26

1.6K 227 10
                                        

ADMIRABILIS

KookV

Warning : BL, Typo, Mpreg, cerita pasaran

Drama, Romance, Fantasy

Hola ini versi KookV nya bagi yang udah nungguin, sengaja biar jaraknya agak jauhan supaya update bisa rutin. Cerita berversi tanpa koreksi, awas kesandung typo, yang nulis udah ga ada waktu buat nulis dua cerita berbeda, maaf sekarang hanya sanggup nulis cerita berversi. Semoga masih bisa dinikmati, selamat membaca, semoga terhibur.

Previous

Lucas mengangguk kemudian mendekati perempuan berusia lebih dari satu abad yang tengah membersihkan salju dari halaman pondoknya. Reya memegangi kedua sisi wajah Lucas dengan telapak tangannya yang dingin.

"Mengapa Anda tidak memakai sarung tangan, kedua telapak tangan Anda dingin." Ucap Lucas.

Reya tersenyum. "Tidak apa-apa. Kau benar-benar mirip dengan ayahmu."

"Terima kasih Nyonya."

"Lucas, bisakah kau membatalkan rencanamu, menyerang Pulau Admirabilis?"

Lucas langsung menampakan raut wajah tidak senang.

"Ini bukan tentang kehormatanmu atau kehormatan suku kita." Reya melanjutkan ucapannya tanpa peduli dengan aura tidak senang yang Lucas keluarkan.

Nyonya Reya mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaket musim dingin merah pudarnya. Sesuatu di dalam bungkusan kain berwarna putih. Batu-batu hitam dari fosil tulang leluhur. "Kau akan mendapatkan kemenangan besar namun kekalahan yang lebih besar menunggumu."

"Saya sudah siap untuk mati."

Reya tersenyum, menyimpan kembali fosil-fosil yang diwariskan kepadanya dari leluhurnya sebagai penerus darah cenayang di dalam suku Evander. "Aku hanya memberimu peringatan, saat kau menemui kekalahan besarmu, aku berharap kau tidak akan menyesal." Reya mengambil kembali alat pengeruk saljunya. "Leluhur mengatakan kau akan mendapatkan pelajaran yang lebih perih dari kematian. Apa kau akan mengorbankan seluruh anggota suku demi tujuanmu? Tujuan yang kau sebut sebagai tujuan suku ini. Jangan dibutakan oleh rasa dendam, amarah, serta iri. Kau akan terbakar tanpa tersisa. Seorang penyihir level satu bukan musuh sepadan bahkan untuk seluruh anggota suku Evander."

"Saya permisi Nyonya." Ucap Lucas, bergegas pergi karena tidak tahan lagi mendengar ocehan perempuan yang nyaris pikun itu.

"Pergilah aku tidak pernah menahanmu untuk pergi." Balas Reya kemudian tertawa pelan.

DUA PULUH ENAM

"Jadi, kapan kau menyeret Jungkook ke tempat tidur?"

Taehyung menatap Eunwoo dengan kedua mata membulat sempurna. "Apa maksudmu?!" sembur Taehyung.

Eunwoo mengendikan bahu. "Aku masih marah dengan apa yang kau lakukan, menyihirku memastikan aku berada di pihak mana, tapi untuk masalah itu bisa aku kesampingkan, aku penasaran dengan hubunganmu dan Jungkook." Eunwoo bertanya disertai senyuman mengesalkan seperti biasa. Dia bahkan berjalan di depan Taehyung, menghadangnya.

"Minggir." Taehyung berusaha menyingkirkan Eunwoo dari jalannya, namun bukan Eunwoo jika dia tidak keras kepala.

"Aku akan berhenti mengganggumu dan fokus membantumu jika kau menjawab pertanyaanku."

"Kumpulkan kayu bakar untuk perapian, menyingkir!" Taehyung membuat gerakan untuk menendang tulang kering Eunwoo, namun Vampire sialan itu menyingkir dengan mudah kemudian tertawa mengesalkan.

"Aku melihat bagaimana kalian berciuman dan berdansa, aku juga melihat bagaimana kedua mata kalian membentuk tatapan cinta." Terang Eunwoo kemudian terkekeh, tertawa mengesalkan.

(END) ADMIRABILIS (KV)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang