That's How It Ends

16 2 0
                                        

Note : Dialog Yohan dan Karin tidak miring dan dialog bergaris bawah artinya ucapan yang tidak disuarakan. Semoga mengerti :)

---**---

A day that should be full of happiness...


Gadis dengan rambut panjang bergelombang itu menyusuri jalan trotoar. Mengenakan jeans panjang berwarna khaki dengan paduan turtleneck coklat muda membawanya menuju cafe paling ramai di tengah kota. Tujuannya hanya satu, memastikan kembali bahwa ia dan masa lalunya telah selesai. Langkah pelan tersebut masih terlihat anggun, meskipun sesuatu di dada mulai bergemuruh tak pasti. Selangkah lagi menuju pintu ia gunakan untuk bernapas dengan baik, meninggalkan segala kegelisahan yang masih mengikutinya.

"You will be okay Yin, just do it "

- # -

Jika dikatakan kalau move on itu susah, ya beneran susah. Lelaki bersurai coklat muda yang kini duduk di ranjang berukuran single bed itu mulai mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas. Biasanya, hari ini adalah hari dirinya untuk bersiap merayakan sesuatu yang spesial. Dulu, setelah dirinya pulang dari kantor, selalu ada notifikasi yang ditunggunya. Dan itu harus berakhir setahun yang lalu, akibat keputusan yang menurutnya baik untuk semua pihak. Padahal sampai saat ini saja masih ada kepingan rasa miliknya yang hilang. Baik menurutnya itu mungkin sedikit melenceng dari apa yang diharapkan. Dan kini, penyesalan pun sudah tidak diperlukan.

" Dia masih ingatkah?"

Sulit sekali untuk si lelaki agar berhenti dari memikirkan seseorang dimasa lalu. Setahun rasanya masih belum cukup untuk melengkapi hati kembali. Sudah diingatkan berkali-kali oleh teman sejawat untuk memulai lagi, namun gengsi masih memunculkan eksistensi. Kalau sudah begini ya sudah, lanjutkan saja menahan diri.

" Ini untuk yang terakhir, habis itu ya udah, selesai. Dia juga pasti sudah move on, yakali masih galau nggak jelas gini"

Setelah memastikan outfit yang dikenakan sesuai dengan keinginan, si lelaki mulai melangkahkan kaki untuk keluar dari kediaman, menuju tempat yang seharusnya menjadi titik untuk kisahnya hari ini dan tidak ada tambahan huruf apapun dibagian selanjutnya. Semoga saja.

" Sudah lama nggak kesini Yin, lagi nunggu orang? Atau memang mau quality time sendiri?"

Yin, adalah panggilan singkat dari Karin, nama dari gadis yang ingin menyelesaikan masa lalunya hari ini. Kebetulan Karin dan pegawai kafe sudah saling mengenal, sehingga tidak memunculkan rasa dongkol di hati.

"Iya, kemarin-kemarin sibuk banget. Biasalah mau akhir tahun, hectic. Lagi nggak nunggu siapa-siapa, kangen aja udah lama nggak kesini, hehe"

Pegawai kafe hanya tersenyum dan mengangguk, mendapatkan semua jawaban dari pertanyaannya tadi. Kemudian meninggalkan Karin yang mulai menikmati pesanannya. Setiap kali dirinya menyesap minuman favorit, disaat itu pula potongan kejadian muncul sekilas di kepalanya. Seakan membuka kembali kenangan yang seharusnya disimpan saja. Karin menggelengkan kepala, menghalau sekelebat peristiwa manis namun pahit tersebut yang terjadi secara bersamaan. Setahun mencoba move on rusak karena sesapan latte sekali teguk, dan Karin sangat tidak suka sesuatu yang sia-sia dalam hidupnya.

Kriing..

" Yow bro, what's up! "

Yohan hampir saja terjungkal, belum siap langkahnya mendarat dengan sempurna sudah mendapat sambutan heboh secara tiba-tiba.Ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu, sambil mengatur nafas yang tersengal akibat berjalan namun dengan tempo yang cepat.

All About EndsWhere stories live. Discover now