11. Healing

1.2K 143 45
                                        

AUTHOR POV

Mata panda, rambut kusut, pipi masih lengket sisa air mata, dan muka pucat udah mirip zombie deh pokoknya.

"Ngagetin gue lo." Seru Mahendra yang lagi prepare bawaannya untuk dibawa mendaki gunung.

Jeslin tiba-tiba nongol di pintu kamarnya dengan tampilan zombie nya itu karna nggak tidur dari kemarin semenjak ada masalah sama Joshua.

"Mahend, gue mau ikut mendaki." Ucapnya nekat. Padahal keliatan banget kondisinya nggak memungkinkan untuk diajak mendaki gunung.

Ini masih jam sembilan malem anyway.
Dan Mahend masih prepare sambil nunggu jemputan Juan dan Lisa.
Rose nggak ikut, nggak diizinin sama pacarnya itu. 😩

"Nggak usah ikut. Kalau ada apa-apa adanya gue dihajar Joshua ntar."

"Please.." Jeslin memohon. "Kalau gue di kos sendirian mulu, gue takut tiba-tiba minum baygon."

"Eh?"

.
.
.

Lokasi gunung di rahasiakan ya guys.
Pokoknya mereka lagi mendaki gunung malem-malem demi mengejar sunrise diatas awan besok paginya. Infonya sunrise di gunung ini yang terbaik dan kebetulan gunung lagi sepi yang mendaki jadi mereka berharap view akan lebih alami dan lebih indah lagi.

"Jeslin are you okay? Lo keliatan capek gitu. Banyak tugas kuliah apa gimana?" Tanya Lisa.

"Dia lagi ada masalah sama cowoknya." Mahendra yang jawab.

"Really?" Lisa malah keliatan seneng.

"Emang nggak ada akhlaknya lo Lis." Komentar Mahendra.

"Udah-udah yuk lanjut jalan." Kata Juan. "Gue play music ya.." Lanjutnya lalu memutar salah satu lagu kpop andalan yang cocok jadi teman mendaki.
Lagu kpop yang bikin trauma fans exo dan fans b.a.p jaman dulu.

Oke skip.

🎶Busker Busker - Cherry Blossom Ending 🎶

.

Sepanjang mendaki, Jeslin keliatan murung mikirin Joshua yang maybe malah akan menikah sama Shafa nantinya.
Hubungannya yang seumur jagung itu jadi makin nggak ada apa-apanya sekarang.
Memang sih belum pasti, tapi Jeslin yang mudah overthinking tentu akan berpikir buruknya lebih dulu saat ini.

Mahend, Juan, dan Lisa berusaha hibur Jeslin sepanjang perjalanan menuju puncak. Mulai dari cerita lucu, joget-joget, nyanyi, ngelawak, semua dilakuin tapi mentok Jeslin senyum kecil doang.
Udah capek mendaki, ditambah harus menghibur temen yang lagi galau. Ck. Syukurlah temen-temennya itu sama sekali nggak anggap Jeslin sebagai beban. :')

.

Udah setengah jalan,

Jeslin tiba-tiba berhenti karna mendadak pusing.
Juan dan Lisa udah didepan jadi nggak sadar kalau Jeslin lagi nggak baik-baik aja sekarang. Cuma ada Mahendra nih yang emang tugasnya jalan di barisan paling belakang.

"Makanya kalau lagi nggak enak badan tuh nggak usah ikut." Malah diomelin. "Ck. Yaudah duduk dulu situ Jes. Gue nggak mau gendong ya, bukan muhrim." Lanjut Mahendra.

Jeslin duduk diikuti dengan Mahendra yang kemudian terlihat buka tasnya, ngeluarin termos mini punya dia yang isi air panasnya cuma bisa buat nyeduh kopi satu gelas tapi terpaksa dia relain buat bikin air gula anget untuk dikasih ke Jeslin sekarang.

Dear J (Joshua x Jisoo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang