FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
'mengiklaskan suatu hal tidak lah mudah,harus ada pejuangan dan pengorbanan,tapi bagaimana jika orang yang kita hindari malah mendekat?,kejadian yang harusnya sudah di lupakan malah semakin membekas di ingatan?'.
menulis seti...
"GEISYAA..!!"teriak seorang remaja perempuan yang sudah rapi dan lengkap memakai atribut sekolah, berbeda dengan seorang lelaki yang berdiri di sampingnya yang tampak berantakan.
tak berselang lama seorang perempuan cantik dengan muka vibe yang sangat positif pun keluar.
"iyaa..,sabar dong" geisya keluar rumah dengan menjinjing sepasang sepatu hitam untuk di pakainya.
"gc nih telat kita,cuma gara gara nungguin lo doang"omelnya sambil bersedekap dada.
"udah.. udah sorry bngt yaa.."ucapnya menenangkan sahabatnya yang begitu sensitive tentang waktu.
mereka bertiga berjalan kaki denga sangat lambat, geisya sengaja mengajak mereka bejalan kaki supaya bisa menghabiskan banyak waktu untuk bercengkrama dan bercanda,mereka nampak serasi ketika bejalan dengan mengurutkan tinggi badan mereka,ya pastinya geisya lah yang paling pendek.
tak lama mereka pun sampai di depan gerbang sma harapan pertiwi,kaki mereka tak berhenti sampai di situ,mereka terus menyusuri lorong lorong sekolah yang sudah penuh dengan para siswa dan siswi.
"hahhh...capek juga ya" ucapan geisya pun terdengar di kuping sahabatnya.
"gimana sih kan elu yang minta,kalo gitu mah meningan gua naik motor!"sewot jian dengan dada yang naik turun.
"ehh,ehh babang jian istigfar dulu yu,astagfirrullah halazim,ayo satu kali lagi"lerai naura,naura selalu cuek akan sekitar tapi terkucuali dengan sahabatnya.
sesampainya di kelas mereka bertiga langsung duduk di tempat duduk nya masing masing,tak lama setelah duduk geisya langsung menoleh ke belang.
"eh gua bawa bakpao" mengeluarkan bungkus plastik yang berisi tiga bakpao hijau.
"widihhh,asupan pagi asupan pagi"mata naura langsung bersinar seketika.
geisya memberikan bakpao nya dengan hati hati sambil tersenyum pepsodent.
"thanks geisya,yang cantik jeliata mempesona muach"ujar jian semangat,untung gada yang baper.
"idihh tadi sok cool,sekarang pecicilan kaya anak kudanil"cibir naura,perkataan naura memang selalu menusuk hati,tapi tenang ga sampe ke jantung ko.
"apasi lo ngurusin hidup orang aja,kan gue diem kaya tadi biar jadi cowo cool"
"heh gigi kuda,muka lu tuh jelek,sadar diri dong, cowo cool,cowo cool cowo ngaret yang ada!"
"eh mana ada ya tadi gue tapat waktu"jian reflek berdiri dari kursinya.
"ihhh.... kalian apaan sih kaya anak kecil tau ga"geisya menatap kedua sahabatnya aneh,bisa di bilang geisya orang aneh, ia bisa berteman dengan dua orang yang sikapnya bertolak belakang sekali gus.
"ihh..kiliin ipiin sih kiyi inik kicil tii gi"jian mendelik ke arah geisya.
"ehh ati ati loh,matanya nanti kalo mendelik di ambil setan"
"gue bukan anak kecil ya,yang bisa lo tipu"
mereka menghabiskan waktu menunggu bel, untuk bercanda,dan ghibah,entahlah ghibah menjadi hal paling seru bagi mereka.
tak berselang lama,bel pun berbunyi dengan nyaringnya membuat siswa siswi yang sedang berkeliaran di area sekolah dapat mendengarnya.
selepas upacara murid murid langsung bubar untuk meninggal kan lapangan,untung saja cuaca mendukung untuk upacara.
"hahh capek tau mana gerah lagi"keluh jian sambil mengibas ngibaskan topi nya ke arah mukanya.
"alay lo"naura melirik jia dengan tatapan tidak suka.
jian lebih memilih diam dari pada harus meladeni sahabatnya satu ini.
gimana guys part kali ini,walaupun baru satu part jangan sedih sedih.
saya sebagai author akan selalu semangat
pload nya(kalo mood) heheh
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.