🐰
Hari sudah malam terlihat keluarga Alexander tengah memakan makanannya dengan tenang, bisa di rasakan ada kecanggungan di antara mereka, terutama si kembar Vano dan Vino.
"Vano selesai"ucap Vano kemudian berdiri meninggalkan meja makan dan masuk ke dalam kamarnya.
"mom Vino-"ucapan Vino terpotong oleh ucapan dadynya.
"besok kamu mulai masuk ke sekolah, ini kunci motormu, saya harap kamu tidak membuat masalah di sekolahan, dan ingat lebih baik kamu jauhi anak saya"ucap Dady dingin kemudian meninggalkan Vino di susul dengan sang momy.
Sedangan Vino hanya diam di tempat, tangannya meremat kuat kunci sepeda motor tersebut, padahal jelas-jalas dia juga anaknya tapi kenapa.
"hufft"Vino hanya menghela nafas kemudian masik ke dalam kamarnya, lebih baik dia istirahat sekarang.
Di sisi lain Bik asih hanya memandang sendu ke arah anak majikannya tersebut, dia tau segalanya tapi dia lebih memilih diam.
Keesokan paginya Vino memutuskan untuk langsung berangkat sekolah tanpa sarapan, dia memutuskan untuk sarapan di kantin, lagipula dadynya sudah memberinya uang saku untuknya, dan dia juga belum siap jika harus melihat tatapan dingin keluarganya.
Brumm brumm
Suara motor memasuki area sekolah mengalihkan pandangan para siswa maupun siswi di sana.
"tumben Van pagi"ucap Aldi kepada seseorang yang baru saja turun dari motornya.
"lo siapa?"tanya Vino heran
"lah si anjir ini gue Aldi, masak iya lo lupa sih"ucap Aldi
"jangan bercanda deh Van"tambah Darel yang di angguki oleh kedua sahabatnya.
"lah lo siapa anjir gue gak kenal sama lo pada"ucap Vino sinis, dia bahkan baru datang kemari bagaimana mungkin dia mengenal orang lain disini.
"kok lo gitu sih Van,kita kan ud--"ucapan Bastian terhenti ketika sebuah motor memasuki kawasan parkiran
Sontak saja Semua murid disini histeris melihat apa yang mereka lihat, di parkiran ada dua Vano, apa mata mereka yang salah tapi tidak mungkin.
"ngapain lo?"tanya Vano kepada ketiga sahabatnya yang sedang berbicara dengan Vino.
"lah Vano lo, terus ini siapa? "ucap Bastian memandang cengo ke arah mereka berdua.
Sedangkan Vino dia lebih memilih untuk pergi dari sana, dia lapar dan juga dia harus menemui kepala sekolah, dari pada melihat drama mereka lebih baik ia bergegas ke kantin dan sarapan.
Masalah dimana letak kantinnya, nanti dia bisa menanyakan itu kepada murid yang ada disini.
"Van jangan bilang itu tadi kembaran lo"ucap Aldi yang di jawab anggukan oleh Vano.
"anjirlah pantes kagak ngenalin kita"tambah Aldi yang diangguki oleh kedua sahabatnya.
"huft kelas"ucap Vano kemudian meninggalkan kedua sahabatnya.
"eh tunghuin kita van, anjinglah di tinggal"ucap Darel ketika mengetahui bahwa mereka telah di tinggalkan oleh Vano.
🐰
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVINO || END
Teen FictionOrang bilang memiliki saudara kembar itu menyenangkan. namun itu tidak berlaku bagi Devino Leonardo Alexander hanya karna kembarannya Devano Leonardo Alexander yang lahir 5 menit lebih tua darinya dia jadi diasingkan oleh keluarganya, hanya karena i...
