Ijin Duta

306 50 30
                                    

Angkat tangan yang kangen Iqbaal?

Hehe

Nananya Aya juga pengen eksis disini.

🏡🏡

Jogja itu aman kata banyak orang. Kecuali kalau kamu lagi sial ketemu klitih tengah malam dan kebetulan lagi bawa kendaraan roda dua. Udah deh... jalan satu-satunya cuma bisa berdoa kepada yang maha kuasa.

Syukurnya, Nabila sama sekali nggak pernah ada di posisi membahayakan itu selama tinggal di Jogja. Hari-hari ia selalu kemana-mana dengan mobil. Kalau ingin buru-buru ya nebeng pake motor Iqbaal. Itu juga cuma buat keluar waktu siang hari. Malam, Iqbaal juga ogah pake motor dan lebih milih kemana-mana naik mobil.

Apalagi kalo urusannya sama Nabila. Seperti yang kita tau, Nabila adalah princessnya trio kwek kwek perumahan mereka. Bastian, Iqbaal, dan Samudra, diantara semuanya nggak ada satupun yang nggak memperlakukan Nabila dengan baik.

Nabila itu kesayangan semuanya. Bener-bener dijagain sama mereka selayaknya saudara perempuan sendiri. 

Selama kuliah di Jogja, ada Iqbaal yang selalu jagain Nabila. Mastiin cewe itu nggak ngelewatin makan, jemput Nabila kalau pulang kemalaman, benerin apa-apa yang rusak di kosan Nabila, dan segala bantuan yang Nabila perlukan selama mereka kuliah di Jogja.

Walaupun, tempat tinggal mereka nggak berdekatan, Iqbaal sama sekali nggak pernah nolak tiap kali Nabila minta bantuannya.

Iqbaal selalu siapa siaga tanpa banyak ngeluh ngebantu apapun yang bisa dia bantu. Walau kadang, bantunnya sereceh mibta beliin air galon ke simpang jalan menuju kosan Nabila. Gapapa, Iqbaal tetep lakuin.

Nabila aman karena ada Iqbaal yang selalu jagain. Tapi kosannya enggak. Minggu lalu kosan Nabila kemalingan. Seperti yang kita tahu, Jogja itu nggak kaya Jakarta yang punya banyak appartement. Kebanyakan mahasiswa yang tinggal di Jogja itu milih buat ngekos di daerah dekat kampus.

Nabila juga gitu. Walau awalnya agak nggak nyaman harus tinggal di lingkungan kecil bersama banyak orang, dengan privasi dan keamanan yang seadanya, lama-lama Nabila mulai terbiasa dengan itu. Padahal, kalau dibandingkan dengan rumahnya di Jakarta, kosannya Nabila nggak lebih besar dari kamarnya.

Iqbaal sempat nawarin buat kontrak satu rumah di daerah elit aja. Biar Nabila lebih leluasa dan lebih aman juga tapi Nabila menolak karena nggak mau tinggal sendirian. Belum lagi effort buat menjaga kebersihan rumah, ujung-ujungnya harus nyari pembantu lagi. Jadi dia milih cara paling simple yaitu ngekos walau harus banyak beradaptasi diawal.

Kosan Nabila ini letaknya dekat dengan kampus Nabila. Emang daerah yang banyak kos-kosan dan ramai mahasiswa. Kamar Nabila letaknya di paling depan lantai bawah supaya bisa memarkikan mobilnya di halaman kecil yang ada disebelah kamarnya. Deketan juga sama post satpam dan cctv.

Hari itu, Nabila ada kuliah pagi. Ia yakin banget udah ngunci pintu dan matiin semua listrik di kamar. Tapi begitu pulang sore harinya, Nabila menemukan pintu kosannya terbuka sedikit. Awalnya ia masih mencoba untuk tenang, tapi begitu menyadari kalau ada kerusakan di bagian pegangan pintunya, Nabila panik dan langsung menghubungi Iqbaal serta keamanan kosannya.

Iqbaal langsung datang nggak lama setelah itu. Ikut memeriksa kamar Nabila bersama petugas keamanan yang ternyata baru masuk saat siang hari karena yang tugas di pagi hari cuti mendadak. Dan bener aja, kosan Nabila kemalingan.

Semua barang-barang berharganya kaya, laptop, tab, kulkas mini, jam tangan bahkan sampai vacum cleaner dan alat penanak nasipun, ludes dicuri sama maling.

RumahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang