sept

1.6K 142 18
                                        

Hari ketiga, masih sama seperti dua hari sebelumnya dimana Junghwan masih mendiamkan Doyoung. Hari ini ada pelajaran olahraga tapi kelas Doyoung sama Junghwan harus disatuin karena guru olahraga kelas Junghwan ada urusan di luar kota, jadi kelas 12 dan kelas 11 nya dijadikan satu saat jam pelajaran olahraga.

Materi kali ini tentang bola basket, kebetulan Junghwan dan Jeongwoo merupakan anak basket kebanggaan sekolah jadi keduanya ditunjuk oleh guru olahraga Jeongwoo untuk memperagakan gerakan setelah sebelumnya mereka tadi pemanasan dan lari keliling lapangan sebanyak dua menit.

Junghwan yang namanya di sebut pun langsung berdiri dan memisahkan diri dari barisan kelasnya, begitu pula dengan Jeongwoo.

Kedua kakak beradik itu berdiri berdampingan dibelakang guru olahraga yang sedang menjelaskan beberapa tekhnik.

"Karena bapak percaya sama kemampuan dari Jeongwoo dan Junghwan jadi kalian yang memperagakan gerakan yang sudah kalian pelajari selama ikut ekstrakurikuler basket."

Jeongwoo maupun Junghwan mengangguk paham, kelas pertama yaitu kelas Jeongwoo sedangkan Junghwan hanya memperhatikan dari bawah ring tugasnya mengambil bola jika terpantul jauh.

Setelah nama Haruto, giliran Doyoung kini ia merasa gugup apalagi saat bertatapan dengan Junghwan yang memandangnya datar tanpa senyuman sedikitpun.

"Gue yakin lo bisa, anggep aja adek gue gak ada." Bisik Jeongwoo dan memantulkan bolanya ke arah Doyoung.

Baru saja pluit akan ditiup, Doyoung yang tidak siap pun kepalanya terbentur oleh bola dan Junghwan dengan sigap langsung menolong dan membuang bola basket cadangan yang ia pegang.

"KAK!" Teriak Junghwan, ia langsung menggendong Doyoung ke UKS tanpa memperdulikannya tatapan teman-temannya dan juga guru olahraganya.

"SUSULIN YANG!" Haruto memukul-mukul pundak Jeongwoo membuat pacarnya itu langsung lari mengejar Doyoung dan juga Junghwan.

Sesampainya di uks terdapat Eunchae yang memang sedang bertugas.

"BAWA SIAPA LO?!"

"TOLONGIN CHAE, PLEASE."

Eunchae mengangguk, ia memberi bau aroma terapi ke hidung Doyoung.

"Dia kenapa?"

"Gak sengaja ke lempar bola sama bang Jeongwoo."

Eunchae mengangguk, "lo tungguin gue mau buatin dia teh anget dulu dan dia cuma pingsan sebentar gak kenapa-kenapa."

Junghwan menurut, ia duduk di bangku samping ranjang uks dengan tangan yang menggenggam sebelah tangan Doyoung.

Tak lama Haruto maupun Jeongwoo tiba di UKS.

"Hwan, sorry gue lemparnya kekencengan tadi."

"Gak papa bang, emang kayaknya gue harus berhenti sok gak peduli sama dia."

Saat asik berbincang Doyoung pun tersadar, ia merasakan kepalanya sangat pusing.

"Ugh..."

"Kak? Lo gak papa kan?" Junghwan bertanya sambil berdiri dan mengusap pelan kening Doyoung.

"Pusing dikit..."

"Iya iya sebentar ya, teh nya masih dibuatin."

"Oh udah sadar? Nih Hwan lo kasihin."

Junghwan menerima teh hangat dari Eunchae, Doyoung dibantu oleh Haruto untuk bersandar pada ranjang UKS.

"Minum dulu oke? Biar pusingnya hilang tapi pelan-pelan masih panas."

Junghwan meniup teh yang ada di sendok secara perlahan dan menyuapkan pada Doyoung.

"Enakan?"

