emang aku salah apa bee " Sehun sedang memohon² pada kekasihnya, eh udah mantan belum sii, dia yang memutuskannya secara sepihak, Seulgi mendengus kesal.
Apa salahnya selama ini. padahal ia selalu menuruti segala keinginan Seulgi dari mulai Shopping, Skincare, Make Up, Baju, Tas, Sepatu dan perlengkapan lainnya, Perayaan Monsary saja tak pernah terlewati, semua hadiah² yang ia berikan seolah tak ada artinya. Sehun hanya kurang peka terhadap sesuatu mungkin karna ia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, tapi itu juga kan demi memenuhi kebutuhan Seulgi, toh jika nanti kalau mereka menikah ia pasti akan memprioritaskan nya. ah sudahlah memang laki² tuh selalu salah.
" PIKIR AJA SENDIRI AKU BOSAN, KARNA KAU SELALU MEMENTING KAN PEKERJAANMU DARI PADA AKU....
PUAS!!! " Sehun termangu mendengar pernyataan itu.
" Sayang,..... SEULGI AKU BISA JELASIN "
Braaak
Taxi itu melaju dari tempat Sehun berdiri, gadis itu berlalu begitu saja meninggal kannya sedangkan ia masih berdiri menatap nanar Cinta nya yang kandas ditengah jalan, Lebih tepatnya dipinggir jalan.
Sehun mengusap pelan wajahnya yang lelah, kalau tak terhalang gender, Sehun sudah pasti menangis meraung² ditengah jalan. ia menyeret kakinya dengan malas menyusuri trotoar jalanan. menendang apa saja yang ada didepannya, sial sekali hari ini, sudah telat masuk kerja, kekasihnya meminta putus tiba² lagi, mimpi apa ia semalam sampai sesial ini.
Byuuurrr
Oh God! " WOYY!! " Dan sekarang apalagii...
Iwwhhh discusting
Aarrggghh Sial!!!
Sehun mengusap wajahnya dengan kasar. Siapa yang menyiramnya dengan air menjijikan ini. Sehun mengedarkan pandangannya mencari orang itu.
awas saja akan ku bunuh kau dan ku telan hidup²!!!
Tak jauh dari sana seorang namja yang lebih pendek darinya sedang menatap kearah nya sambil menggigit jari, seperti orang yang sedang ketakutan.
Nah dapet awas saja kauu...
Sehun berjalan menghentak²an kakinya mendekati namja dengan stelan kemeja blue navy yang kusam dengan rambut yang sedikit panjang tertiup angin menutupi wajahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.