Jisung yang mempunyai indera keenam hanya bisa menghela nafas nya setiap hari setelah bertemu dengan hantu yang menurutnya lumayan gila
Enggak, hantu itu gak bermaksud ganggu Jisung. Hantu itu cuman pengen tau kenapa dia bisa meninggal?
Ya bisa dise...
Jisung benar–benar tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia belum pernah bersemangat hidup seperti ini.
Menjadi anak yatim piatu selama 18 tahun membuat Jisung tau akan pahitnya dunia yang sedang ia tinggali.
Namun semua kepahitan nya perlahan memudar diganti oleh kehadiran Hantu penasaran dengan segala tingkah nya yang berhasil membuat Jisung gemas.
Berbagai kehidupan sudah dilewati Jisung dengan baik, termasuk ketika masalah Eunbi mulai datang.
Mulai dari tunangan yang berselingkuh dengan sahabatnya, Ayah tunangan Eunbi yang ternyata adalah Ayah Jisung sendiri.
Jisung sendiri tidak menyangka bahwa ia akan bertemu Ayah kandung nya diumur ke 18 tahun. Namun seperti nya Jisung tidak pernah menganggap Ayahnya ada.
Terbukti dari dia yang tidak pernah mencari tahu tentang Ayahnya, apa pekerjaan Ayahnya, dan bagaimana keadaan Ayahnya.
Bagi Jisung, Ayah nya sudah meninggal bahkan sebelum ia dilahirkan oleh Ibu nya. Dendam? Tentu saja Jisung mempunyai dendam kepada Ayah nya itu.
Namun mau bagaimanapun juga. Meskipun ada yang namanya mantan istri, tidak ada yang namanya mantan anak.
Setidaknya diam adalah cara Jisung mengurangi resiko ia menjadi anak durhaka untuk Ayahnya.
"Lo mikirin apa sih?"
Suara lembut menyapa pendengaran Jisung. Ia tersenyum mendapati di sebelahnya ada seseorang yang sudah membuatnya menjadi lebih bersemangat hidup.
Tentu saja Eunbi bingung dengan jawaban tidak bermotif dari Jisung "lo beruntung dalam hal apa emangnya?" Tanya Eunbi
Jisung menunjuk kearah Eunbi "ketemu lo misalnya? Dan juga Tuhan udah kabulin permintaan gue buat balikin ingatan lo selama jadi roh"
Eunbi menganggukan kepala nya menahan senyuman yang ingin segara muncul dari bibirnya.
"Ayok pacaran"
Jisung mengangkat kedua alisnya terkejut. Eunbi ini memang terlalu blak–blakan tapi Jisung tidak menyangka bahwa Eunbi akan blak–blakan sampai segini nya.
"Heh enak aja, masih kecil udah pacaran–pacaran" entah darimana datangnya. Kakak Eunbi—Mark datang bersama dengan yang lain nya.
Eunbi mengerutkan keningnya "Ih kan cuman pacaran? Aku dulu udah sampai tunangan pun" ucap Eunbi seakan kejadian dia bertunangan dengan Jaemin bukan apa–apa lagi sekarang.
"Eh lo masih utang cerita sama kita–kita ya" ucap Jeno diangguki setuju oleh Chenle.
Eunbi menjulurkan lidahnya "privasi" ucapnya, Tatapan nya beralih ke Renjun yang terlihat sangat diam.
"Lo–kenapa bisa jadi manusia?" Tanya Eunbi, setaunya Renjun ini malaikat maut kan kemarin?
Renjun mengangkat kedua bahunya "Hukuman gue mungkin? Karena udah nyelamatin nyawa yang seharusnya gak gue selamatin" ucap Renjun.
Seakan mengerti Eunbi berdiri dari tempat nya dan memberi hormat kepada Renjun "Makasih udah mau nyelamatin Jisung, nikmati hidup lo jadi manusia ya! Di kehidupan selanjutnya juga lo tetap harus jadi manusia"
Renjun menghela nafasnya, sungguh ia masih belum terbiasa menjadi manusia. Kadang ia bisa menjadi fokus untuk melakukan transportasi tapi ia lupa ia sudah tidak bisa melakukan itu.
"Jisung gimana kalau kita nikah aja sekarang?"
ptakk— Satu jitakan mendarat di kepala Eunbi. Haechan pelakunya menatap Eunbi dengan tajam "Sekolah yang bener lo, lo pikir nikah semudah itu?"
Eunbi mengusap kepala nya gusar lalu menatap kearah Kakak nya kesal "Kak Mark yang ngajarin Haechan ya?!" Ketus Eunbi.
Mark mengangkat bahu nya membuat semua yang ada disana tertawa termasuk Jisung. Bahkan Renjun juga tertawa.
Jisung sangat bersyukur sekarang, setidaknya meskipun ia tidak mempunyai orang tua, ia masih mempunyai mereka.
Untuk pertama kalinya, Jisung bersyukur akan hidupnya.
END : 15 MAR 2022
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AAAAA, Akhirnya setelah hampir dua tahun ini cerita END jugaa T_T
Maaf udah bikin kalian nunggu lama banget yaaa. MAKASIH atas dukungan kalian ♡