Chompoo sudah sadar sejak dua hari yang lalu. Walau sempat kritis, ia dan kandungannya berhasil diselamatkan. Semua orang akhirnya bernafas lega saat melihat senyum pada wajah cantik gadis itu. Bagaimana tidak, sejak ia berhasil selamat dari maut, semua orang menaruh perhatian dan memanjakan gadis itu. Bahkan Ae pun tak beranjak dari sisinya. Senyum Chompoo merekah.
“Chompoo senang sekali phi disini menemani chompoo” ucap chompoo saat satu suapan potongan apel itu masuk kemulutnya.
Ae tersenyum tipis. Kemudian kembali menyuapkan chompoo lagi ketika gadis itu sudah menghabiskan buah apel yang ada dimulutnya.
“Phi akan terus disini menemani chompoo sampe sembuh kan ?” Tanya gadis itu pada ae.
Ae menjawab dengan deheman kecil lalu kemudian ia berkata “karena itu cepatlah sembuh. Mengerti ?”
Chompoo tersenyum senang. Ia kemudian bergerak merangkul lengan Ae dengan manja. Lalu secara bersamaan gadis itu meringis sakit.
“hei, kau baik baik saja ? apa perutmu sakit ?” Tanya ae panik.
Gadis itu menggeleng cepat. Ia tersenyum lebar. “ Tidak, ini hanya karena aku bergerak tiba tiba. Lukanya perih” ujar gadis itu menjelaskan. Ia harap ucapannya bisa menenangkan Ae.
Ae menghela nafas lega. “Maaf, gara gara aku kau harus terluka seperti ini” suara ae terdengar murung.
“Apa yang phi katakan ? ini bukan salah phi. Chompoo baik baik saja”
“Tak perlu menghiburku. Aku tau ini salahku. Aku tak tau bagaimana harus memaafkan diriku, jika sesuatu yang buruk terjadi padamu lebih dari ini”
“Huh. Baiklah. Jika phi merasa bersalah, mulai sekarang phi harus ada setiap kali aku membutuhkan phi na ?” chompoo mengulurkan jari kelingkingnya.
Awalnya ae terlihat bingung, lalu saat chompoo berujar “janji ?” ae baru mengerti arti dibalik jari kelingkingnya. Ae tergelak. Ia kemudian menautkan jari kelingkingnya pada jari chompoo. “Janji” ucapnya kemudian.
Dilain sisi, pha yang juga ada diruangan itu menatap chompoo lamat lamat. Ada perasaan mengganjal saat ia menatap gadis itu. Tidak, bukan karena pha tidak suka gadis itu sudah sadar dan kondisinya beransur pulih. Justru dia sangat senang adik perempuan satu satunya itu selamat. Hanya saja ada perasaan yang sulit Pha deskripsikan. Hari itu, pha memasuki kamarnya. Ia terkejut saat melihat dua lembar kertas hasil tes DNA itu remuk dengan mengenaskan diatas lantai. Pha yakin ada yang masuk kekamarnya dan mendapati hasil tes itu. Awalnya ia menduga pum lah pelakunya, tapi saat ia mendapatkan kabar bahwa chompoo terluka di apartemen ae, pha secara tiba tiba mendapatkan firasat aneh, perasaan yang tiba tiba menyesakkan dadanya. Pha berharap, firasat itu tidak lah benar. Sebab, jika firasat itu benar pha tidak percaya diri menghadapinya. Mungkin tragedi besar akan terjadi.
Selain itu, pha merasakan amarah saat ia melihat ae terus saja berada dirumah sakit selama tiga hari ini. Dia bertanya dengan dongkol didalam hatinya. ‘Tidakkah ia harusnya mengurus istrinya dari pada chompoo disaat seperti ini ?’ . Pete, adik malangnya itu tidak kalah menderita daripada chompoo yang terbaring dirumah sakit. Pha bisa membayangkan seberapa menderita pete kini. Terlebih ia sedang mengandung. Tak sampai satu bulan untuk menunggu bayi itu lahir. Pha sedikit menyayangkan tragedi buruk ini terjadi pada kondisi yang tidak tepat.
Pha berdiri. “ Ae setelah kau selesai temui phi ditaman rumah sakit. Aku hanya meminta waktumu 10 menit!!” ujar pha dengan dingin dan sedikit nada memerintah. Setelah berucap, tampa mendengar jawaban ae, pha langsung meninggalkan ruang inap chompoo.
Ae dan chompoo saling bertatapan. Kemudian ae mengangkat bahu dengan bingung.
Tiga puluh menit pha menunggu hingga laki laki tampan yang ia nantikan kehadirannya itu tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Me, Love Me Still
FanfictionBagaimana jadinya jika pete tiba tiba didiagnosa hamil oleh dokter, Padahal itu tidak seharusnya terjadi padanya. ? Pete harus menikah dengan ae yang notabenenya ayah dari bayi yang dikandungnya. Namun pernikahannya tidak berjalan mulus, pete haru...
