RAHASIA IBU DEWI

1 0 0
                                    


Renata begitu terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Yasinta. Berita itu bak pisau tajam yang menghujam hatinya dengan sangat dalam. Bagaimana bisa, seorang kakak ipar yang dia kenal begitu baik dan sangat menyayangi kakak sepupunya bisa melakukan hal itu. Bagaimana bisa ia berkhianat di belakang Ivana yang begitu mempercayai dan menyayangi suaminya. Fikiran Renata langsung memutar ke pernyataan Ivana kalau Bobby sampai tidak menepati janjinya kepada Rika. Namun biarpun begitu, Renata masih mencoba untuk berfikir positif.

Keesokan harinya di tempat kerja, Renata bersikap seperti biasa. Begitu juga dengan Yasinta. Renata meminta kepada Yasinta, bairkan apa yang dilihat oleh Yasinta, menjadi konsumsi mereka berdua saja. Barangkali mungkin Bobby dengan Yusi ada pekerjaan penting yang harus di selesaikan. Suasana di tempat kerja tidak ada yang berubah, seperti biasa semua pegawai sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing – masing.

Menjelang jam istirahat kedua, Bobby keluar dari ruangannya dan pamit pulang lebih dulu kepada pegawai tata usaha. Bobby terlihat pergi dengan buru – buru.

"tumben pa Bobby pulangnya sebelum jam pulang?" celetuk Rehan

"mungkin ada urusan mendadak" jawab Rudy perlahan sambil tidak melepas pekerjaanya

"atau mungkin ada urusan keluarga, tidak biasanya juga pa Bobby pulang buru – buru begitu" tambah Dewi

Renata hanya mendengar apa yang rekan – rekan kerjanya perbincangkan. Walaupun dalam hatinya ada tanda tanya. Renata memperhatikan Handphonenya barang kali ada pesan masuk dari Ivama. Kalau memang Bobby pulang lebih cepat karena ada urusan keluarga, tidak mungkin Ivana tidak memberinya kabar. Berulang kali Renata memperhatikan handphonenya, tapi satu pesan pun tidak ada datang dengan kabar itu.

"di kelas B sepertinya tidak ada guru!" seru Yasinta yang baru Kembali dari toilet

"kenapa?" tanya renata

" iya Re.... kelas XI B tidak ada guru, tadi aku lewat mau ketolilet mereka lagi ribut. Jadinya aku masuk kasi mereka tugas, daripada mereka mengganggu kelas lainnya" terang Yasinta

"memangnya mereka les apa?" tanya Jack

"Les IPA, Gurunya ibu Yusi!"

Renata menatap Yasinta. Yasinta yang merasa diperhatikan oleh Renata, mencari alas an agar tidak menimbulkan pertanyaan dari rekan- rekan yang lainnya. " iya... les nya ibu Yusi, tapi tadi aku tanya ke ketua kelasnya, katanya ibu Yusi lagi sakit. Jadi tidak masuk"

"oh... ternyata lagi sakit, mudah – mudahan sakit karena kabar baik. Kasihan juga dia sudah berapa tahun menikah belum juga ada momogan!" tambah Dewi

"amiiin" ucap yang lainnya dengan serentak

Tanpa Renata dan yang lainnya ketahui, sebenarnya Dewi memiliki rahasia terbesar tentang Yusi yang harus dia simpan dengan sangat baii. Ia tidak mau, kalau sampai nanti rahasia itu terbongkar. Karena kalau sampai rahasia itu terbongkar, maka akan berakibat sangat buruk untuk semua pihak yang terllibat, dan bisa saja nama baik sekolah menjadi taruhannya. Rahasia yang ia pendam, memilliki luka yang sangat dalam. Sehingga untuk membayangkannya pun ia Sudah tidak sanggup. Cukup hanya ia saja yang menyimpan luka itu, dan tidak mau ada orang lain yang merasakan hal yang sama.

Sepulang kerja, Yasinta tidak lamgsung pulang kerumahnya, melainkan ia singgah di kontrakannya Renata. Mereka duduk bersila di lantai menikmati batagor yang tadi sempat mereka beli di jalan. Mereka terlihat begitu menikmati makanan itu.

"Re... akum mau tanya?"

"apa sin?" tanya Renata sambil menusuk lidi ke potongan batagor kemudian memasukkannya ke mulutnya

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 08, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ErlagulangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang