selesainya siaran langsung di radio, Azel di ajak berfoto dengan para emions untuk update jadwal di sosial media.
'kapan lagi gue masuk ignya emions' gumam Azel saat setelah 3 jepretan foto.
"makasih ya Zel udah jadi penyiar hari ini. asli gua ngerasa enjoy banget" kata Nanda yang menghampirinya saat mengambil kertas kertas di meja penyiar.
"makasih juga ya Nanda, kalian juga pada asik asik orangnya aku jadi kebawa. kaya lagi ngomong sama temen sendiri tau hahaha" mereka akhirnya berjabat tangan untuk terakhir kalinya, dan pamit untuk pulang.
seorang lelaki terlihat masuk berlawanan dengan para emions yang berjalan keluar. "ayo pulang Zel"
"lah mas Dimas, ngapain?" ternyata manajer Serly yang menghampiri Azel.
"disuruh Serly nganterin lu pulang, ayo buruan"
"buset ga jauh emang rumah lu ke sini mas?" Dimas menggeleng.
"kaga, kebetulan gua lagi nongkrong deket sini, ya sekalian aja"
Azel mengangguk "yaudah tunggu bentar, gue ambil barang barang gue dulu"
*Dimas car*
"Zel lu suka ngegambar gitu kan, kadang lo kontenin nggak??" tanya Dimas sembari fokus menyetir mobilnya.
"iya, kenapa mas?"
"gua ada sodara dia juga kaya gitu katanya cari temen collab cuman agak susah gitu" Azel yang mendengarnya cukup bersemangat. pasalnya dia juga sedang mencari teman untuk collab.
"dia bikin di platform mana?"
"yourtube, kalo masalah subsnya gua kurang ngerti ya dia cuman crita itu doang"
"lah sama dong, gue juga bikin di situ, kasih nomernya aja ke gue biar nanti gue hubungin duluan"
"nih passnya 280896" Dimas mengeluarkan handphonenya dan memberikan kepada Azel.
ia membuka kontak handphone Dimas "namanya siapa mas?"
"Rehan" Azel menyerengit
"loh cowo?" Dimas mengangguk, "kenapa Zel, agak jaga jarak kah?"
"enggak cuman gue gak pernah denger deket sini yang kontennya sama kaya gue" Azel segera menyimpan kontak Rehan di handphonenya.
"salam buat bunda ya Zel" kata Dimas yang sekarang berada di depan pagar rumah Azel.
"iyaa, makasih ya mas udah di anterin bikin repot jadinya"
"gapapa santai aja kali Zel, gua balik dulu ya" Azel tersenyum dan melambaikan tangannya.
mobil Dimas perlahan hilang dari pengelihatan Azel. Ia masuk kerumah setelah menutup pintu pagar.
"pulang sama siapa Zel?" tanya bunda yang sedang duduk di sofa menonton tv acara kesukaannya.
"dianter mas Dimas ma, dapet salam juga dari mas"
"waalaikumsalam, yaudah beres beres dulu sana"
dia berjalan menuju kamar tidurnya, dan merebahkan badannya diatas kasur miliknya. ia membuka ponselnya dan membuka kontak Rehan yang baru ia simpan.
'permisi apa benar ini nomer dari ananda Rehan?. maaf sebelumnya saya dapat nomor kamu dari saudara Dimas, saya dengar dari dia kalau kamu lagi cari teman collab ya? kalau memang benar adanya tolong hubungi saya kembali ya terimakasih'
Azel mengetik pesan tersebut sambil bergumam, apa yang ia tulis. setelahnya ia bangkit dan menaruh ponselnya di kasur segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
ting!
handphone Azel menyala, menunjukkan notifikasi chat terbaru.
"Azel?" Serly membuka pintu kamar Azel perlahan.
klak
suara pintu terbuka dari arah kanan, Azel sedang mengeringkan rambut dengan handuknya.
"loh, ada apa kak?" Azel melihat kakaknya yang posisinya tetap sama berada di depan pintu.
"oh ini tadi kamu pulang sama siapa?" Azel menyeringit bingung.
"tadi sama mas Dimas kok"
"Dimas?" tanya Serly.
"iya, katanya kakak yang nyuruh"
"hah?"
"kenapa sih?"
"mastiin perkataan bunda aja sih soalnya kata bunda kamu pulang sama Dimas, tapi kakak ga pernah nyuruh Dimas buat jemput kamu kok" Azel makin bingung, katanya mas Dimas disuruh kak Serly...
"yaudahlah, yang penting kamu udah pulang. jangan lupa bilang makasih lo ke Dimas"
"iyaaaaa" setelahnya Serly menutup pintu kamar Azel.
Azel pergi ke meja riasnya, sehabis mengambil handphone miliknya berada di atas kasur.
sembari mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk, ia menyalakan handphonenya dan melihat notifikasi terbaru yang ia dapatkan.
'halo benar ini dengan saya Rehan saudara Dimas, apa ini Azel ya? kebetulan tadi Dimas sempat bilang ke saya kalau ada teman yang mau untuk diajak berkolaborasi?'
Azel melihat waktu pesan yang di kirim, ia terkejut kalau orang ini termasuk fastrespond. dengan cepat ia membalas pesan itu.
'iya benar saya Azel, ternyata udah di kenalin dulu sama mas Dimas hehehe. kebetulan saya art content creator di yourtube. kalau boleh tau anda biasanya lebih membuat konten yang seperti apa ya? mungkin butuh kesamaan untuk berkolaborasi"
Azel menekan lambang pesawat ketas itu dan berlalu mengambil hair dryer yang berada di laci meja riasnya.
ting!
suara notifikasi kembali terdengar. Azel segera mengambilnya dan membaca pesan itu lewat notif.
'boleh saya telfon?'
cast that has shown:
Rehan
???

KAMU SEDANG MEMBACA
same person
FanfictionAzel penggemar berat emions, band yang sedang naik daun. emions berisikan 4 personil dengan salah satu personilnya masih belum di ketahui identitas aslinya, bahkan wajahnya belum pernah ditampilkan. Tapi siapa sangka sih setelah Azel menggantikan k...