Pamit pt.2

171 20 8
                                        

Hai :)
Maaf jika masih banyak yang salah dalam penulisan dan makna nya. Semoga terhibur.

Happy reading :')
.
.
.

Dipagi hari jihyo sudah mendapat pesan dari Tzuyu yang tak dapat menjeput nya karena dia harus cepat-cepat kesekolah ntah ada apa. Dan dengan terpaksa jihyo berangkat diantarkan supir nya.

Tiba di sekolah dia langsung mencari Tzuyu karena minggu ini memang sedang ada acara classmeet jadi sekolah bebas dan tak perlu harus ke kelas nya dahulu, tanpa dia ketahui orang yang dicari nya tenyata masih tidur dengan nyaman dirumahnya.

Subuh tadi Tzuyu memang terbangun hanya untuk menitip absen pada temannya dan memberitahu jihyo bahwa tak bisa menjemputnya dengan sedikit berbohong padanya, setelah itu dia melanjutkan tidurnya.

Kembali pada Jihyo yang sedang kalang kabut mencari seorang Chou Tzuyu, akhirnya dia melihat anak kelas Tzuyu.

"Chaeyounggg, apa lu liat Tzuyu dimana? Soalnya daritadi gw cari-cari ga ada tumben banget dia ngilang" tanya Jihyo.

"Lah emng lu ga dikabarin sama dia, tadi Tzuyu ngechat gw cuma nitip absen aja katanya jadi gw gatau Tzuyu dimana" balas chaeyoung.

"Oh begitu yah, yaudah kalo gitu thanks yah chaeng" jawab Jihyo, dan hanya diangguki oleh chaeyoung.

Jihyo sangat kesal dan merasa ditipu oleh Tzuyu, dia mencoba menghubungi sahabatnya itu tapi nihil tak ada balasan. Dengan terpaksa dia mengikuti kegiatan sekolah dulu sampai saat jam istirahat, karena gerbang baru bisa dibuka lagi saat jam istirahat tiba.

Disisi lain seorang gadis bermarga Choi itu terlihat baru membuka mata nya dijam 08.30wib tapi dengan santai nya dia berjalan ke meja makan untuk sarapan setelahnya dia pergi mandi.

Author POV end

..

Tzuyu POV

"Seger banget baru mandi jam segini coba kalo setiap hari bisa bangun siang gini kan pasti tentram nih hidup gw, gak perlu repot-repot kejar waktu harus sudah ada disekolah jam 7 pas."

Aku pun mengambil hp dan sudah bisa ku pastikan jihyo menerorku, dan yah benar saja setelah ku buka aplikasi chat panggilan tak terjawab dari jihyo saja sudah 50 apalagi chat nya.

Ntahlah aku bingung sama diriku sendiri, aku kesal dengannya tapi tetap gak bisa marah, tapi semalem liat dia pulang dengan Daniel bisa ku pastikan dia mungkin sudah jadian dan itu yang bikin aku sangat-sangat emosi huhh.

"Kayak nya ambil studi luar negeri adalah pilihan yang tepat buat hati ku sekarang, lagian lumayan juga bisa cari suasana baru kan" pikir ku.

Oke mari buku-buku kita kerjasama mencari beasiswa luar negeri dan semoga aku bisa dapat. Aku ingin ke Prancis.

...

Aduh untungnya gw pinter coba kalo nggak udah nyerah tanpa berjuang gw, sekarang tinggal nunggu pengumuman berhasil atau nggak dan kalo nggak yah paling masuk UGM. Entah kenapa aku malah seperti ingin menjauh dari jihyo, apa mungkin karena aku yang tak bisa ungkapin perasaan aku jadi lebih baik aku berusaha hapus rasa ini yah dan lagipula ada Daniel yang akan menjaga nya jika aku tak ada disampingnya lagi.

Sekarang semua sudah rapi dan saat nya aku keluar mencari angin. Ya aku berencana ke taman rumah pohon lagipula aku tak ada tempat lagi selain kesana hahaha. Seperti biasa aku membawa motor kesayanganku.

