Aku Yang Jatuh Cinta
Biji Kopi
Mari Berlayar
Hati-hati ada typo
Happy Reading
.
.
.
Tengah malam geng Exo baru bubar dan kembali ke kamar masing-masing, saat Jongin akan pergi Sehun memegang tangannya mencegah Jongin pergi, Jongin berbalik dan melihat Sehun dengan tatapan bertanya
"Ahhh, aku ingin berbicara suatu hal" jelas Sehun
"Boleh, apa yg ingin kamu bicarakan?" Jongin bertanya, sambil menarik Sehun menuju sofa yang ada di sana
Teman-teman yang lain sudah pergi ke kamar mereka jadi di ruang berkumpul hanya ada mereka berdua
"Jadi begini, aku sepertinya sedang jatuh cinta dengan seseorang" ucap Sehun dengan berseri
Jongin yang mendengar ini seperti tersambar petir, dia terkejut dan merasa sangat sakit, senyuman muncul di bibirnya, dia harus terpaksa tersenyum agak Sehun tidak curiga dan tetap nyaman bercerita dengannya walau kenyataanya sangat menyakitkan untuk Jongin
"Hahahahha, itu bagus sekali" tawa Jongin dengan sumbang
"Siapa gadis yang beruntung untuk mendapatkan hatimu?" Lanjut Jongin bertanya
"Dia adalah anak dari teman ibuku, kemarin ibuku baru saja membuat kita hadir di kencan buta, dan ya sepertinya aku menyukai dia" jelas Sehun
"Wahhh, sungguh gadis yang sangat beruntung, jadi apa yang akan kamu lakukan untuk kedepannya?" Jongin mencoba bertanya lagi, dia sudah menyiapkan hatinya kalau-kalau Sehun bilang akan berpacaran
"Kami cepat dekat, sepertinya aku akan meminta dia menjadi kekasihku besok, bagaimana pendapatmu?" Sehun bertanya untuk mencari pendapat orang lain, karena dua pikiran lebih bagus daripada satu, itu yang Sehun pikir
"Hmm, kalau menurutku, jika itu memang yang kamu mau dan kalian sudah dekat kenapa tidak? Jika kamu terlambat nanti akan ada orang lain yang mengambil pujaan hatimu loh" Jongin mencoba menggoda Sehun walau hatinya sakit
Mendengar itu tentu saja wajah Sehun bersemu, dia senang jika berbicara dengan Jongin, dia selalu mendukung semua keputusan yang sudah dia pikirkan, tapi jika keputusan itu salah dia akan dengan tegas tidak setuju bahkan memarahi Sehun agar kembali ke jalan yang benar
"Ya itu juga yang aku pikirkan, dia wanita yang sangat baik, cantik, dan prilakunya sangat lembut" ucap Sehun sambil membanggakan calon pacarnya di depan Jongin
"Ya ya ya, kamu harus cepat, apa yang sudah kamu persiapkan untuk menjadikan dia pacarmu?" Jongin
Sehun terlihat berpikir dan Jongin pun mengambil keputusan bahwa ternyata Sehun belum melakukan persiapan apapun untuk besok dia menembak gadis yang dicintainya
"Ini alasannya aku berbicara kepadamu, apa yang harus ku persiapkan? Apakah kamu ada ide?" Sehun
Mendengar itu Jongin memandang Sehun, dari dulu dia sangat ingin merasakan bagaimana Sehun memintanya untuk menjadi kekasihnya dengan cara yang sangat romantis, tapi lagi-lagi Jongin harus sadar diri, Sehun tidak akan pernah melihat dia
Jongin berhenti berpikir tentang dirinya dan segera berpikir untuk mencari ide bagaimana Sehun akan menyatakan perasaan dia ke calon pacar Sehun
"Apa yang disukai oleh calon pacarmu ini?" Tanya Jongin
"Dia sangat menyukai bunga" jawab Sehun
"Nah, kamu bisa membawanya ke taman bunga, dan menembak nya disana" usul Jongin
"Bisa seperti itu?" Tanya Sehun
"Tentu saja bisa, apalgi misal dia sangat menyukai bunga matahari, nyatakan perasaan mu di taman bunga matahari, seperti itu" jelas lagi Jongin
