Two apples and two oranges in one Unalome.
Grafik luar biasa terukir pada pergelangan Todoroki Shoto dan Bakugo Katsuki.
Meleburkan rasa pada aliran metafora kehidupan. Mengalir begitu konstan demi mencapai sebuah muara.
Unalome akan tetap menjad...
Ketika pagi datang, kutanya ia ingin sarapan apa, dia sudah menggigit tiga lapis roti tanpa pinggiran dan selai. Dia bahkan hanya menciumku sekali tanpa mengucapkan, 'semoga harimu menyenangkan'
Kejadian itu berulang hingga minggu kedua bulan maret.
Pada sabtu pagi, dia menggumam bahwa aku harus menyusulnya ke studio setelah kelasku selesai. Kami tidur pukul dua pagi sebab pekerjaannya begitu menyita waktu.
Hingga malam ini aku menemukannya sedang berada di saluran teve. Seorang pembawa acara mengatakan bahwa mereka sangat cocok. Seperti Faouzia dan John Legend (sebab Bintang tamunya bernyayi bersama dilagu Minefields di akhir acara). Aku mendengus keras hingga tanpa sengaja memotong kepala ikan salmon segar yang kubeli tadi sore.
Ketika telpon genggamku berdering, dan dia berbicara dengan begitu lantang. Katanya, ada after party yang akan dihadirinya barang tiga puluh menit saja.
Hanya basa basi, dalihnya.
"Oke," tanggapku menusuk mata ikan salmon menu makan malam kami dengan sumpit baru.
Mungkin dia benar, mungkin dia juga salah. Tetapi, jam dindingku tidak akan pernah tidak tepat waktu. Pintu apartemen kami terbuka dan menunjukkan wajahnya yang begitu bahagia, oh, John Legend atau mungkin Faouzia datang. Aku tersenyum dan dia menyambutku dengan kecupan di pipi.
Matanya menelisik pada dapur kami yang hanya berjarak tiga meter. Menemukan kepala ikan yang matanya tertusuk sumpit berwarna emas. Kemudian mengernyit heran ketika ia menemukan kegiatanku yang sedang meletuskan bubble wrap.
"Aku beli sumpit baru," aku memberitahunya, "sedang diskon."
Malam itu, kami tidak makan malam.
Sore hari diakhir bulan maret yang sejuk. Aku baru saja selesai dengan kelas kemampuan. Oh, aku sungguh tertawa lebar ketika melihat alisnya yang menukik tajam sembari mengeluarkan aura gelap. Setelah melambai pada partnerku, aku menghampirinya. Tanganku ditepis hingga berbunyi cukup keras ketika aku ingin menggandengnya.
Hanya suara deru mobil yang mengisi. Pada perempatan jalan, dia menghentikan mobil dan mengisi bahan bakar. Dia juga menyuruhku untuk membeli beberapa snack di toko seberang.
Lima belas menit setelah berbelanja, yang kutemukan adalah tatapan iba dari petugas bahan bakar. Mobil pacarku sudah hilang. Sekilas tawa keluar dari mulutku.
Pembalasan dendam ternyata.
Esoknya, dia pergi bekerja subuh hari. Kali ini dia mengecupku dan berdo'a untuk hariku yang menyenangkan.
Tiga hari kemudian dibulan april yang cukup panas, kudapati ia bersama orang yang sama dan kali ini merekalah yang mencoba menyanyikan lagu Minefields. Lagu yang keberadaannya paling kubenci. Tetapi kali ini, aku tidak melukai mata ikan salmon lagi (sebab bukan itu menu makan malam kami).
Senyumku cerah ketika dia pulang membawa Château Palmer demi mendampingi Chateaubriand buatanku.
Dia menyiapkan meja makan kami dengan begitu cantik. Chateaubriand miliknya yang hampir matang kutaburi gerusan biji cherry.
Kucium pipinya dan kami mulai makan malam.
Gigitan pertama, dia masih terlihat baik-baik saja. Aku tertawa sesekali menanggapi lelucon dan curhatan pekerjaannya.
Hingga digigitan kesekian, wajahnya memerah, dua tangannya menekan perut dan diafragma. Air liurnya menetes, sakit luar biasa bisa kurasakan juga ketika ia jatuh dari kursi. Meja makan kami berantakan, wine mahal kami tumpah begitu saja.
Aku menghembuskan napas panjang, mencoba melebur sedikit demi sedikit rasa cemburuku ketika melihatnya begitu kesakitan. Pelan-pelan aku menarik selimut dan mengelusnya. Dia tertidur setelah kuberi pereda sakit.
Ada banyak yang ada dalam pikiranku. Termasuk, banyak kata cinta yang ingin kuucapkan untuknya dan betapa aku tidak ingin ia dicocokkan dengan orang lain.
Wajah malaikatnya begitu damai, kupeluk lagi dan kuelus ketika tubuhnya mulai menggigil kedinginan.
Diakhir malam sebelum turut menyelam mimpi, kucium pucuk kepalanya, "...sayang, jika suatu saat kamu berniat pergi meninggalkanku, aku bersumpah... Aku bukan hanya akan meracunimu. Aku akan memgikatmu disini, dan membakar rumah kita."
[]
Gyaaaaghh happybirthday buat shootooo~~ Ini cuma remake yg ku posting ulang, ooc iyala, wong ini tadinya bukan buat TodoBaku. Nyaha
Tapi ngga papa buat special show Bdaynya Todoroki..
Cr. Pict : From Pinterest.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.