Hal yang sulit aku lalui dalam masa berat ini adalah masa penyembuhan
Dimana aku harus berusaha menyembuhkan luka dihatiku
Melupakan setiap kenangan yang pahit maupun manis
Berusaha berbagai cara agar aku bisa melupakan segalanya
Termasuk mencoba hal-hal yang bisa mengancam hidupku, agar aku bisa melupakan segalanya.
.
.
Hari demi hari aku merasakan kesedihan yang mendalam didalam lubuk hatiku. Menyadari tidak ada yang bisa aku lakukan, bahkan aku tidak tau bagaimana menyelamatkan diriku sendiri. Hari itu pula, aku menyadari ada yang salah didalam diriku.
Kata orang "jika kau sakit bukan karena penyakit tapi jiwamu yang sakit, segeralah cari pertolongan.". Tapi dimana aku cari pertolongan itu? disaat orang-orang tedekatku tidak tau dan tidak perduli dengan isi hatiku.
Kesana kemari aku mencari pertolongan itu, hingga bertemu dengan psikiater yang menuntunku mencari jalan keluar. katanya, "Aku sudah memberikanmu obat untuk penenang, sekarang giliranmu apakah kamu mau untuk keluar dari lingkarang ini?"
Aku merasa lelah disini, aku ingin keuar dari zona menyedihkan ini. Tapi sangat suit untukku mengatasinya sendiri, karena tidak ada siapapun yang menggandeng tanganku untuk melangkah menjauh dari zona ini.
Aku memberanikan diri untuk bertemu dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru. Bertemu dengan teman yang lama sudah berpisah, dengan mereka aku memiliki rasa kenyamanan disamping mereka. Hingga aku pikir sudah waktunya aku menceritakan segala keluh kesah dalam hidupku kepada mereka.
Pada saat penyembuhan luka, aku bertaruh dengan sang waktu berharap aku bisa sembuh dan kembali percaya. Sahabatku mulai selalu ada disisiku, setelah tahu apa yang aku alami selama ini. Aku mulai berubah menjadi terbuka dengan sekitarku meskipun hanya dengan beberapa orang, aku pikir itu sudah ada kemajuan dalam poses penyembuhan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berdamai Dengan Diri Sendiri
Short StoryKetika aku mendapat luka dihatiku, sangat sulit untuk bangkit dan memaafkan diri sendiri. Mencari banyak cara agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Apakah aku bisa membuat diriku kembali percaya?
