FAnJA 03✨

3 2 0
                                    

🐌🐌

"Itu kembaran Thira ga sih lihat beda banget padahal kembar loh"
"Adek nya udah cantik ramah anggun lagi ga kayak dia"
"Senja ga sih namanya kalo ga salah dia tamatan dari Bandung"
Masih banyak lagi bisikan-bisikan yang dapat di dengar Senja

"Merasa jadi artis dadakan nih gue lewat sini"
Batin Senja,seraya berjalan menuju kelasnya dengan rambut yang panjangnya hanya sebatas bahu berwarna coklat tua memberi kesan tersendiri bagi senja

Dengan sorot mata teduh yang sedikit sipit Senja berdiri di depan pintu kelas yang tertutup,didalamnya telah berdiri seorang guru perempuan yang sedang memperkenalkan diri dihadapan murid-murid baru

Tok tok tok~
sura ketukan pintu yang terdengar langsung memberhentikan kegiatan perkenalan tadi.
"Assalamu'alaikum" ucap senja seraya memasuki kelas.
"waa'laikumussalam,kamu bukannya siswi yang tadi pagi dihukum karena terlambat kan?tanya buk Sukma selaku wali kelas IPA 1 yang terlihat masih cantik di usianya yang terbilang tidak muda lagi
"Iya buk" jawab Senja dengan ramah ."baiklah karena semua teman mu telah memperkenalkan diri sekarang giliran kamu yang memperkenalkan diri di depan sini" kata bu Sukma mempersilahkan Senja berdiri di depan

"Kenalin nama gua Atheya Naula Senja kalian bisa panggil gue Senja"ucapnya seraya berdiri di depan papan tulis

"panggil sayang boleh gak"
"08 berapa tuh nengg"
"Nanti pulangnya naik apa?"
"123 eh ternyata ada cewe cantik" ucap salah seorang siswa walaupun pantunya tidak nyambung sama sekali

"mau ga jadi pacar abang"
huuuuuu modus~

Ucapan zidan yang di hadiahi tampolan dan sorakan dari penghuni ipa 1
"sudah jangan ribut, Senja silahkan duduk di bangku yang masih kosong" lerai Bu Sukma

"Hai senja... Senja senja siniii" ajak seorang siswi dengan hebohnya ia Vivian Anastasya gadis polos nan cerewet dan periang yang duduk di bangku paling belakang

Senja pun duduk di sebelah Vivi dan langsung di suguhi dengan pertanyaan dari gadis tersebut "hai kenalin aku Vivi nah di depan kita itu Zidan dia tetangga dan teman aku dari kecil dia nyebelin banget orangnya dan yang disebelah Zidan itu kalau ga salah namanya Alfa deh"ucap vivi seraya memperkenalkan zidan dan Alfa kepada Senja
"Senja" ucap senja singkat padat dan jelas. Vivi yang mendengarnya pun meangukan kepalanya, Zidan dan Alfa yang masih menghadap kebelakang pun membuat Senja menjadi risih

"Ngapain lo pada liatin gue segitunya" Zidan yang gelagapan menjawab "gue temannya vivi"
"Gue udah tahu"jawab Senja lalu sibuk dengan buku yang sedang di bacanya.

"Menarik juga" ucap Alfa yang mungkin hanya terdengar oleh dirinya sendiri

"Huuu Zidan mah kegatelan mulu sana ngadep depan" ungkap Vivi yang di bales Zidan tak kalah sewot "berisik banget lo kaleng rombeng"

Setelah kegiatan perkenalan diri tadi bu sukma keluar dari kelas dan mengizinkan murid ipa 1 untuk beristirahat karena lonceng keluar main telah berbunyi.

🐌🐌

Senja dan Vivi berjalan beriringan menuju kantin tentu saja itu atas ajakan Vivi,setelah sampai di kantin Senja memilih memesan makanan dan Vivi memilih duduk dimeja yang telah diisi Zidan dan Alfa karena bangku yang lain sudah terisi penuh.

Prang~

Suara pecaha piring terdengar ke penjuru bagian kantin

"Lo bisa bisa ngelihat ga sih!"hardik siswi bernama Rere."maaf kak aku ga sengaja"mohon siswi yang menabrak Rere tadi. Padahal kejadian itu bukan salah siswi tersebut tapi memang murni kesalahan rere yang kalau jalan se enak jidatnya saja.semua itu tak luput dari pandangan Senja.

"Sekarang gue ga mau tau lo harus bersihin sepatu gue"perintahnya kepada siswi itu,siswi itu berlutut dan membersihkan sepatu Rere tapi di halangi oleh seseorang.


"Berdiri"kata Senja tanpa ingin di bantah
"t-tapii" jawab siswi itu dengan takut,Rere yang melihat itu langsung saja naik pitam

"Apa-apaan lo jangan sok-sokan jadi pahlawan kesiangan deh"hardik Rere pada Senja

Keributan itu disaksikan banyak pasang mata termasuk Vivi, Alfa dan Zidan yang dari tadi melihat kearah senja
"Keren banget si neng Senja"ucap zidan yang di angguki Alfa dan Vivi.

"Parasit" ucap Senja yang di pelototi oleh Rere."lo bilang apa hah"murka Rere
"Orang-orang kayak lo ga pantes sekolah disini,orang yang ga bisa memanusiakan manusia" ucap Senja yang di hadiahi tepuk tangan dari semua murid yang ada di kantin
"Dasar sampah" kata Senja seraya berjalan meninggalkan Rere yang sedang menanggung malu.

"Liat aja nanati gue ga akan segan-segan buat bikin lo bertekuk lutut di hadapan gue" ucap Rere yang di soraki oleh siswa-siswi SMA Melati.

🐌🐌

"Nja sumpah lo keren banget udah kayak di tipi-tipi aja"kata zidan sambil mengacungkan dua jempolnya.Senja yang melihat itu pun hanya tersenyum simpul

Berbeda dengan Alfa yang sibuk memperhatikan Senja sambil memakan makanan yang telah di pesanya pada ibu kantin.

"Apa lo lihat-lihat" ucap senja yang langsung membuat Alfa tersedak

Uhuk uhuk..
"Lo kenapa fa? Makanya kalo makan jangan buru-buru" ceramah Zidan pada Alfa,udah kayak ibu memarahi anaknya saja
"Berisik lo!buru makan keburu bel"ucap Alfa sambil mengalihkan pertanyaan Senja tadi.

"Nja ajarin aku kayak kamu tadi dongg"pinta Vivi pada Senja karena menurut Vivi perlakuan Senja tadi itu sangatlah keren.

"jangan banyak tingkah deh vi gua aduin bunda nyaho lu"ancam Zidan pada Vivi karena mereka udah kayak kakak adek dan orang tua meraka juga berteman baik

"Dasar tukang ngadu" cibir Vivi pada Zidan

Setelah jam istirahat selesai mereka berempat menuju kelas dan mendengarkan perkenalan diri dari guru yang mengajar matematika, namanya pak Andi ia masih berusia 30thn.

"Ngebosenin banget dari tadi guru yang masuk perkenalan diri mulu" bisik Zidan yang di balas jitakan oleh Alfa

🌱🌱

Maaf ya kalau cerita aku ngebosenin maklumlah kan aku baru belajar hihi😅

Jangan lupa vote ya bagi kamu yang sedang baca cerita aku

Spam emot disini aja ya xixi🙆🏻‍♀️

p~♡!!

FAnJATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang