Aku selalu berjalan didalam kegelapan
Tanpa ada cahaya yang menyinari hidupku
Bahkan tempatku pulang, tidak aku temukan
Aku kehilangan diriku sangat lama
Hingga aku sadar bahwa aku harus memaafkan diriku...
.
.
Episode paling sulit yang aku lalui, yaitu memaafkan. Dimana sangat sulit untukku melupakan rasa sakit yang telah dia berikan. Seperti berjalan menyeberangi jembatan rapuh dan berlubang, harus berhati-hati dalam melangkah.
Aku ingin berada ditempat yang aku inginkan, menjauh dari orang-orang yang menyakitiku. Sebab aku tidak tahu, sampai kapan aku bisa bertahan.
Beberapa bulan berlalu, hingga aku bisa memahami sedikit demi sedikit hatiku. Apa yang aku inginkan dan langkah apa yang akan aku ambil selanjutnya.
Seiring berjalannya waktu, disaat aku ingin berhenti, tiba-tiba datang seseorang yang membuatku merasa diinginkan meskipun aku menyadarinya suatu saat dia pasti akan pergi. Seolah-olah Tuhan mengatakan kepadaku "ini belum waktunya.". Dia menuntunku ke arah cahaya terang, menyembuhkanku, dan membuatku menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Mencoba untuk tegar dan kembali melangkah. Hingga aku mulai bisa menerima diriku sendiri, mulai memaafkan orang-orang yang pernah menyakitiku. Kini aku bisa berjalan beriringan dengan masa laluku, sebagai pengingat agar aku tidak salah dalam mengambil langkah kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berdamai Dengan Diri Sendiri
Short StoryKetika aku mendapat luka dihatiku, sangat sulit untuk bangkit dan memaafkan diri sendiri. Mencari banyak cara agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Apakah aku bisa membuat diriku kembali percaya?
