"Pa, tiket yang dari bazar itu udah dipakai belum?" tanya Woojin.
Renjun yang baru saja selesai menyiram taman belakang terkejut gara-gara pertanyaan mendadak dari Woojin.
"Tiket apa? Yang mana?"
"Itu loh, tiket bermain sepuasnya di arcade game. Waktu itu kan menang event bazar"
"Ah! Tiket yang itu. Belum papa pakai, kelupaan"
Ni-ki yang mendengar kata game yang menghampiri Renjun dengan semangat.
"Arcade game?! Kita kesana ya, pa? Hari ini kan gilirannya Riki, jadi kita kesana ya" pinta Ni-ki dengan mata berbinar menggoyangkan tangan papanya.
Renjun melemparkan pandangannya tampak meminta jawaban ke Woojin. Ya, mau bagaimana pun juga tiket itu miliknya.
Woojin yang mengerti arti pandangan itu, mengalihkan perhatiannya ke sang bungsu. Tampak tengah mempertimbangkan permintaan anak kucing itu.
"Riki mau? Coba tanya ke kak Woojin dulu, dia bolehin apa nggak". Dia tidak kuat melihat mata binar penuh harap itu.
"Kak Woojin, boleh ya?"
Hybrid Belgian malinios itu menghela napas pasrah. Sudahlah, daripada entar malah rewel mending dia kasih saja. Lagipula gilirannya sudah selesai dan batas tiket itu tinggal 2 hari lagi.
"Ambil saja di atas meja, kamarku tidak terkunci" kata Woojin yang langsung disambut seruan kegirangan dari si bontot.
"Tapi ingat, jangan acakin kamarku atau tiketnya tidak jadi ku kasih" lanjutnya buru-buru sebelum Ni-ki mencapai tangga.
"Siap kak!"
"Hah.... Dasar bontot..."
"Makasih, ya, karna Woojin udah ngebolehin Riki pake tiketnya" ucap Renjun sembari tersenyum lembut.
"Ekhem... Papa mending siap-siap sana, Ni-ki anaknya tidak sabaran"
Habis ngomong gitu, Woojin langsung pergi gitu aja. Renjun masih tersenyum lembut menatap kearahnya. Dia rasa anak anjing itu pengen kepalanya ditepuk, tapi karna tangannya kotor nggak jadi deh. Tapi tadi dia lihat ekornya bergerak aktif, sudah pasti dia senang karna di puji. Semua anak anjingnya suka dipuji ternyata. Benar juga, anjing memang suka dipuji oleh majikannya.
Ah, ya. Di rumah dia nyuruh anak-anaknya buat keluarin ekor sama telinganya. Soalnya pasti mereka agak tersiksa buat nyembunyiin.
Sebaiknya dia segera bersiap, anak bontotnya yang kelewat aktif ini pasti tidak bisa sabar menunggu.
Dan benar saja. Tak lama kemudian hybrid caracal itu berseru di depan kamarnya dan mengatakan kalau dirinya sudah siap.
"Ayo kita berangkat!" seru Ni-ki berlari menuju mobil disusul Renjun dan Yeonjun.
Yeonjun nggak ikut. Dia cuman mau ngasih wejangan ke si bontot. Ntar jangan terlalu aktif atau sang papa nanti malah pusing ngurusin dia.
"Papa sama Riki pergi dulu, ya" pamit Renjun sebelum pergi meinggalkan pekarangan.
Haustiere
KAMU SEDANG MEMBACA
Haustiere [Discontinue]
FantasiHuang Renjun atau yang sering disapa Renjun atau Injun adalah mahasiswa tingkat dua. Awalnya sih kehidupannya berjalan biasa tidak ada yang aneh. Tapi semua berubah saat suatu hari sebuah kotak misterius datang ke apartemennya. Siapa sangka kalau is...
![Haustiere [Discontinue]](https://img.wattpad.com/cover/246977007-64-k148268.jpg)