Bukan perang, tapi sebuah luka yang mereka torehkan pada diri mereka masing-masing. Terluka. Satu kata itu yang menggambarkan mereka saat ini, mereka memang diam tapi dalam diam mereka menyimpan luka.
Tubuh itu sudah melayang bebas bersama bintang - bintang galaxy. Gemerlap. Cahaya itu ikut menuntut tubuhnya melalui kelamnya angkasa, bersama alam bawah sadar dirinya bereksplorasi bersama europhia. Putaran kelam masa lalu membuat otaknya memutus hubungan dengan saraf saraf penting hingga membuat sang pemilik tak bisa sadar dari bayangan gelapnya itu. Dia tidak sadar.
Dunia sedang apa dia tak tahu. Tapi mungkin saja pendengarannya masih berfungsi dengan baik, rintihan pilu mampu ia dengar, tetapi tidak mampu ia balas. Kata-kata indah bermuara ketulusan yang menginginkan ia sadar membuat batinnya membuncah. Ingin sekali ia rengkuh si pemilik suara tapi otaknya tak mengijinkannya berinteraksi dengan dunia nyata.
Terlelap atau mati. Semesta bermain dengan alam bawah sadarnya yang berada diluar jangkauannya, meski begitu mungkin jika sang pemilik semesta sudah bertindak. Maka semua itu bisa terjadi. Orang sekitarnya hanya bisa menerima dengan lapang dada, meski gejolak nafsu yang teramat tidak bisa dikendalikan membuat mereka hampir gila.
Elusan kasih sayang mendarat di dahinya, sayang seribu sayang ia tak mampu menunjukan reaksi gembiranya atas perlakuan ini.
"Leader.."
Suara hangat itu menyapa telinganya. Ia ingat betul siapa pemiliknya. Luka ini benar-benar tak membuatnya bahagia.
"Y/N..."
Lagi, suara lainnya membuatnya semakin ingin merengkuh sang pemilik suara. Jika seperti ini, dirinya merasa sangat bersalah karena tak bisa menunjukkan reaksi.
"Apa kita perlu biarkan Leader Y/N istirahat dulu?" Yaya bertanya. Berusaha mengusir atmosfer pekat di ruangan ini.
"Sepertinya iya," Boboiboy terlihat tak rela melihat Leadernya. Dengan luka yang bisa dibilang tak sedikit. Y/N pasti terasa kesakitan. Kaizo menyembunyikan perasaannya, sesaat setelah Yaya berkata ia langsung pergi tanpa meninggalkan sepatah kata. Mereka yang melihat sikap Kaizo hanya menghela nafas lelah.
"Mari kita keluar, Boboiboy." Ajak Ying.
"Jom lah! Boboiboy!" Ajak Gopal sedikit membangkitkan semangat teman kental nya itu. Akhirnya dengan berat hati mereka semua meninggalkan Leader mereka yang sedang terbaring tak sadarkan diri.
BOBOIBOY POV ON
Aku berjalan keluar ruangan Leader Y/N dengan berat hati. Rasanya sakit jika harus meninggalkannya saat ini. Aku ingin di sampingnya, melihat dia yang tak berdaya. Aku tidak sanggup melihatnya. Tidak ada lagi sapaan hangat. Kira kira Leader sedang apa ya di alam bawah sadarnya?
"Bodoh!" Umpat ku pada diriku sendiri. Merutuki kebodohan ini hanya karena ketua ku sedang tak sadarkan diri.
Teman-temanku, semuanya terlihat sedih. Ada gurat kekhawatiran di wajah mereka. Apa yang harus ku lakukan?
Tiba-tiba saja Kapten Kaizo kembali ke ruang rawat Y/N dengan tergesa-gesa. Dengan wajah yang mengisyaratkan keadaan darurat, kapten Kaizo menerobos masuk ke ruang rawat Y/N. Kejadian itu sontak menarik atensiku dan teman-temanku yang bingung dengan tingkah kapten Kaizo."Apa yang terjadi?!" Tanya ku tak sabaran.
Kapten Kaizo menoleh kepadaku, "Ada sesuatu yang aneh pada tubuh Y/N!" Sentaknya karena panik.
Aku melihat ada sekelibat rasa khawatir pada tatapan netranya. Keadaan ini benar benar darurat!
"Komandan! Bagaimana keadaan Y/N?!" Aku mendengar kapten Kaizo yang tak sabaran bertanya pada Kommander Ko Ko Ci.
"Tenang Kapten Kaizo, penyebab pasti dari sesuatu ini belum di temukan." Jelas Kommander.
Aku pun melihatnya. Dari layar monitor tampak seperti virus komputer yang akan merusak sistem komputer tersebut. Aku memberanikan diriku bertanya. "Apakah ini seperti virus yang menyerang tubuh Leader Y/N?" Tanyaku membuat semua orang yang ada disana menoleh padaku.
