
"Rem nya blong, ada yang iseng kaya nya"
"Lo bikin panik orang tau gak!"
Taeyong terkekeh "hehe sorry..."
"Mau ke rumah sakit?"
"Nggak usah langsung aja ke studio"
"Yaudah ayo" Seulgi berjalan lebih dulu
"Gi bantuin, lo niat nolongin gue gak?" Taeyong berjalan terpincang pincang lutut nya lecet mengeluarkan darah lengan dan siku nya juga
"Dasar bawel" Seulgi pun kembali dan memapah Taeyong
Seulgi memarkirkan mobilnya di depan studio dia kembali menuntun Taeyong ke dalam
"Lo kenapa yong?" Ujar Taeil salah satu rekan Taeyong yang bekerja di studio milik nya juga
Taeyong tersenyum "Habis berenang hyung" Taeil mengeryit "Ya lo liat gue kenapa? Lecet lecet gini berarti habis jatoh"
"Ooh... sayang sih nggak parah" Celetuk Moonbyul seorang rekan Seulgi
"Heh! Tuh mulut kalo ngomong!"
"Cie ibu negaranya ngomel, canda elah gi"
Seulgi membawa Taeyong ke ruangan. Studio ini cukup komplit, ada ruang kantor untuk para karyawan, ada beberapa ruang les seni lukis, ada juga ruang les praktek seni pahat, bahkan ada galery pameran karya seni yang di sediakan khusus
"Tunggu bentar" Seulgi pergi mengambil kotak obat lalu kembali lagi berjongkok untuk mengobati lutut pemuda itu
"Assh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Revolution
Fiksi PenggemarSedikit kisah tentang persahabatan 9 gadis serta kisah revolusi dari kehidupan cinta mereka Bukan tentang kasus atau sebuah konflik cerita ini hanya kisah random dalam kehidupan sehari hari mereka [FAKESTAGRAM] + in life -shipper-
