Thea baru saja menyelesaikan merapikan pakain Artur dan berniat membawa benda itu untuk diberikan ke kamar tuan nya ketika,
brak . . .
Dia menabrak seseorang ,
" maaf . . saya " , kalimat wanita itu terpotong begitu menyadari pemuda dihadapan nya membantu nya berdiri saat ini.
" aku tidak tahu ada wanita cantik dirumah ini , " , ucap pria itu membuat Thea menundukkan wajahnya seketika,
" saya thea , personal assisten Mr. Arthur yang baru . . . " , ucap Thea gugup, membuat pria dihadapan nya terkekeh.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
" santai saja, aku Allan , putra kedua keluarga ini " , Allan menatap Thea cukup lama sampai suara pintu yang dibuka dengan cukup keras membuyarkan lamunan mereka berdua, " kau hanya kuminta mengambilkan pakaian , kenapa malah berbicara dan tidak melakukan tugasmu dengan baik ? " , suara bariton yang dingin dan tegas itu, membuat Thea menelan ludahnya kasar, dia was was kalau sampai dipecat.
" whoi , santai saja kak , aku yang mengajaknya bicara, tidak perlu berlebihan menyalahkan nya bukan , kalau kau keberatan dengan Thea, aku bisa minta bibi EL menempatkan nya sebagai personal assist ku , dia tidak akan lagi mengganggumu, bagaimana ?" , Allan melirik thea sekilas sebelum kembali dengan kakaknya dan tersenyum.
Arthur terkekeh,
" not evertything boys . . . not everything " , bisik Arthur membuat rahang Allan mengeras. Sebelum akhirnya pria dengan tatapan misterius itu menarik tangan Assist nya dan membawanya pergi dengan paksa.
THEA POV
" Kau datang kesini sebagai pembantuku atau penggoda ? kenapa berbicara dengan orang yang bukan tuanmu ? " , kalimat Arthur terdengar begitu menjengkelkan saat ini, ingin rasanya aku meledakkan kepala pria ini tapi aku tidak bisa, belum . . . belum saatnya.
" say . . " , belum selesai kalimatku pria itu sudah menyambar pakaian ditangaku dan berjalan pergi begitu saja, pria pemarah.
- - -
Ini pertama kalinya aku melihat keluarga ini sarapan bersama, yaah meskipun tuan pemarah hanya meminum secangkir kopi dengan ekpresi kejam / datar yang dia miliki,
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
sudahlah, mari biarkan Mr. bad dengan temperamen nya,
" anda ingin menambahkan sauce atau yang lain nya sir ? " , tanyaku kepada Allan yang langsung dijawab pria itu dengan anggukan , setidaknya dia cukup manis, mari kita panggil dia Mr. Sweet.
" aku dengar dari bibi EL kau yang membuat sarapan pagi ini , ini sangat enak Thea , kau pintar memasak " , pujinya membuatku tersenyum. Sebuah senyum yang langsung luntur begitu seseorang bergabung,
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Abraham smith ,
Pria yang sudah merusak kehidupanku selama delapan tahun belakangan.