"Jadi maksudmu ... Boboiboy, Leader Y/N terjangkit sebuah virus?" Yaya bertanya memastikan. Ying yang ada di sampingnya sangat terkejut.
"Tapi, virus apa?" Pertanyaan Ying mengudara. Membuat kami berpikir keras. Ochobot mencoba men-scan ulang tubuh Y/N, namun hasilnya tetap saja sama.
"Kalian habis darimana?" Pertanyaan Ochobot menepis kesunyian dalam ruangan ini.
"Dari Planet SeanLock, lah! Kan kita menyelamatkan power sphera MicuBot." Jawaban bernada santai itu datang dari Gopal.
Dalam diam aku bertanya-tanya. Apakah ini ada hubungannya dengan power sphera itu?
BOBOIBOY POV END
Suasananya semakin runyam. Virus itu tidak di temukan dalam literatur manapun. Yaya dan Ying yang notabenenya anak perpustakaan, tak mampu mencari asal muasal virus tersebut. Kapten Kaizo datang kepada mereka. Lalu ia berkata ,"Virus itu tidak terdapat di perpustakaan manapun, atau literatur tertua di galaxy sekalipun." Ungkapnya penuh tanda tanya.
"Lalu, dimana kami bisa menemukan buku yang menyimpan segala sesuatu tentang virus itu?" Tanya Ying yang sudah tak fokus pada bukunya. Yaya hampir tertarik dengan percakapan mereka pun ikut menimpali.
"Bisakah Kapten Kaizo memberi tahu kami?" Ujar Yaya.
"Pernah disebutkan dalam sebuah buku yang tersimpan rapat disalah satu sudut Galaxy. Dalam buku itu memuat banyak hal, lebih mirip seperti ensiklopedia. Banyak yang mengatakan dalam buku iti juga terdapat berbagai cara pengobatan." Kapten Kaizo berujar tentang sebuah buku. Ensiklopedia yang memuat hampir segala hal yang ada di galaxy ini. Membuat dua mata gadis muda itu berbinar.
"Bisakah kami tahu dimana lokasinya?" Yaya dan Ying bertanya secara spontan dan jangan lupakan binar mata yang terpancar dari mata mereka sangat terang.
Kapten Kaizo menghela napas lelah. "Buku itu tidak ada di Galaxy ini," ujarnya membuat bahu Yaya dan Ying merosot.
"Buku itu tersimpan dalam Galaxy terdahulu, dan merupakan kepingan dari dimensi lain. Aku harap kalian mengerti penjelasanku." Kata Kapten Kaizo.
"Sangat mustahil jika kalian ingin mencarinya karena ini lintas dimensi." Ochobot menyahut. Seakan paham dengan situasi saat ini.
"Galaxy terdahulu?! Apa maksudnya Kapten?" Gopal yang tak menyadari raut lelah Kaizo, lalu bertanya secara spontan. Bagaimanapun ini menyangkut ketuanya.
"Buku itu adalah bagian dari Galaxy tersebut. Jika kau mengambil buku itu, sama saja kau mengambil bintang dari sebuah konstelasi, dan kalian sudah pasti tahu konsekuensinya jika mengambil buku itu."
"Kita akan lakukan apapun untuk Leader Y/N!" Seru Boboiboy.
"Kami juga akan melakukannya!" Yaya dan Ying berseru bersama.
"Aku juga!" Gopal pun ikut serta dalam pengembaraan lintas galaxy kali ini.
Kapten Kaizo tercengang melihat tekat mereka. Kommander Ko Ko Ci yang sedari tadi diam menyimak, kini angkat bicara. "Tim Leader Y/N apakah kalian siap untuk melakukan ini? Dikarenakan misi ini sangat berbahaya. Resikonya tidak dapat dipastikan secara akurat." Jelas kommander. Ada nada khawatir yang tersurat dalam ucapannya.
"Kami sanggup melakukannya." Boboiboy berucap penuh tekat kuat. Mewakili perasaan teman-temannya.
Haloooo, maaf telah lama meninggalkan kalian, Kali ini Leader kesayangan kita kembali ke dunia oren dan siap berpetuangan bersama kalian lagi!><
Semoga kalian tidak bosan menunggu cerita ini di update, author sedikit sibuk akhir akhir ini, author minta maaf akan hal itu,
Sebentar lagi tahun baru, jangan lupa siapkan kembang api kalian ya hehehe
See u soon my lovely readers♡Vote and coment nya jangan lupa ya

KAMU SEDANG MEMBACA
HARAPAN ANGKASA : KAPTEN PENGGANTI
FantasyY/N = Your Name Mau tau nggak gimana rasanya kalo kalian itu jadi commandernya TAPOPS?Wahhh pasti seru ya Yaudah yuk dari pada kelamaan langsung baca aja,minta Vote sama komen yaaa biar aku semangat bikin cerita ini😄 Menceritakan (Y/N) jadi command...