Ketua kelas
Pemberitahuan kepada kelas 12 IPA 2. Bu Dina sedang berhalangan masuk, karna satu dan dua hal. Beliau hanya menitipkan tugas berupa catatan untuk kita semua tulis dan pelajari. Karna Minggu depan akan dibahas bersama dengan latihan soalnya. Terim kasih.
Setelah pesan masuk yang Aldo—ketua kelas—sampaikan. Kelas yang semulanya tenang menjadi rusuh dan berisik. Ada yang siap-siap membuka aplikasi game-nya, ada yang sudah menyapu lantai untuk bisa di jadikan alas tidur yang bersih, ada beberapa yang sudah siap membawa botol minum kosong untuk di isi es serbuk ternikmat buatan Bi Rini, dan satu sampai sepuluh persennya menulis tugas yang di berikan.
Rara sudah bersiap-siap meninjau kamera ponselnya yang ia arahkan pada papan tulis. "Eh Sasa! Jangan di hapus dulu yang bagian itu, belom gua fotooo!" Teriak Rara sedikit kencang karna posisi tempat duduk dan papan tulis yang lumayan jauh.
"Bagi gua foto-fotonya Ra, Lo foto semua kan?" Sasa berujar seraya spidol yang sesekali ia pukul-pukul ringan pada papan tulis.
"Iya ntar gua kirim," Rara kemudian menulis kembali dengan atensi yang fokus pada layar ponselnya.
"Kirim ke aku juga Ra," Rara menoleh, menengok Arin yang sebangku dengannya, "Lo dari tadi nulis apa? Sampe ketinggalan banyak banget?" Rara bergeleng-geleng kepala melihat lembaran buku Arin yang baru ditulis judulnya saja.
Arin malah menunjukkan cengiran khasnya, "resep kue,"
"Astaga Rin, itu kan bisa ntar aja di rumah, Lo juga nggak bakal langsung pake resepnya di sekolah"
"Gabisa Ra, tangan aku udah gatel banget ngeliat hasil kuenya yang warna warni gini, gemes banget kan?" Arin menunjukkan laman website yang biasa Arin buka untuk mencari resep kue kering.
"Iya sih bagus, lucu gitu, ada yang pake selai strawberry gitu ya di tengahnya," Rara malah ikut-ikutan tergiur melihatnya, sejenak ia melupakan ke-tidak habis pikirannya dia pada tingkah laku Arin.
"Iya kan? Aku mau coba ubah selai strawberry nya jadi selai bubur kacang ijo. Gimana? Biar lebih healthy gitu, kan bubur kacang ijo ada jahe-jahenya. Pas tuh, buat musim hujan kayak gini" penjelasan Arin membuat kedua bola mata Rara membelalak,
"HAH?"
"Apa? Apa? Bubur kacang ijo? Nggak salah denger nih kuping gue?" Rara beberapa kali mengorek telinganya menggunakan kelingking.
"Beneran. Kenapa? Aneh ya?"
"Nggak yang aneh-aneh banget, sih, ya bagus sebenernya, kan kue kering jahe juga ada. Tapi, ya gue baru denger aja gitu, selai bubur kacang ijo. Pasti AGAK LAIN gitu ya Rin rasanya haha," Rara tertawa canggung, mencoba mencairkan suasana niatnya.
"Justru itu yang aku pengen, LEBIH LAIN, karna emang resep ala-ala aku gitu, tapi aku jamin pasti enak sih. Secara kan bubur kacang ijo aja udah enak, enak banget! ditambah kue kering keju yang enak juga,"
"Iya Rin, tapi kan nggak semua yang enak-enak bisa di kombinasiin sebenernya, contohnya kayak Lo taruh selai coklat di atas bakw——"
Belum sempat Rara menyelesaikan kalimatnya, dia dikejutkan dengan lagi-lagi penglihatan buramnya yang melihat seorang cowok yang sering mengintip di jendela kelas.
Ah, lagi-lagi saat Rara sedang tidak menggunakan kacamata tebalnya. "Itu-itu!"
"Aduh, sakit, sakit, tau Ra!" Arin kesal karna Rara malah menepuk kencang pundak Arin selama beberapa kali.
"Itu-itu! Tadi cowok yang sering gua lihat di jendela ada lagi!!"
"Mana?" Arin pertama menengok ke arah kanan, lalu ke kiri.
"Ah elah, udah pergi aja sih?! kacamata gua mana lagi!" Rara buru-buru memakai kacamatanya dan berlari menuju jendela tempat cowok tadi mengintip.
Nihil. Nggak ada siapa-siapa. Di lorong pun nampak sepi.
Rara melepas kacamata-nya kasar, "percuma gua udah pakai kacamata juga udah pergi orangnya,"
"Kamu nggak habis liat setan kan Ra?"
***
Haloo... Ini first story' yang aku bakalan pengen selesain?
Pov me 50% : insyallah
Karna aku udah muak bikin cerita tanpa lanjut, padahal kalo lagi deket sama orang terus selesai kan sakit yah...
Yah yaudah, btw ini cerita pendek, cerita gabut nyambilan aku capek kerja pabrik hahaha... Pengen nulis, kangen nulis.
Thanks for reading, and next chapter:*
Nanti sekalian kita kenalan sama Arin ya! Di next-next chapter selanjutnya!

KAMU SEDANG MEMBACA
Secret admirror
Teen FictionBingung ya, kenapa secret admirror? Bukan secret admirer? Karna cerita ini bukan cuma bercerita tentang pengagum rahasia. Lebih uniknya pengagum rahasia ini selalu memunculkan diri di jendela kelas Arin, menatap kaca jendela tanpa gorden itu yang je...