"It's alright if you run out of breath
No one will blame you
It's okay to make mistakes sometimes
Because anyone can do so
Although saying "It's alright" is comforting
They're just words." (song of lee hi-breathe)
.
.
Saat aku kehilangan orang terdekatku, kenyataan paling sulit yang bisa aku terima. Berkali-kali aku menyerah pada takdir hidupku yang seharusnya aku nikmati dan jalani. Berkali-kali aku jatuh dan mencoba membangkitkan diriku sendiri disaat orang lain tidak memberikan uluran tangannya kepadaku.
Hari ke hari yang aku lalui, terkadang hambar seperti tidak ada kehidupan. Berjalan dalam kegelapan malam, membuatku mengerti artinya ingin ditemani. Ingin rasanya dipeluk dan ditenangkan ketika sedang berada didalam masa sulit.
Terkadang aku bertanya-tanya pada Tuhan yang membuat benang takdir hidupku, mengapa setidak beruntung itu aku pada kisah hidupku?. Aku lupa bahwa setiap manusia mempunyai waktu bahagianya sendiri, ada yang datang cepat dan ada yang datang terlambat. Tugas manusia hanya bisa menunggu, belajar, dan memerbaiki diri. Selanjutnya tinggal Tuhan yang menentukannya.
Lagu yang selalu kudengar ketika aku dalam masa sulit itu, ketika kesendirian menggerogoti tubuhku dan ketika aku hampir menyerah pada hidupku. Lagu ini akhirnya membuatku bertahan pada diriku sendiri.
Liriknya mengajarkanku bahwa "Tidak apa-apa jika kamu melakukan kesalahan, jangan menyerah pada takdirmu, teruslah bernafas bebas hingga kamu menemukan bahagiamu sendiri."
KAMU SEDANG MEMBACA
Berdamai Dengan Diri Sendiri
Short StoryKetika aku mendapat luka dihatiku, sangat sulit untuk bangkit dan memaafkan diri sendiri. Mencari banyak cara agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Apakah aku bisa membuat diriku kembali percaya?
