Author.Pov
Cuaca kota bangkok hari ini sangat cerah. Tapi tidak dengan suasana hati seorang gadis cantik bernama chompoo . Hujan badai dan petir yang menggelegar seperti nya adalah hal yang tepat untuk menggambarkan bagaimana suasana hatinya.
Gadis itu melempar tasnya dengan kasar kearah tempat tidur. Berdiri didepan kaca, wajahnya memerah, nafasnya menggebu karena amarah. Ini pertama kalinya chompoo semarah ini setelah sekian lama.
Chompoo mendekat memerhatikan pipinya yang memerah dan sedikit membengkak , bayangan dan ucapan pete terngiang ngiang di kepalanya. " Beraninya jalang itu menamparku !" gumamnya penuh dendam. Matanya menajam menatap pantulan dirinya didepan cermin.
"Chompoo ada apa ?" suara berat seseorang mengalihkan tatapannya. Menatap melalui pantulan cermin, chompoo melihat pha masuk kekamarnya.
Pha mendekat , menatap khawatir wajah chompoo. Terutama pipinya yang membengkak dan memerah .
"Kenapa pipi kamu ?" tanya pha membalikkan tubuh chompoo sehingga sepenuhnya menghadap pha.
Chompoo tak menjawab , ia diam dengan wajahnya yang datar tampa ekspresi.
"seseorang memukulmu ?" tanya pha lagi karena adiknya tak menjawab.
"jawab chompoo, siapa yang melakukan ini sama kamu ?" suara pha terdengar frustasi karena sejak tadi chompoo hanya diam membisu .
" laki laki itu menamparku " jawab chompoo pelan
Mata pha memerah ketika ia mendengar ada seorang laki laki yang memukul adiknya .
" siapa yang menamparmu ?"
Chompoo tersenyum tipis, kemudian kembali menatap cermin. Ia mendekatkan wajahnya ke arah cermin dan memegang pipinya yang membengkak. "it's oke phi pha. Ini bukan masalah "
"Bukan masalah ? Bagaimana mungkin ini bukan masalah . Jika ayah tau dia akan marah besar . Seseorang memukul putrinya. Katakan pada phi, Phi akan membalasnya untukmu" geram pha
"Benarkan ?" chompoo menatap pha dengan antusias.
"aku harus membalas perbuatannya padaku kan phi ? "
" aku yang akan melakukannya. Karena dia menamparku, maka aku yang harus membalas perbuatannya. "
"Bukankah itu baru adil namanya ?" chompoo tersenyum miring.
"aku... Akan membalas perbuatannya jauh lebih menyakitkan dari pukulan yang aku terima darinya." ujarnya lagi tertawa kecil.
Pha terdiam, ia merasakan aura aneh dari adiknya. Ini pertama kalinya ia melihat sosok chompoo yang seperti ini. 'Apa ini ? Ada yang aneh ?' pikir pha . Tatapan tajam, nada suaranya yang dingin , dan lagi tatapan matanya membuat pha merinding.
Apakah yang didepannya saat ini adik polosnya yang biasa ?
Menyadari raut wajah pha. Chompoo mengubah ekspresinya dan merangkul lengan laki laki tampan itu.
"Phi pha~" panggilnya dengan suara manja.
"u-umh ?"
"Kenapa phi tiba tiba diam seperti itu ? Chompoo baik baik saja na~" tak ada lagi tatapan tajam, seringaian atau nada dingin yang ia lihat dari chompoo . Seolah chompoo kembali ke dirinya yang biasa .
Chompoo menggembungkan pipinya. " Maukah phi pha mengabulkan permintaan chompoo ?"
"apa ?"
"jangan bilang pada ayah dan mama na . Chompoo takut mereka khawatir. Ini bukan masalah besar. Percaya pada chompoo" chompoo tersenyum lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Me, Love Me Still
FanfictionBagaimana jadinya jika pete tiba tiba didiagnosa hamil oleh dokter, Padahal itu tidak seharusnya terjadi padanya. ? Pete harus menikah dengan ae yang notabenenya ayah dari bayi yang dikandungnya. Namun pernikahannya tidak berjalan mulus, pete haru...
