Bab 30 : Game of Drones

26 1 0
                                        

"Gue butuh cowok yang gede!"

"Gede apanya Joy?"

"Gede kekuasaannya hehehe biar gue kagak lagi anjir disuruh ngerjain rekap laporan prestasi unit kegiatan mahasiswa akademis, bener-bener dah" keluh Joy.

"Ya anjir pacaran aja lo sana sama rektor!"

"Lah, Joy lo kan emang sekretaris, ya wajar dong kerjaannya bikin rekap prestasi?" Tanya Jennie bingung.

"Gue kagak cuman ngerjain rekap prestasi UDS doang jen! Gue ngerjain SEMUA unit akademis, unit PKM, Bahasa Asing lainnya gue juga yang kerjain!"

"Wow kok bisa sih?"

"Gara-gara si onoh!" Kata Joy penuh benci kepada Jisoo.

"Lah Jisoo ngapain?" Jennie bingung.

"Kita kan butuh tempat yang lebih gede buat latihan NEDC, kita akhirnya dikasih lah ruangan di rektorat, yang ngasih Bu Retno, nah padahal mah gue yakin Bu Rento itu tulus ikhlas sama kita, si Jisoo malah ngide bilang kalau UDS mau bantu-bantu kerjaannya Bu Retno! Padahal kan Bu Retno kerjaannya administratif ya, ya udah dia langsung nge kontak gue sebagai sekretarisnya UDS!"

"Kagak usah cemberut gitu dong kan separonya udah gue bantu kerjain!"

"Ya tapi kan kerjaan gue sebenernya bukan cuma ini doang!"

"Udah udah jangan berantem!" Keluh Jennie.

"Mendingan kita ngomongin NEDC, udah mau mulai, kita belum prepare sama sekali, gimana nih mer kita harus mulai darimana?"

Yang ditanya nggak bergeming.

Jennie, Jisoo, dan Joy menatap penuh curiga kepada Meera yang daritadi fokus memperhatikan laptopnya.

"Mer, Meera!" Sahut Jennie lebih keras.

"Eh iya sorry kenapa?" Tanya Meera.

"NEDC, gimana nih persiapannya?" Tanya Jennie.

"Hmm...." Meera mengigit bibir, masak dia harus jujur sama teman-temannya kalau sebenarnya dia belum ada persiapan sama sekali.

"Kita tentuin dulu kandidat yang bakal maju siapa, terus kita prepare jadwal latihan, begitu jadwal clear kita langsung hubungi coach terdekat."

"Menurut gue let's cut the crap aja, kandidatnya lo sama Jennie maju as debaters, Joy maju jadi N1, gue bener-bener nggak bisa sorry banget, gue udah keseret penelitiannya professor departemen gue, tanggal-tanggal segitu gue bakal ke Malaysia, the three of you are best of the best anyway"

Tiga sekawan itu menatap Jisoo dengan sanksi. "Beneran gue nggak papa, maju sana lo bertigaaaa , gue yakin lo lo semuanya bisa!" Kata Jisoo.

Entah mungkin karena terharu, bingung, atau mengingat kekuatan persahabatan, keempatnya berpelukan sesaat. All of the have been through a lot untuk menjalankna organisasi ini dengan empat orang saja. Di dunia parliamentari debating, NEDC bukan cuma sembarang lomba, ini juga ujian buat organisasi debat antar kampus. Mana yang bisa bertahan di tengah gempuran NEDC, mana yang akhirnya runtuh karena nggak tahan dengan pressure nya.

Di tengah suasana yang mengharu -biru secara mendadak, Meera menyeletuk "Gue lagi mikirin gimana caranya melibatkan anak-anak baru UDS ke NEDC juga nih," terang Meera.

"Lah yang bener aja lah mer, anak-anak baru mana bisa diajakin buat berperan di NEDC, NEDC kan penting banget" sanggah Jennie. Jennie nggak sepenuhnya salah, NEDC alias National English Debating Competition merupakan kompetisi debat Bahasa Inggris paling bergengsi yang pernah ada di negara ini. Selain karena diselenggarakan langsung oleh pihak kementrian, hadiahnya gila-gilaan, pemenang dari NEDC juga akan mewakili negara untuk maju ke kompetisi debat dunia! Caur, keren banget nggak tuh? Makanya NEDC selalu jadi ajang lomba paling neck to neck diantara semua universitas, nggak kampus negeri ataupun swasta, semuanya sama aja. Bukan cuma debatersnya yang adu mekanik, kampus-kampus juga saling unjuk gigi, mulai dari berlomba-lomba mengunggah persiapan super mewah di hotel kampus melalui sosial media, sampe masang baliho segede harapan pendiri bangsa berisi wajah-wajah debaters perwakilan kampus tersebut. Kampus mana yang paling kompetitif? Nggak dipungkiri, karena masih banyaknya ketidakmerataan informasi mengenai perdebatan itu sendiri, dan basically perbedaan sumber daya manusia, kampus-kampus power house yang tidak lain dan tidak bukan terdiri dari Universitas Indrajaya, Universitas Gelora Mimpi, dan juga Institut Terang Bangsa kerap mendominasi NEDC. Ibaratnya sering banget ketiga kampus powerhouse ini bertemu di grand final, akhirnya ya setiap tahun ketika rekaman grand final di unggah ke youtube, jatuhnya terkesan seperti triple l alias "lu lagi lu lagi" karena warna almamater itu-itu saja yang mengisi panggung grand final.

Till Debate Do Us PartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang