FAnJA 10✨

7 2 0
                                        

Haloo🤸🏻‍♀️
Apa kabar semuanya😘

Kapan nih kalian baca cerita aku?pagi siang atau malam ya🤔

Jangan lupa tinggalkan jejak!!

Maklum masih banyak typo nya 😢

Happy reading!!

🐣🐣

Di kediaman  Sagara saat ini terlihat sangat sepi tapi itu hanya diperkirakan sebentar saja karena kedatangan seorang gadis yang sangat bawel

"Zidannn buruan turun  tar kita telat lohh" gadis itu berteriak merasa sedang berada di dalam hutan

"Iya Vivi jangan berisik ngapa"

"Tar keburu sore lohh"

"Astaghfirullah vi ini aja baru jam sebelas kan kita janjinya sama mereka habis Dzuhur"ucap Zidan frustasi

"Aku ga mau tauu Sekarang kita ngumpul di rumah Senja aja! titik gak pake koma"

"Serah lo aja cil sekarang kan gue yang bonceng elo"ucap Zidan memutar kunci motornya

"Sirih li iji cil sikiring kin gii ying bincing ili"ucap vivi memanyunkan mulutnya

"Udah cepat buruan naik,tadi aja kebelet banget ingin pergi"dengan cemberut Vivi menaiki motor Zidan

"Pegangan cil tar kalo nyungsep jangan salahin gue ya"ucap Zidan yang langsung melajukan motornya tak lupa Vivi melingkarkan tangannya pada pinggang Zidan

Ketika menuju rumah Senja, Zidan melirik kaca spion ia tersenyum melihat tingkah Vivi yang di sepanjang perjalanan sibuk saja menghitung pohon-pohon yang tertanam di pinggir jalan

"Dua lima,dua enam,dua tujuh,dua delapan,dua sembilan,dan yaaaaah tiga puluhhh horeee"girang Vivi yang bertepuk tangan Zidan yang menyaksikan itu pun menarik tangan Vivi menuju pinggangnya

"Senang banget ya cill,tapi jangan lupa pegangan tar lo jatuh"ucap Zidan dan Vivi pun mengeratkan pelukannya pada pinggang Zidan

~~~

Di lain tempat tepatnya di rumah Senja Alfa yang sedang memainkan ponselnya ia di kagetkan dengan kehadiran Thira,dengan anggunnya Thira menduduki kursi yang berada di depan Alfa

"Kamu pacarnya Senja kan yang sering anterin Senja pulang?"tanya Thira dengan senyum yang tak pernah luntur dan langsung membuat Alfa terkejut dengan penuturan dari saudara kembar Senja tersebut

"Ee-enggak kok gue temannya Senja yang tepatnya kita satu kelas"jelas Alfa

"Yaa jadii kamu bukan pacarnya Senja ya"ucap Thira lesu

"Bukan kita cuma teman doang" ucap Alfa "semoga aja bisa lebih dari sekedar teman"sambung Alfa didalam hatinya

"Padahal aku pikir kalian itu pacaran loh,sebab dulu Senja ga pernah sedekat ini sama laki-laki,untuk sekedar ngobrol aja dia enggan"jelas Thira memberi satu fakta tentang Senja kepada Alfa

"Masa iya? lo gak bohong kan"selidik Alfa tapi tak melihat kebohongan dari gadis itu

"Ya iya lah ngapain aku harus bohong ke kamu apa untungnya di aku,ga ada kan"ucap Thira yang di angguki oleh Alfa

"Ok gue percaya dengan apa yang lo bilang"ucap Alfa

"Kamu dengar ya kamu itu harus selalu bikin Senja bahagia jangan sampai kamu bikin dia nangis,kalau itu terjadi aku akan bunuh kamu"ancamannya  pada Alfa

"Iya gue janji gue bakal selalu bikin Senja bahagia"ucap Alfa "tanpa lo suruh pun gue juga bakal lakuin itu"

"Nah gitu dong kalau gitu aku pamit ke kamar dulu ya,takut nanti keburu senja datang"ucap Thira yang dibalas anggukan boleh Alfa

"Oh iya satu lagi nanti jangan bilang apa-apa ya ke Senja,aku ga mau Senja marah gara-gara aku ikut campur"ucapnya meninggalkan Alfa

"Ngapain juga gue bilang ke Senja  di pikir gue ember apa"gumam Alfa

Setelah lama menunggu akhirnya Senja keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Alfa

"Duhh sory banget ya fa gue lama jadi ga enak"ucap Senja tak enak hati

"It's ok,santai  lagian Vivi dan Zidan juga belum datang nanti kan kumpulnya juga disini"jawab Alfa

Tin tin~

Suara klakson dari Zidan mengalihkan atensi keduanya

"Nah tuh baru aja di omongin dah datang tuh dua curut"ucap Alfa

"Panjang umur  dah tuu"ucap senja menuju Zidan dan Vivi, Alfa yang mendengar penuturan Senja pun terkekeh dan langsung saja ia mengikuti Senja menghampiri kedua temannya yang batu datang

"Eh kita mau langsung jalan aja kan"tanya Vivi  tanpa turun dari motor Zidan

"Gue sih menurut kalian aja"ucap Alfa

"Lo berdua ga mampir dulu gitu?"tawar Senja

"Kapan-kapan aja nja kita mampirnya nih Vivi kebelet banget dari tadi takut telat katanya"ucap Zidan yang di angguki Vivi

"Oh yaudah yok jalan"ucap senja seraya menaiki motor Alfa tak lupa ia berpegangan pada pinggang Alfa

Keempat remaja tersebut meninggal kan pekarangan rumah Senja dan melajukan motor mereka dengan kecepatan sedang,
padahal nanti mereka juga nonton paling jam tigaan tapi entah kenapa Vivi begitu buru-buru, tanya aja ke Vivi kok  buru-buru banget kan cuma dia yang tau xixi.

🌱🌱

Dah segitu dulu ya teman-teman jangan lupa beri vote dan komennya💜

Pencet loh ya bintangnya🙄

p~♡!!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 29, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FAnJACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang