lo diposesifin sama pacar? pasti awalnya lo bakal ngira 'SERU' banget kayak di novel-novel kan? hahaha jangan berekspetasi terlalu tinggi kawan itu hanya ada di novel-novel.
apa lagi kalau pacar lo seorang ketos, jangan harap kalian punya waktu yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Ay, tolong laaahh," kata gadis cantik berwajah menggemaskan itu dengan cemberut.
"Gak,"
"Ayeeennn,"
"Sekali nggak tetep nggak, Cila." katanya tegas.
"Pleaseeeee.... Kan aku sakit maag, bukan alergi dingin."
"Nggak, Calista!" suara tegasnya mengguncang rooftop.
"Hik, Kak Rayeeennn, huhuhuu...," Mampus, maksud Rayen bukan dipanggil 'Kak' juga, Cila. Kalau begini kan, Rayen jadi tidak bisa marah.
"Hadehh, iya udah. Iya," pasrah Rayen
"Yeeyyy!" Cila bersorak riang.
"Dengan satu syarat...,"
"Apa kak, apa kak?!"
"Ariella Calista Artharin, hanya boleh memakan makanan bernama es krim seminggu sekali. Dengan ijin dari saya, Rayen."
"Sip! Gak masalah! Makasih, Rayen." kata Cila sambil memeluk bahu Rayen.
"Ayoo beli es krimnyaaaa!" ajak Cila sambil menarik tangan Rayen.
"Belinya nanti pulang sekolah Cila, bukan sekarang,"
"Yahh, 'kan Cila maunya sekarang Ayennn...," cemberut Cila.
"Nanti atau nggak sama sekali." tegasnya.
"Issh, iya-iya!"
"Jangan cemberut," suruh Rayen.
"Cila nggak cemberut Rayennn!"
***
Di sisi lain, lebih tepatnya di kelas, Devan dan Cia sedang duduk di posisi tengah sebuah ruangan dengan air conditioner dengan suhu 23°, papan tulis 3×1 meter, kelas. Cia sedari tadi sedang membaca materi dari buku, ponsel, dan menulis serta meng-highlight apa saja yang menurutnya penting. Sementara Devan hanya melamun dan melihat wajah fokus Cia yang menurutnya sangat cantik.
Cia yang merasa diri nya diperhatikan pun menolah dan mendapati Devan yang tengah bengong dan sedang memandangi wajah nya itu.
"Heh, Devan!"
"Devan!"
"DEEEVAAAANN!" teriak Cia yang akhirnya memecahkan lamunan Devan.
"Eh, iya-iya."
"Belajar, Devaaaaannnn! Besok ulangaann!"
"Iya,"
"Belajarr jangan iya-iya kamu"!
"Nanti,"
"Sekarang Devann!"
"Nanti Cia, sekarang aku mau fokus liat wajah bidadari yang ada dihadapan aku ini lagian kan ulangannya besok bukan sekarang," jawabnya sambil tersenyum manis.