Doyoung mengangguk, ia kembali rebahan dengan dibantu oleh Haruto lagi sedangkan Junghwan menaruh gelas teh itu disamping nakas dekat ranjang UKS Doyoung.

"Dob, sorry gue beneran gak sengaja tadi."

"Santai aja Woo gue juga udah gak papa kok."

"Yaudah, lo sama Junghwan gak papa kan?" Tanya Haruto.

"Eh? Gue kan belum ambil nilai kak."

"Kita gak, karena bapaknya udah tau kemampuan kita." Jeongwoo menjawab sambil menepuk pundak Junghwan.

"Ya udah gak papa gue temenin kak Dobby aja." Final Junghwan dan kembali duduk di kursi samping ranjang UKS.

"Kita mau ganti baju, lo baik-baik sama Junghwan ya? Nanti kalau udah selesai baru lo sama Junghwan yang ganti baju."

Doyoung maupun Junghwan pun mengangguk, seperginya JeongHaru pun membuat keadaan keduanya menjadi canggung. Kemana Eunchae? Dia udah balik ke kelas duluan sekalian tadi dia kebelet makanya gak sempet bilang.

"Gue minta maaf kak."

Doyoung yang lagi menatap langit-langit UKS pun melirik ke arah Junghwan.

"Buat apa?"

Junghwan menghela nafasnya, ia menggenggam sebelah tangan Doyoung, "gue ngediemin lo selama tiga hari ini kak, maaf banget."

Doyoung menatap tangannya yang sedang di genggam erat oleh Junghwan.

"Gak masalah, kayaknya gue emang ada salah tapi gue gak sadar aja makanya selama tiga hari ini lo cuekin gue."

"Bukan itu kak." Haruskah Junghwan berkata jujur apa yang sebenarnya terjadi? Tolong komen /g

"Terus?"

"Gue malu bilangnya."

Doyoung menghela nafasnya, "yaudah gak usah ngomong."

Hening.

Saran topik untuk ngobrol sama crush? -Yoon Junghwan 2023

"Tiga hari lo diemin gue, gue ngerasa beda Hwan. Gue ngerasa hari gue ada yang kosong, gue mikir salah gue tuh apa sampai lo ngediemin gue segitunya, kalau iya karena sikap gue lo biasanya gak sampe diemin gue dan terakhir kita interaksi aja lewat chat yang dimana lo nanyain gue ikut jogging apa gak."

"Kak-"

"Gue mohon, jangan diemin gue lagi gue tau ini aneh Hwan, tapi gue beneran gak bisa kalau lo diemin, gue mau lo kayak biasanya gangguin gue lagi, lo caper lagi sama gue, gue udah terbiasa dengan kehadiran lo, maafin sikap gue selama ini selalu acuh sama lo."

"Kak-"

"Hwan, please balik lagi gue gak mau terlambat bilang ini dan nyesel karena lo udah jadian sama orang lain."

"Gue gak pernah jadian sama siapapun. Gue selalu nungguin lo bahkan sampai detik ini."

"Tapi kemarin lo asik sama cewek, gue menyimpulkan lo udah berhasil move on dan lupain gue gitu aja."

"Cewek? Eunchae maksud lo? Kak, dia tuh sahabat gue dari kecil kali. Sahabat abang juga, kak Haruto kenal baik gimana Eunchae bahkan kalau kak Haruto main ke rumah dan barengan sama Eunchae abang bisa sampe dilupain sama kak Haruto."

"Dia.... Bukan pacar baru lo?"

"Gue tertarik cuma sama lo."

Entah mengapa Doyoung merasakan kedua pipinya memerah dan jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.

"Buat gue jatuh cinta sama lo." Ucap Doyoung yakin.

"Yakin?"

"1000% gue yakin!"

Junghwan tersenyum, "gue akan berusaha semaksimal mungkin supaya lo jatuh cinta sama gue juga, kak."





























































































Tbc.
Haiiiii~ sorry ya aku gak bisa buat dua bayiku diem dieman lebih lama 🥲 jadi udahan aja Junghwan nyuekin Dobby nya, kasian juga diliat liat 😭

Pacar - HwanBby [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang