Part 7

281 14 0
                                    

Tokk.. Tokk.. !!

Buru buru Enza membuka kan pintu untuk seseorang yang sedang dia dekati. Tania. Ya lebih tepatnya mereka saling pdkt, bukan cuma Enza.

"Masuk Ta" Enza mempersilahkan.

"Nih buat lo, kesukaan lo nih" Tania menyodorkan sebungkus makanan yang berisi sekotak martabak spesial jamur dan sekotak terang bulan keju kesukaan Enza.

"Gausah repot repot kali" Basa basi nya yang sebenarnya Enza ingin langsung melahap nya. Tapi karna pdkt-an nya dia jadi jinak.

Satu persatu Tania membuka box martabak dan terang bulan untuk mereka santap.

"Gak repot kok, gih makan" Dengan hati yang riang gembira, Enza menyantap terang bulan kesukaan nya.

"Eummm enak sekali!!! Makasih ya Ta!"

Tania hanya tersenyum melihat tingkah Enza. Karna gemas Tania mencubit pipi Enza yang penuh dengan terang bulan.

"Kok gue di cubit?!" Enza mengernyit kan alis.

"Itu... Lo lucu" Tania tersenyum. Sedangkan Enza dia salah tingkah.

Dia terus menatap Tania lewat manik manik matanya. Enza akui Tania ini sangat cantik, Tania memiliki kulit putih bersih, bibir nya agak tipis dan pink membuat Enza ingin sekali merasakan nya. Belum lagi rambut Tania yang halus, tak jarang Enza memainkan rambut Tania dan Tania justru malah menyukai nya. Sejujurnya Tania ini seperti tipe tipe cewek korea. Tania juga suka berpenampilan ala ala korea. Pokoknya yang korea korea tanya aja si Tania.

"Enza?" Enza sadar dari lamunan nya. Dia tak sadar kalo dia menatap Tania begitu lama.

"Hm" Jawab nya.

"Kok diem?" Tanya Tania.

"Ta.." Enza membuka suara. Memberanikan diri.

"Apa?" Tania menatap Enza dalam.

"Kenapa kita gak pacaran aja" Enza menunduk tak berani menatap.

"Hah?"

"Gue suka lo" Gumam nya dengan suara yang kecil.

"Apa?"

"Gue suka sama lo, Tania"

Sekejap Enza menatap nya lalu kembali mengalihkan wajah nya.

Tania, dia antara bingung dan senang. Bingung karna dia dan Enza belum lama ini dekat, dia belum tau pasti Enza seperti apa. Senang karna Enza memiliki perasaan yang sama dengan nya.

Mereka terdiam seribu bahasa. Anjass seribu bahasa ga tuh.

"Iya" Kata yang keluar dari mulut Tania pertama.

Enza menghelakan nafas berat. Dia bingung maksud kata 'iya' itu apa, namun dia tak ingin banyak tanya, mungkin Tania kaget dengan pernyataan nya.

"Iya, gue juga suka sama lo"

Enza membulat kan mata nya. Tak percaya apa yang dia dengar.

"Hah?"

"Iya, ayo kita pacaran"

"Hah?"

"Kok lo kayak orang bego sih"

Lagi lagi Enza salting brutal. Dia ingin tersenyum namun seberusaha mungkin dia tahan, biasa sok kul.

"Kalo mau ketawa tuh ketawa aja"

Tawa Enza pecah, dia menutup wajah dengan tangan nya.

"Gue salting woi!!"

***

"Hati hati ya sayang, kabarin gue kalo dah nyampe" Kemudian tangan Enza bergerak mengelus rambut Tania.

"Iya sayang, pasti" Tania mengacung kan dua jempolnya di sertai dengan senyuman manis nya.

Gadis itu hendak pergi namun seperti ada rasa berat hati untuk meninggal kan kekasihnya.

