case 02

55 7 2
                                        

"Setan pink? Dasar tidak sopan, kau manusia pantat ayam!"

Perempatan siku-siku imajiner seketika muncul di dahi Sasuke. Beraninya makhluk ini menyebut dirinya pantat ayam! Apakah dia tidak tahu kalau potongan rambut seperti ini sedang tren?

Detektif Uchiha itu pun memijat pangkal hidungnya pelan kemudian melirik kembali pada gadis pink yang masih menatapnya dengan sebal. Sesekali ia melihat gadis itu menggumamkan sesuatu yang tidak dapat ia dengar dengan jelas.

Malam semakin larut dan udara terasa semakin dingin. Setelah gerutuan gadis ber-tittle 'setan pink' tadi reda, keheningan pun menyelimuti ruangan tersebut.

"Jadi, kau bisa melihatku?" ucapnya beberapa saat kemudian. "Tapi... bagaimana?"

Tch

Kalau ditanya bagaimana, Sasuke juga tidak tahu. Bukankah seharusnya dialah yang bertanya pada gadis—atau entah makhluk apa di hadapannya ini? Contohnya, seperti siapa dirimu? Bagaimana kau ada di sini? Jadi kau... adalah hantu atau? Atau mungkin semacam apakah semua setan itu cantik seperti dirimu?

Tch

Sasuke kembali memijat pangkal hidungnya—kali ini lebih keras.

"Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu, Nona?"

Sasuke melihat gadis pink itu menggelembungkan pipinya sebal. Ia tak berkomentar apapun saat melihat gadis itu—menghentakkan kakinya?—dengan kesal lalu pergi—melayang?—semakin mendekati dirinya. Pria itu tetap diam memperhatikan bagaimana gadis itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Aku... aku tidak pernah bertemu dengan orang yang bisa melihatku sepertimu. Kau yang pertama," ujar gadis itu pelan. Manik emerald-nya tampak sendu.

"Hn, tentu saja. Kalau tidak, aku yakin seluruh departemen sudah heboh sejak lama." Sasuke menimpali, masih memperhatikan tubuh mungil gadis di hadapannya.

"Tch." Gadis itu berdecak sebal. Manik sendunya berubah sinis lalu memandang datar ke arah Sasuke. "Ya, ya, seperti aku ingin berada di sini saja."

Detektif Uchiha itu mengangguk paham. Pikirannya mulai berkelana pada beberapa kemungkinan gila—yang beberapa di antaranya tentu saja sangat tidak ilmiah—tentang mengapa gadis itu bisa berada di sini atau mengapa baru saat ini ia melihatnya. Sasuke bukan pertama kalinya berada di kamar mayat sementara ini malam-malam. Seperti yang sebelumnya Temari bilang, pria itu sepertinya memang punya hobi kencan dengan para mayat.

Ah

Atau apakah kehadiran gadis ini ada kaitannya dengan kasus yang sedang ditanganinya?

Sasuke memang sering berada di sini, tapi malam ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi korban bunuh diri kedua tersebut sendirian. Pada kasus sebelumnya, pria itu hanya sempat melihat mayat korban sebentar, itu juga bersama dengan rekan setimnya yang lain. Sasuke pada saat itu sedang sibuk mengurus proses transfernya dari divisi lain.

Hanya saja, untuk ia bisa melihat makhluk halus cantik itu di sini sekarang, bagaimana caranya? Heh. Sasuke hanya menggelengkan kepalanya bingung.

"Jadi sejak kapan kau ada di sini, Nona?"

"Hmm, Sakura, kau bisa memanggilku, Sakura, err—" gadis itu melihat nametag Sasuke yang masih tergantung di lehernya, "—Detektif Uchiha. Aku di sini, entahlah sudah lama sekali. Aku tidak benar-benar ingat bagaimana aku ada di sini atau siapa aku? Aku juga tidak bisa pergi ke mana pun selain berputar-putar di gedung ini."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 22, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

a lady in pink [sasusaku au]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang