السلام عليكم ورحمةلله وبركاته
Bila tidak ada pundak untuk
bersandar, setidaknya ada
Sajadah untuk bersujud♡"Cuma nenek, kakek ngga ditanya yaa..." Merasa terabaikan kakek Gito ikut berbicara.
"Hahaha, gimana kabar kakek tercintakuu?"
"Kamu ini, masih sakit bisa bisanya gombalin. Sehat sehat Alhamdulillah"
Semua yang berada di ruangan bernuansa putih tersebut tertawa mendengar interaksi kakek dengan cucunya.
Hingga larut malam. Kakek nenek tidur dirumahnya dan kedua orang tua Zahira menemaninya di rumah sakit. Karena rumah nenek kakek nya jauh dari Bandung.
______________________________________________Seseorang dari seberang telepon merengek karena sahabatnya tidak masuk sekolah.
"Hiks kenapa si lo ngga berangkat, mau balas dendam ama gue ya?" Rengek Lena.
"Astaghfirullah. Kan kamu tau kalau aku habis kecelakaan dan keadaannya belum stabil. Kamu nanti kesini aja deh habis sekolah"
"Ngapain juga balas dendam, kan kamu kemarin sakit Len" ujar Zahira.
Mereka sedang melakukan vid call dan Lena mendapatkan kabar tadi pagi saat ia hendak berangkat sekolah.
"Yaudah. Aku tutup ya, sekolah yang pinter. Okee"
"Iya makasih, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Zahira.
Saat hendak kembali menuju kelas, tangan Lena ditarik paksa. "Zahira kenapa?"
"Kecelakaan, kemarin" jawabnya enteng.
"Habis pulang sekolah gue ikut ke rumah sakit. Makasih" ucapnya dan langsung meninggalkan Lena.
"Dihhh, kenapa tuh anak. Udah sadar kali kalau ada yang naksir" lirih Lena yang melihat punggung Afta semakin menjauh.
Kringgg...
Bel pulang telah berbunyi dimana seorang pria sedang tergesa-gesa untuk merapikan buku kedalam tasnya.
"Mau kemana? Bukannya kita rapat osis hari ini bro?" Tanya Andre.
"Gue nggak bisa. Mau jengukin Zahira di rumah sakit, dia habis kecelakaan"
"Gue cabut. Assalamualaikum" lanjutnya segera berlari meninggalkan Iqbal dan Andre yang bingung.
Dia clingak-clinguk mencari seseorang. "Mau sekarang kak?" Ini dia yang Afta cari.
"Ayo, tapi pakai motor sendiri-sendiri" jelasnya.
Sesampainya di rumah sakit yang tadi Zahira kirimkan alamatnya ke Lena.
Zahira sedang sendirian didalam ruangan karena ayah dan bundanya sedang mengambil pakaian ganti di rumah.
"Assalamualaikum. Ra, lo nggak papa? Astoge diperban segala. Berabe ye"
"Waalaikumsalam. Astaghfirullah Lena bukan astoge" Zahira membenarkan.
"Hehe maap" cengirnya.
"Kesini sama siapa Len?" Tanya Zahira.
"Gimana keadaannya?" Tanya Afta.
"Eh kak Afta. Alhamdulillah, seperti yang kakak lihat" ujar Zahira dengan senyum lembut.
"Gue bawain buket bunga buat lo" Afta seraya menyodorkan kepada Zahira.

KAMU SEDANG MEMBACA
ZAFTA
Teen FictionJika takdir kita bukan untuk bersatu di dunia, maka jodohkan-lah kita di akhirat, ya Allah ~Zahra Ghaira Handoko Hamba bukan-lah yang terbaik untuknya, tapi ijinkan hamba bersatu dengan-nya ~Afta Nusantara