Alkisah di negri Priyangan ada seorang Insan yang bernama Qois Al Ganjavi Mulkasa yang masuk sekolah pada tgl 1 Agustus 1522.
Disanalah Qois bertemu dengan Layla Al Bantani Prameswari dan mereka mulai saling mengenalkan diri.
Dan saat Qois memperkenalkan dirinya di hadapan teman teman di dlm kelas.
Qois: Perkenalkan Nama saya Qois Al Ganjavi Mulkasa tapi sering di panggil Syah.
Mulai dari sana adalah awal mula Qois di panggil Syah oleh teman temannya dan Bapa Ibu Guru dan tentunya termasuk Ibu wali kelasnya yang bernama Bu Euis Al Tasiki
Pada tgl 3 Agustus 1522 saat Syah/Qois sedang berbincang bincang dengan Abdullah di kelas tiba tiba Layla datang
Layla: Permisi aku mau duduk !!
Syah/Qois seketika sadar bahwa yang didudukinya adalah bangku Layla ,
Tanpa berbicara sepatah katapun Syah/Qois Langsung berpindah tempat duduk ke samping Abdullah.
AKRAB UNTUK PERTAMA KALINYA
Pada tgl 6 Agustus 1522 saat Syah/Qois datang ke sekolah lalu masuk ke kelas dan ternyata dialah orang datang paling awal, SUNGGUH SANGAT RAJIN lalu tanpa pikir panjang Syah Langsung Romusha di kelasnya tanpa ada Suruhan Mandor (Piket kelas tanpa di suruh siapapun), WWOOOWWWW dan saat Syah memberikan kelas ,tentu saja ya kali sistem perjambanan , Syah menemukan fulus/Duit/Uang/dinero (Uang kertas) yang saat di periksa ternyata cuman sebekanya saja lalu dengan kesal Syah membuang sembarangan.
Singkat cerita saat waktu pembelajaran di sekolah sudah berakhir Syah seketika mengajak teman temannya yang kebagian jatah Romusha kelas untuk piket yang terdiri dari :
Javad Khalid khasimiri
Shahal Hidayat
Dan Ahmad Alam
dan saat itu Syah menemukan fulus yang dia temukan dari pagi seketika Syah membanting ke lantai Layla yang melihat hal Langsung bertanya ?.
Layla :
Syah kenapa kau membanting dinero itu ?
Syah Langsung memungut uang itu kembali dan menunjukkannya kepada Layla bahwa sannya itu hanya potong uang
Syah :
Lihat ini hanya potong uang saja, bukan uang seutuhnya
Layla yang setelah mendengarkan penjelasan Syah langsung tertawa ,sambil menutup mulutnya
Lalu tiba tiba ada Guru bahasa Turkiye yang lewat dan mendengarkan pembicaraan antara Layla dan Syah ,Guru bahasa Turkiye itu bernama Lukman Al Jabar.
Pa Lukman :
Hati hati loh siapa tau bakal ada timbul benih benih cinta di antara kalian
Syah :
ah bapa ini bisa wae (Aja) itu kan belum tentu terjadi
Pa Lukman:
siapa tau terjadi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya
Layla dan Syah :
Betul sih !
Lalu saat Syah memutuskan untuk menyapu lantai tiba tiba gagang sapu dan sapunya copot dan Layla tertawa bersama teman teman Awewe(cewe) lainya, Syah yang awalnya marah dan hendak melemparkan gagang sapu yang copot itu malah mengganti dengan sapu yang lain dan singkat cerita semua siswa siswi dan pa Lukman pamit pulang duluan sementara Syah,Javad,shahal dan alam menyapu memberikan kelas hingga bersih lalu mereka pulang ke tempat tinggalnya masing masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Layla & Qois (Tamat & Terbit)
Historical FictionSudah tersedia di Marketplace. Mengisahkan Qois Al Ganjavi Mulkasa yang mengasihi seorang Insan yang bernama Layla Al Bantani Prameswari yang baru akrab selama sepekan tetapi Layla dan Qois terpaksa berpisah karena sesuatu yang terjadi di internal...