Tzuyu POV end

..

Author POV

Terlihat seorang gadis sedang memesan ice Americano favoritnya disalah satu minimarket yang berwarna merah karena kalo yang warna biru belum menjual kopi.
Selain membeli minuman favorit nya dia membeli makanan, eh bukan karena itu ga bisa dimakan hanya bisa dihisap yaitu rokok.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya anak gadis itu kembali melajukan kendaraannya ke taman yang tak jauh dari minimarket tadi yang jaraknya sekitar 50-100m.
(Fyi : mungkin jaraknya segitu, soalnya author belum ngukur jalannya langsung)

"Salah gw siang-siang kesini mana panas banget lagi, dahlah absen aja dulu gw" gumam Tzuyu, anak gadis tersebut.

Seusai menulis absen yang berada dirumah pohon, dia duduk dibalkon nya sambil menikmati rokok dan kopi yang dibeli nya tadi.

Tzuyu terdiam ntah memandang susana taman atau dia hanya melamun.

..

Disisi lain anak SMA bernametag Park jihyo itu sedang berjalan menuju taman, sambil mendumel karena diturunin sama angkot yang ditumpangi jadi harus terpaksa jalan walaupun menguras tenaga dan emosi.

Lebih emosi lagi saat sampai taman, melihat orang yang dia cari ternyata sedang santai dan melamun dengan kopi dan rokok, yah barang itu lagi barang yang tidak jihyo sukai dan Jihyo benci itu. Siap-siap saja seorang Chou Tzuyu akan mendapatkan kemarahan jihyo yang sudah memuncak.

Sedangkan Tzuyu masih asik dengan lamunannya, jihyo sudah naik ke atas dan langsung mengambil rokok yang sedang dihisap nya itu lalu melemparnya jauh, saat jihyo mau membuang sebungkus rokok lagi namun ada tangan yang menahannya.

"Yakk jihyo kau ini apa-apaan main buang saja, apa kau tidak tahu membelinya ini pakai uang" sentak Tzuyu, merebut bungkus rokoknya kembali.

Tzuyu kaget ada orang yang mengganggu ketentraman nya.

"Kenapa kau marah seharusnya aku yang marah disini, pertama kamu berbohong tak menjemputku, kedua kamu beli barang itu lagi padahal kamu sudah janji tak membeli nya lagi. Dan tadi aku jalan dari depan sana buat kesini, belum lagi disekolah aku cari-cari taunya kamu malah bolos" teriak Jihyo dengan mengeluarkan semua amarahnya.

"Sudah marahnya?" Tanya Tzuyu dengan santai

Jihyo tak menjawab, ia memilih diam mengatur nafas dan emosi nya.

"Okay aku minta maaf dan juga mau nagih ucapan kamu yang semalam" ujar Tzuyu.

"Ucapan yang mana?" Tanya Jihyo.

"Yang katanya mau nemenin aku seharian"

"Lho kamu bilang pamerannya udah gak ada"Jihyo heran.

Pasal nya sahabatnya ini semalam bilang kalau tidak ada pameran lagi jadi pikirnya tak kan pergi kemana pun hari ini.

"Iya bener, emang kalo ga ada pameran gaboleh gitu aku ajak keluar" sinis Tzuyu.

"Ya gak gitu Tzu, kalo mau keluar kan harus pulang dulu gak mungkin pake seragam gini aku nya" jelas Jihyo, yang tak mau Tzuyu nya malah salah paham.

"Ya udah ayo pulang" Tzuyu segera berdiri.

"Iyaudah sabar tungguin" balas Jihyo.
.
.
.
.
.

Bersambung....







Jihyo dan Tzuyu berterima kasih pada kalian yang sudah membaca.
Jika ada kritik dan saran boleh kalian sampaikan atau bahkan ide juga. Jangan lupa vote nya juga yah. Bye 👋🏻

Oneshoot JitzuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang