"ge jangan ngambek gitu dong" ucap shani yang kini berada di depan kamar shani.
ya saat ini mereka masih berada di rumah shani namun gracia kini sedang mengambek dengan shani karena kejadian di supermarket tadi
flashback on
kini mereka sedang berada di supermarket karena shani yang mendadak menginginkan memakan es krim
"hai shan ketemu lagi kita" ucap vino yang entah dari mana kini berada di sini.
gracia dan shani yang melihat vino itu pun acuh dan melanjutkan membeli cemilan, vino yang merasa di acuhkan pun mengikuti shani dan gracia dari belakang
"lu bisa ngga sih berhenti ngikutin gue?" ucap shani.
"ngga bisa karena aku ngga mau jauh dari kamu" ucap vino.
shani pun lelah untuk berbicara dengan vino akhirnya memutuskan untuk memberhentikan pembicaraan mereka, shani mengenggam tangan gracia yang shani yakini bahwa kini gracia sedang meredamkan emosi nya
"eh shan kamu dulukan suka sama cemilan ini, mau aku beliin ngga?" ucap vino yang membuat mereka berdua menatap vino.
"sayang katanya kamu mau beli minum kan? yuk kita beli" ucap gracia yang membuat vino merasa kesal.
"iya ayo sayang kita ke sana" ucap shani dengan senyuman.
"eh shan nanti malam ikut aku yuk kita ke mall jalan - jalan" ucap vino yang masih tetap setia dengan senyumannya.
"nanti dia ke mall sama gue" ucap gracia.
"ya ngga lah kan gue duluan yang ngajak dia" ucap vino.
"udah deh vin lagi pula gue ngga bilang iya kan ke lu? dari pada lu disini ngga ngapa - ngapain mending lu pergi deh" ucap shani.
"ya udah deh aku pergi, sampai jumpa besok sayang" ucap vino yang dengan tiba - tiba mengusap rambut shani.
gracia yang melihat tersebut semakin di buat emosi dengan vino dan shani tau hal tersebut tentunya
"udah jangan marah gitu" ucap shani yang mengusap pipi gracia saat vino sudah meninggalkan mereka berdua.
"udah kan? kalau udah kita pulang" ucap gracia yang berbicara dengan datar.
"ge" ucap shani dengan wajah memelasnya.
"kenapa lagi? masih ada yang mau di beli?" ucap gracia yang masih dengan nada datarnya.
"pliss jangan datar gitu dong" ucap shani.
"udah yuk" ucap gracia yang kini berjalan meninggalkan shani.
flashback off
"kalian berantem?" ucap bunda shani yang sejak tadi melihat anak dan menantunya.
"iya bund tapi tenang aja bentar lagi kita juga pasti baikan kok" ucap shani.
"ya udah bagus, jangan berantem terlalu lama ya kalian" ucap bunda shani, kemudian bunda shani menuju ke kamarnya sendiri.
"ge bukain dong pintunya" ucap shani.
gracia pun membuka pintu tersebut, shani masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan takutnya pasalnya kini gracia menatapnya dengan tatapan datar
"masih marah ya?" ucap shani dengan menunduk.
"kalau ngomong itu tatap mata bukan nunduk" ucap gracia, shani pun mengangkat kepala nya.
"iya kan aku tak- huekkk" belum selesai dengan ucapannya kini shani menuju ke kamar mandi.
gracia yang melihat shani mual tersebut terkejut dan menyusul shani ke dalam kamar mandi
"kamu kenapa?" ucap gracia yang melihat wajah shani kini pucat.
"aku ngga papa kok" ucap shani.
"beneran? kita ke rumah sakit aja yuk" ucap gracia.
"gaper- huekk" kini shani lagi dan lagi mual.
"ayo kita ke rumah sakit dan jangan ngebantah" ucap gracia.
"ya udah ayo" ucap shani yang tak mau melihat gracia semakin marah dengannya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
perjodohan ( greshan ) END
Acakno deskripsi, baca aja ini gxg bagi yang ngga suka ngga usah baca