Sehun menganggukkan kepala mengerti, dia segera bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar dia tanpa mengucapkan terimakasih atau apa
Jongin hanya mengangguk melihat itu, sudah terlalu terbiasa melihat Sehun yang seperti itu, dia tidak merasa aneh, justru jika Sehun mengatakan terimakasih dia akan berpikir Sehun kerasukan
Dengan pelan, Jongin juga kembali ke kamarnya, dia tidak melihat Chanyeol di kamar dan sepertinya Chanyeol pulang ke rumah dia, baguslah, malam ini dia bisa menangis sepuasnya tanpa ada yang tahu
Hati Jongin sangat sakit mengetahui sebentar lagi Sehun akan mempunyai kekasih, dia sakit hati tapi di hati Sehun tidak pernah tertulis nama Jongin
Mengunci pintu kamar dan merebahkan diri di lantai yang dingin, menatap langit-langit dengan kosong, pandangan Jongin mulai mengembun dan air mata mulai berjatuhan menuju ke sisi wajahnya
Jongin meremat jantungnya yang terasa sakit, sesakit ini mencintai seseorang seorang diri, bahkan pihak lain tidak pernah menganggap dirinya
Semalaman Jongin menangis dan saat pukul empat pagi Jongin baru berhenti menangis dan tertidur di lantai yang dingin
Besok hari libur jadi tidak ada seorangpun yang membangunkan Jongin, membiarkan Jongin tidur saat dia tidak keluar dari kamar saat pagi, mereka mengira Jongin akan disini, jadi tidak ada yang mengetuk pintu atau mengecek Jongin, satu persatu mulai pulang ke rumah masing-masing meninggalkan Jongin di kamarnya sendirian
Sedangkan keadaan Jongin di dalam kamar sangat memperihatinkan, dia sudah menggigil, tidak bisa bergerak, matanya pusing, suhu tubuhnya sangat panas sampai Jongin merasa kedinginan, dengan sekuat tenaga dia membuka kunci pintu dan membuka pintu, meminta tolong dengan suara pelan di ambang pintu yang terbuka sedikit
Tidak mendapatkan sautan Jongin berusaha bergerak lagi dan meminta tolong, suaranya kecil karena bergemelutuk, dia merasa sangat kedinginan
Melihat suasana yang sepi membuat hati Jongin sakit, mereka pergi?
Padahal Jongin sudah berharap dengan mereka yang main dekat akan ada yang sedikit memperhatiakan dia, bukan dia manja karena ingin diperhatikan tapi, tubuh Jongin mudah terserang penyakit, imun dia lemah, setidaknya mereka mengetuk pintu atau bagaimana, tapi ternyata tidak
Saat Jongin sudah merasa putus asa tiba-tiba pintu depan terbuka, itu adalah Kyungsoo, dia masuk dan segera menuju ke kamar Jongin, di jalan dia merasa ada yang tidak beres dengan Jongin dan kembali untuk memeriksa
Dan melihat Jongin kesakitan membuat Kyungsoo sakit hati, dia segera menuju Jongin dan memapah Jongin menuju ke kasur
"Haruskah aku membawa kamu ke rumah sakit?" Ucapku Kyungsoo dengan khawatir
Jongin menggelengkan kepalanya, dia hanya perlu memakan obat dan beristirahat, tapi dia belum makan jadi Jongin tidak berani memakan obat miliknya
Kyungsoo tanpa di minta tolong membuatkan makanan dengan cepat berdiri dan menuju ke dapur, sibuk memasak bubur untuk Jongin
Sambil menunggu Kyungsoo, Jongin memejamkan matanya, tertidur
Setelah beberapa saat bubur jadi, Kyungsoo segera menuju kamar Jongin dan membangunkan Jongin untuk makan.
.
.
.
TBC
Haiii semuaaaaaaa, semoga kalian suka yaaaaaa
Dipublikasikan 11 September 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Yang Jatuh Cinta
FantasyBerulang ku ketuk aku mencintaimu Tapi dirimu tak pernah sadari Aku yang jatuh cinta
