16. SISI LAIN ALESHA

7.1K 376 5
                                        


















                      Hello everyone 🌺✨

           hope you like & happy reading





























Malam ini Rey sedang berada di markas bersama anggota dan para sahabatnya yang lain, mereka semua berkumpul seperti biasa. Alzam dan Arga sedang bermain PS, dengan Kenzie yang menontonnya seraya memakan cemilan. Damar asik dengan ponsel nya sendiri, sedangkan Rey sendiri duduk melamun di ujung sofa. Entah apa yang tengah cowok itu pikirkan.

" Woi, bagi dong!" ucap Damar seraya menyomot cemilan yang berada di tangan Kenzie.

Kenzie berdecak malas. " Ck! Ambil ke dapur sana!" suruh nya.

" Pelit banget lo, sempit nanti kuburan lo, mampus" balas Damar. Kenzie hanya mendengus kesal. Ia sedang malas berdebat kali ini. 

" Main apa nih, ikut dong gue" Damar lalu nimbrung di tengah-tengah Arga dan Alzam. Lebih tepatnya ia hanya ingin menganggu mereka bermain.

Alzam lantas berdecak. " Ck! Lo diam aja" ucap nya fokus dengan permainan.

" Zam, aaa zam" ucap Damar ingin menyuapi cemilan ke mulut Alzam, guna menganggu konsentrasi nya.

" Awas tangan lo! Ngga kelihatan ini!" kesal Alzam karena tangan Damar menghalangi penglihatan nya. Sedangkan Arga tetap tenang saja.

" Mar! Damar! Yah, yah kalah kan gue!" ucap nya merasa makin kesal. Sedangkan Damar hanya tertawa puas. " Puas lo?!"

Alzam memberikan tatapan sinis nya pada Damar yang masih tertawa.  " Daripada gue bengong kayak yang di ujung sana tuh" jawan Damar sengaja menyindir Rey. " Kesambet juga lama-lama."

Mendengar nya membuat Alzam dan Arga sontak mengalihkan pandangan pada Rey. " Melamun aja lo" tegur Alzam seraya melempar bantal sofa pada cowok itu.

" Main lah sini" ajak nya kemudian. Rey langsung menoleh, aneh nya ia tidak marah sama sekali saat mendapat lembaran bantal dari Alzam, ia hanya menghela nafas, membuat mereka semua saling bertatapan bingung.

" Kenapa lo, lagi ada masalah?" tanya Damar. Rey memilih diam tidak menjawab.

" Lah, kacang."

Alzam lantas bangkit dan mendekat.
" Kenapa lo? " tanya nya saat duduk di samping Rey.

" Ngga papa" jawab nya.

" Ngga papa kok diam-diam aja dari tadi, sariawan lo?" sahut Kenzie.

Arga malah menarik senyum smirk. Seperti nya ia tahu apa yang membuat sahabat nya itu terlihat murung seperti sekarang. " Alesha" celetuk nya.

" Hah? Kenapa Alesha?" tanya Damar tidak paham.

" Tanya aja sama yang bersangkutan" jawab nya seraya melirik ke arah Rey.

Alzam yang mengerti pun manggut-manggut. " Oh gue tahu, lo kangen sama Alesha?" tebak nya. Rey tidak menjawabnya lagi.

Sudah 2 hari mereka di liburkan karena para guru sedang ada acara, itu sebabnya mereka di minta untuk belajar di rumah. Dan itu membuat Rey tidak bisa bertemu dengan Alesha.

" Ngomong dong lo, diam aja mana ngerti kita" sahut Kenzie.

" Bisa juga ternyata lo kangen, mau gue telponin ngga?" tawar Damar.

" Jangan coba-coba" jawab Rey dengan tatapan memperingati.

" Becanda gue."

" Emang lo punya nomor Alesha?" tanya Kenzie.

REYZA ( Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang