Jika diizinkan kembali ke masa lalu
Aku hanya ingin untuk tidak terlalu percaya kepada siapapun
Penghianatan yang diberikan kepadaku terlalu menyakitkan
Hingga aku tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana kebohongan
Sampai aku berada pada titik dimana aku tidak bisa memercayai siapapun
.
.
Jika aku sudah percaya dengan seseorang, maka aku akan menaruh seluruh rasa percayaku tanpa curiga sedikipun. Awalnya aku tidak terlalu perduli dan tidak mencari tahu sesuatu. Karena aku yakin dia tidak akan mengkhianati kepercayaanku. Hingga aku melihat dia berkhianat didepan mataku sendiri.
Menepik segala rasa curigaku, berusaha meyakinkan diriku bahwa dia tidak seburuk yang ada didalam pikiranku. Ya, ternyata semuanya tidak semudah yang aku bayangkan. Mengabaikan rasa ketidakpedulianku, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hingga akhirnya aku harus merasakan kekecewaan.
Hubungan yang selama ini kuyakini sebagai sesuatu yang paling membahagiakan, nyatanya berbanding terbalik dengan kenyatan yang aku terima. Dikhianati oleh orang terdekat ternyata jauh lebih menyakitkan.
Dari hal menyakitkan itu, membuatku menjadi seseorang yang sulit percaya dengan siapapun yang akan datang didalam hidupku. Membuatku terlalu waspada apakah ia datang hanya untuk mempermainkanku atau hanya singgah sebentar lalu pergi tanpa pamit.
Setiap hari, aku selalu berdoa agar aku tidak berada didalam lingkaran ini lagi. Hal ini terlalu sulit untukku bertemu dengan orang baru tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berdamai Dengan Diri Sendiri
Short StoryKetika aku mendapat luka dihatiku, sangat sulit untuk bangkit dan memaafkan diri sendiri. Mencari banyak cara agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Apakah aku bisa membuat diriku kembali percaya?