Tania berbalik arah, dia mengetuk pintu kos Enza. Melihat Tania berdiri di hadapan nya, Enza kebingungan. Tapi, belum sempat bertanya, Tania mencium bibir Enza. Hmm, lebih tepat nya sedikit melumat.

Enza membeku. Mata nya melebar, jantung nya berdegup sangat kencang. Desiran darahnya mengalir lebih cepat.

Buru buru Enza membawa Tania masuk ke dalam kamar nya lalu menutup pintu. Yakali tontonan gratis. Mata mereka saling menatap intens, seperti ada sesuatu yang menggebu.

Kali ini Enza yang memulai, bibir Enza bergerak melumat bibir bawah Tania. Saking gemas nya, Enza menghisap dan menggigit kecil bibir bawah Tania.

"Mmhhh Enza" Desahan kecil mulai terdengar dari mulut Tania.

Shitttt anjing desahannya. Batin Enza.

Puas dengan bibir Tania, Enza turun ke leher putih Tania. Aroma tubuh Tania menguasai penciuman Enza, tidak ada aroma lain yang memabukkan selain aroma tubuh Tania sendiri. Rasanya seperti ngefly.

Enza terus menciumi, melumat, dan menghisap kecil leher nya. Tania memejamkan mata dengan mulut yang sedikit terbuka.

"Ughhh goddd Enzaahhh"

Mendengar desahan Tania, nafsu Enza meronta ronta.

Tangannya mulai berani menyelinap masuk di kaos crop top yang di kenakan Tania. Dia meremas payudara Tania, namun masih di luar bra.

Tangan Tania juga bergerak memegang tangan Enza dari luar kaos nya, maksud untuk menghentikan. Namun apa daya nafsu menguasai pikiran nya. Jadi dia membiarkan Enza melakukan itu.

"Ahhh Enzaaahhh tanghh anhh looohhh nghh enakk bangethhh" Tak ada lagi desahan yang di tahan tahan dari mulut Tania. Dirinya di buat gila oleh Enza.

Enza juga tak kalah nafsu. Diri nya di buat berani oleh nafsu nya sendiri. Tangan satu nya mencari cari kaitan bra Tania. Sedangkan tangan satunya di pinggang Tania menahan bobot badan Tania, karna dia tau Tania telah lemas dia tidak kuat menahan badan nya lagi.

Satu tarikan, kaitan bra Tania lepas. Lagi, tangan Enza berpindah ke area payudara Tania. Enza meremas nya dengan kuat.

"Fuck Enzaaaahhh it hurts a bit" Kali ini tangan Tania berhasil menghentikan kegiatan nya.

"Sorry baby, i'm curious"

"Penasaran gimana?"

"Ya, i-itu..."

"Itu apa?"

"Ya ituuu loh"

"Itu apa sih?"

"Nipple" Gumam Enza namun dengan suara yang sangat kecil.

"Hah? Ngomong apa sih?"

Enza ingin menjawab, namun omongan nya terhenti karna ada panggilan masuk dari hp Tania.

"Wait baby"

Tania berlalu keluar dari kamar kos Enza.

Enza termenung di ujung tempat tidur nya. Ada sesuatu yang tidak nyaman di bawah sana.

Tania kembali.

"Sayang aku harus pulang, bunda udah cariin" Dengan buru buru Tania memperbaiki posisi pakaian nya seperti semula.

"Aku pulang ya" Kemudian Tania mengecup bibir Enza sekilas.

"Hati hati aja ya" Tania mengangguk, lalu melesat keluar dari kamar kos Enza.

Karena merasa situasi telah aman, Enza mengecek di balik celana nya dan benar saja dia wet.

"Ewhhh, gue basah banget fuck gila" Sambil menatap tangan nya yang penuh dengan cairan nya sendiri.





Balik lagi gw, so sorry gw lama update gw lagi sibuk banget soalnya dan lagi kurang inspirasi juga :)
Btw jgn lupa vote nya yahh makasih sebelum nya adek adek kak jil👍👍👍

Love, MG.

Marriage Is Just To CoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang