"Rion!! Ayoo!" Teriak (name) semangat sembari memanggil dan menyuruh Rion berdiri
"Baiklah (name), tunggu sebentar"
"cepatt!!"
"Huftt, sabar"
"Mari, saya akan mengantarkan, sampai penerbangan di dalam"
"Baiklah, terimakasih" jawab Rion kepada supir nya sembari tersenyum ramah
_____________________________________________________
/Skip pas di perjalanan
____________________________________________________
Di sini (name) and Rion sudah berada tepat di dalam pesawat, bahkan mereka sudah duduk di kursi yg sudah di sediakan, bahkan supir nya juga sudah pulang
Rion terlihat sangat anteng, berbeda dengan (name), istri Rion. yg benar² hiperaktif, tidak bisa diam
(Name) sudah membuka tutup gorden dari kaca nya, lalu bermain hp, mendengarkan musik, menoel² pipi Rion, dll
(Name) memang anak yg hiperaktif
Ini satu alasan (name) bisa kenal bahkan menjadi istri sang Rion
Dia yg memulai perkenalan nya dengan Rion saat masih kecil
__________________________________________________
'Rion aku laparr' pada akhirnya (name) berbicara kepadaa Rion yg sedang anteng² (suaminya anteng, istrinya kagak /plak)
'hm? Kau lapar?, Aku membawa roti tdi, sebentar ya' ucap Rion sambil membuka tas nya
'Ini, makan ayo' ucap Rion sambil memberikan sebuah roti selai strawberry
'hmmm?, T-terimakasih' ucap (name) dengan muka agak kemerahan
'Baiklahh, makan ya' ucap nya sambil memberi senyuman manis nya (maigatt /MLEYOTT)
__________________________________________________
/Skip pas udah sampe (Nisa ilang ide)
________________________________________________
"Pesawat Seoul menuju Tokyo sudah sampai, harap untuk mengencangkan sabuk pengaman anda, pesawat akan mendarat.
Sekali lagi, pesawat Seoul menuju Tokyo sudah sampai, harap untuk mengencangkan sabuk pengaman anda, pesawat akan mendarat'
Ucap sang pramugari
Saat itu (name) sedang tidur, dan Rion yg sedang mendengarkan musik langsung mencabut earphone yg berada di telinga nyaa
Setelah tau apa yg di umum kan pramugari tersebut, Rion langsung membangun kan (name) dan langsung menyuruh (name) untuk mengencangkan sabuk pengaman nya
_________________________________________________
"(name) ayo bangun, pesawat sebentar lagi akan mendarat" ucap Rion yg berusaha membangun kan (name) dengan tangan nya yg menepuk² pelan kepala (name)
"Ughhh?, Pesawat akan mendarat ya?" Ucap (name) yg setengah sadar
"Iya (name) hahhah, kau lucu sekalii, ayoo kencangkan sabuk pengamannya"
"B-baiklah" jawab (name) dengan muka yg di paling kan ke pinggir agar Rion tidak melihat wajah nya yg benar² sudah merah seperti kepiting rebus serta tangan yg sibuk mengencangkan sabuk pengaman nya
TBC
_________________________________________________________
Haiii² kembali dengan watashi di sini, hhahhhhaahhah
Gimna² cerita nyaa? Ahhah, pendek ya??, Maaf soalnya lgi gak encer otak nya, mna lagi PAS
Maaf jdi jarang buat upp nihhh
Hahhaah maaf ya readers yg cakep²
Okke gitu aja, soalnya ini aku lgi di sekolah bentar lagi mau mulai PAS ehehe
Jangan lupa vote, komen and follow yaa
Babaii jangan kangennn
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙼𝚢 𝙷𝚞𝚜𝚋𝚊𝚗𝚍 (𝚁𝙸𝙾𝙽 𝚁𝙰𝚈𝙼𝙾𝙽𝙳 𝚇 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙴𝚁𝚂)
Acak[Follow dlu sebelum baca. Ga maksa cuma wajib] Ini cerita nanaa Ayokk bacaa dan selamat menghaluu dengan sang Rion Raymond. Maaf klo ceritanya enggk sesuai ekspektasi kalian atau garing atau pun enggk seru dll... Jangan lupa vote dan komen yg banya...
