1.luluh?

1 0 0
                                    

🍩🍩🍩

Teriknya matahari membuat sebagian murid mengeluh, upacara yang memang lama terasa semakin lama.

"Ayo berdiri di sini!!!" Seru guru BP, yang mengiringi 10 siswa ke tengah halaman upacara.

Tanpa terpengaruh dengan 10 siswa tersebut upacara tetap berjalan dengan semestinya. Beberapa menit kemudian upacara selesai, semua murid meninggalkan halaman upacara kecuali 10 siswa tadi.

"Heh kenapa sih kalian selalu buat onar? Bapak tuh capek tau menghukum kalian." Suara tegas pak Anwar guru BP tak di hiraukan boleh ke 10 siswa itu.

"Barka kamu itu bisa ga sih ga usah jadi provokator, bapak pusing harus ngurusin begundal kayak kamu setiap hari."

Yang di sebut namanya malah cengengesan. "Gini loh pak! Saya itu harus bikin ulah, biar bapak ada kerjaan masa iya bapak cuma ongkang-ongkang kaki doang di kantor"

Ucapan Barka itu membuat semua temanya tertawa. "Heh kamu kira saya cuma ngurusin kamu doang?? Jangan kira bapak cuma ongkang-ongkang ya!! Udah kalian semua bersihin semua toilet di sekolahan ini dan sekalian bersihin ruangan samping club basket."

"Ih pak kenapa harus semua toilet sih!! Dan kenapa juga harus bersihin tuh ruangan kan capek pak!!!" Celetuk cowok berambut cepak.

"Van lo aja yang bersihin gua mah ogah." Balas Barka kepada cowok berambut cepak.

"Ga ada alasan ayo semua kerjakan"

🍩🍩🍩

Barka Adnan siswa kelas 2 ips5, wajah rupawan nya membuat hampir semua siswi jatuh hati kepadanya.

"Hey Barka nih gue bawain air minum dingin buat lo." Seorang cewek berambut curly memberikan satu botol air kepada barka.

"Oh Hananya gue... Baik banget lo kesambet apa hari ini? Ohh atau jangan jangan lo kasih racun di dalemnya?"

"Enak aja!! Kalo gue mau ngeracunin lo ga perlu repot repot ngasih minum ini. Gua suruh langsung minum racunnya lo mau." Ucap hana dengan langsung melempar botol minuman itu. Dan mengenai kepala Barka.

"Wooo yang bener dong ngasihnya. Han lo tuh ya... Tau aja kalo apa sih yang nggak buat lo, sekali pun lo nyuruh gue renang sampe bulan pun gue jabanin." Barka tertawa terbahak sementara Hana bergidik ngeri.

"Halah bacot lo. Dah gua ke kelas bay" Hana beranjak dari tempatnya berdiri sementar temannya Barka berkoar koar.

"Weh yang di kasih cuma mas Barka aja nih, yang lain ga ada gitu."

"Cie yang dah luluh sama pesonanya Barka."

"Han gue kecewa, kok lo berubah gitu. Ga ikhlas gue, lo ke Barka. Lo tuh pantesnya sama gue!" Teriak Vano si rambut cepak.

"Dih mending barka kemana mana." Timpal Hana di ujung belokan.

"Buahahahaha... Tuh dengerin bidadari gue ga mungkin mau sama beruk kek lo." Ucap Barka jumawa.

Dikatain seperti itu Vano langsung menerjang Barka dan mengaitkan antara lengan dan tangannya ke leher Barka. Terjadi pergulatan di antara keduanya.

🍩🍩🍩

BRAK!!!!

Suara meja kantin di gebarak oleh satu orang. Tiga orang lainnya menatap satu cewek didepannya dengan pandangan hina.

"Lo tuh muka dua ya!! Lo bilang nggak suka sama Barka sekarang apa!! Gue liat lo tadi samperin dia, ngasih minum segala."

Cewek yang di gebarak mejanya mendongakkan wajahnya ke arah empat orang itu.

Siapa pun cewek yang berhubungan dengan Barka maka bakalan berurusan dengan Reyna dan gengnya. Seperti sekarang cewek itu tadi dengan berani mendekati Barka.

"Lo kenapa? Takut kalo Barka jadian sama gue?" Tanya cewek itu.

"Halah mimpi lo!" Sanggah Reyna.

"Kenapa mimpi orang Barka dari awal suka sama gue. Dan inget ya!! Seorang Hana bertindak sesuai dengan keinginannya." Ucapnya tanpa rasa takut.

Tanpa aba aba Reyna langsung mengguyur Hana dengan es teh yang masih penuh milik Hana.

"Hahaha rasain lo! Awas aja lo berani deketin Barka lagi. Gue bakal ngelakuin hal yang lebih dari ini." Ancam Reyna dengan mengacungkan jari telunjuknya.

"Hah maksud lo ngelakuin hal lebih itu kek gini?" Hana yang sudah dongkol basah kuyup karena es teh, sekarang ganti ia menyiram Reyna dengan sisa kuah baksonya.

"Aaaa dasar ga tau diri!!" Teriak Reyna saat terguyur kuah bakso.

Melihat ketua gengnya terkena kuah bakaso membuat ketiga anak buahnya menyerbu Hana rame rame.

"Lah beraninya kroyokan!! Apa apaan nih!!"

Hana langsung di jambak, di dorong di tendang dan di seret ke tengah kantin.

Semua yang melihat hanya diam tanpa berani bertindak. Hana pun kewalahan karena dia sendiri sementara Reyna juga ikut Mengroyoknya.

PRITTTTTT

Suara pluit memekakkan telinga. Itu suara pluit pak Anwar. Siapa lagi yang punya selain pak anwar dan satpam.

"Kalian ngapain kek gini?" Ujar pak Anwar dengan menjewer telinga Reyna.

"Kalian berlima ikut bapak ke ruang Bk"

BARKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang