DARK NIGHT!✔

198 115 4
                                        

happy reading♡

derap langkah geisya sangat menggema,malam yang sangat sunyi mendukung air mata geisya kembali keluar.

geisya membanting tubuhnya ke sofa,hari ini adalah hari,paling mengesalkan baginya mungkin hari ini hari sialnya.

ia membenarkan posisis nya,ia menangis,tubunya menyender lemas di sofa.

lengkap dengan lengan yang menutupi mukanya.

tiba tiba saja tubuhnya merasakan sebuah pelukan yang hangat.

"kenapa?"kali ini suranya sangat tidak asing bagi geisya.

ia mengangkat lengannya,sudah pasti naura lah yang memeluknya.

"na-nauraa.."ujarnta sambil menangis.

"kita ke atas dulu oke"naura langsung berdiri,di ikuti juga dengan geisya.

naura mendudukkan geisya di pinggir kasur,ia langsung mendudukkan dirinya di samping geisya, membiarkan geisya menangis,sedari tadi naura mengusap ngusap punggung geisya yang bergetar.

geisya mendongakkan kepalanya,melihat naura yang sedari tadi memeluk tubuhnya.

"ta-tadi,gu-gue ket-emu,mamah"tangisan geisya semakin keras,untung saja kamarnya di atas sendiri.

naura hanya mengangguk,ia ikut menintikkan air matanya,rasanya begitu sesak jika sekarang.

"gu-gue ga bisa ra"geisya terus menggelengkan kepalanya,ia tidak tau harus melakukan apa,
mengiklaskan sesuatu itu tidak semudah membalikan telapak tangan,sekarang hidupnya terasa lelah seakan dunia terus menekannya.

"lo bisa ra"naura terus berusaha menenangkan geisya.

setelah beberapa menit menangis,geisya mulai mengubah tangisannya menjadi isakan.

tangis geisya perlahan mereda ia lupa akan ibadah,ia terlalu sibuk dengan dunia yang tidak akan selamanya ia tinggali.

geisya segera berdiri,ia berusaha sekuat mungkin menahan rasa pusingnya.

ia sudah berada di kamar mandi,ia langsung mencuci muka dan langsung melaksanakan wudhu.

sedangkan naura menyiapkan peralatan sholat untuk geisya,naura tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi geisya sekarang.

setelah geisya berwudhu ia langsung keluar dari kamar mandi,dan bersiap untuk menunaikan ibadah.

***

setelah mengucapkan salam,pandangan geisya tertuju pada naura,
mungkin dirinya terlalu menyusahkannya,ia merasa sangat bersalah pada naura.

setelah berdoa geisya langsung membereskan peralatan sholatnya,ia langsung menuju meja belajarnya.

tangannya mengarahkan pada laci kecil yang terkunci,ia langsung mengambil sebuah note book.

ia membuka note book nya dengan perlahan,tangannya terarah untuk mengambil pulpen untuk ia kenakan.

ia menulis kata kata yang terus berputar putar di kepalanya.


'mengiklaskan suatu hal tidak lah mudah,harus ada pejuangan dan pengorbanan,tapi bagaimana jika orang yang kita hindari malah mendekat?,kejadian yang harusnya sudah di lupakan malah semakin membekas di ingatan.

dear mama,
kenapa mama ninggalin geisya sih waktu kecil?,seenggak nya nyamperin geisya di sini,
belasan tahun berlalu,yang seharusnya geisya bangkit dari masalah itu,mamah malah datang membawa masalah baru,geisya takut ketemu mamah,
geisya sayang sama mamah,tapi rasa benci geisya lebih banyak dari rasa sayang geisya ke mamah.

dear papa,
papa,papa kemana?,
geisya bener bener kangen sama papah,geisya masih inget waktu papah ninggalin geisya waktu geisya tidur,sebenernya geisya ga tidur,kalo tau kalau saat itu papa bakal ninggalin geisya,mungkin di saat itu geisya gs bakal pura pura tidur.

papa kenapa masalah ini makin merambat?,geisya ga bisa lupain itu semua,ketika geisya ingin melupakannya,ingatan itu malah datang kembali.

geisya menulis setiap kata,baris dan paragraf
dalam note booknya,ada arti tersendiri dalam kata kata itu.

tulisannya tersusun dengan rapih,setiap ia menulis sesuatu di dalam note booknya,pasti air matanya selalu jatuh,alhasil kertas note booknya menjadi basah.

malam ini menjadi malam yang kelam bagi geisya,malam yang tidak akan bisa ia lupakan.

gimana guys cerita kali ini,seru gaa author lagi ga mood tapi di paksaain buat readers tercayang.

see u next time guys!

jangan lupa vote!⭐

DIARY GEISYA  [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang