"Orang pacaran biasanya ngapain sih?" Tanya Ameera
"Ngewe" Jawab Jisoo polos.
Jennie menjitak kepala Jisoo. "Istighfar kata gue teh"
"Ya kan fakta?"
"Ya tapi nggak lo sodorkan ke pasangan yang usia hubungannya masih sebiji jagung juga dong"
"Sebiji jagung tuh emang kecil ya?"
"Nggak tau, liat aja di food estate" Jawab Jennie asal.
"Ih serius!!" Kata Meera.
"Biasanya sih... Apa ya mer, standar sih, nonton bioskop, nonton pameran, nonton orchestra, nonton nonton aja"
"Kalau nonton debat mau nggak ya?"
Jennie, Jisoo, dan Joy yang mendadak melotot.
"Jaehyun nggak lo ajak sparing debat sekalian?" Tanya Joy.
"Yaaaa abis gue bingung aja giut, terus gue kepikiran, tahun ini kan NEDC bakalan diadain di kota kita, jadi kayak kalau Jaehyun mau, mau gue ajak nonton" Balas Meera.
"It's actually a good idea loh" celetuk Jisoo tiba-tiba.
"Lu yakin?" Tanya Joy sangsi.
"Iyalah, Jaehyun sendiri kan yang ngomong kalau dia bahagia-bahagia aja nemenin Meera buat latihan debat, makan subuh subuh di Motekar abis latihan debat, ya under that logic kayaknya dia bakal feeling honored deh kalau diajak Meera nonotn NEDC" Jawab Jisoo.
"Make sense sih, tapi lo yakin mer mau ajak cowok lo nonton NEDC? Lo tau sendiri NEDC isinya orang-orang borderline depressed, perwakilan Universitas Gelora Mimpi tahun lalu aja tiap ronde muntah muntah, perwakilan Universitas Indrajaya pingsan setelah ronde terakhir preliminary round, mana lo tau sendiri kan penampilan semuanya acak-acakan, keringetan, mukanya kayak orang ngajak berantem semua?" Tanya Jennie.
"Hmm iya juga yah, yaudah deh nanti gue pikirin, eh btw gue cabut dulu ya" Meera mengambil tas nya dan mulai merapikan barang-barangnya.
"Mau kemana lo mer?" Tanya Jennie bingung.
"Cie-cieee mau pacaran ya" goda Joy.
Meera hanya tersenyum dan meninggalkan mereka bertiga.
***
"Mau cobain escargot nggak?" Tanya Jaehyun.
Meera hanya bisa tersenyum tipis, hari ini Jaehyun memang mengajaknya makan, akna tetapi Meera tidak tau Jaehyun mengajaknya makan ke "tempat seperti ini"
"Eh.... Boleh... Hehehe" Meera hanya tersenyum ala sales pepsodent, karena jujur bingung mau jawab apa.
"Mau steak atau pasta?"
"Pasta!" Jawab Meera dengan pasti. Bukan, bukan karena Meera suka banget sama pasta tapi lebih karena Meera sudah memelototi buku menunya dari tadi, dan dia sudah melihat bahwa kalau dia pesen steak semuanya akan lebih complicated, ada rib eye, tomahawk, itu APA YA? Belum lagi tingkat kematangan steak yang belum apa-apa sudah membuat mata nya berkunang-kunang, medium rare itu maksudnya dagingnya masih setengah mateng atau gimana deh?
"Good choice, menurutku pasta nya disini emang enak banget! Kamu mau yang apa?"
Meera kembali cengar-cengir.
"Ricotta,mushroom, and spinach tortellini"
"Minumnya?"
"Sunset in Ubud aja" Jawab Meera sambil berdoa kalau minuman ini tidak mengandung alkohol. Menurut deskripsi nya sih enggak ya tapi TETEP AJA DEG DEGAN.
"Ok, kalau gitu" Jaehyun memesan makanan dengan luwes ke mbak-mbak waitress yang sudah menunggu dengan anggun sedari tadi kemudian menatap Meera.
"Habis ini kita nonton yuk?" Ajak Jaehyun.
"Boleh, aku pengen banget nonton pemandi jenazah" Jawab Meera jujur.
Jaehyun nyaris tersedak welcome bread yang sedang dimakannya.
"Oh.. Uhuk.. Uhuk" Jaehyun menyesap air putih sejenak dan kemudian bertanya.
"Kamu..... Emang suka film horror?" Tanya Jaehyun.
"Iya, suka banget malah, thriller juga suka, aku suka film film lawas kayak pintu terlarang, fiksi, belenggu, tapi akhir-akhir ini film horror Indonesia juga bagus-bagus kok pasca Pengabdi Setan Remake" Jelas Ameera.
"Wow, modus anomali gitu berarti kamu juga suka?"
"Suka,"
"Kalau romance Indonesia, apa film favorit kamu?"
"Radit dan Jani" Jawab Meera.
"Hah, bukannya itu film sedih ya, aku sama temen-temenku aja berkaca-kaca waktu nonotn bareng di kosnya Johnny?"
"Hah ? Johnny berkaca-kaca? Kayak gimana tuh bentuknya hahaha, but well menurut aku sih itu masih film romantis, karena kayak..... Ya ..... Bukannya cinta itu memang kayak gitu ya? Radit dulu janji akan selalu bahagiain Jani, gimanapun cara nya... Dan ya Radit penuhin janji nya itu"
"Meskipun cara itu bikin dia dan Jani nggak bahagia?"
"Tapi memangnya Jani bahagia waktu harus ngehadepin Radit dan withdrawal symptomps nya? Memang Jani bahagia dengan keadaan hidup mereka?"
"Make sense" angguk Jaehyun.
"Kalau kamu, kamu suka apa Je?"
"Fun Fact, aku juga suka film horor, tapi kalau aku lebih cenderung kiblatnya ke west sih, kayak contohnya...."
***
Selesai menonton film seperti biasa, Jaehyun mengantarkan Ameera pulang ke kos-kosannya."Jadi, gimana hari ini?" Tanya Jaehyun.
"Jujur agak nervous sih, takut nggak perform well soalnya ini pertama kali aku kayak gini"
Jaehyun tertawa. " I hope it doesn't sounds wrong, but you perform very well Nadjwa Ameera" Balas Jaehyun sambil memamerkan lesung pipitnya kembali.
"I hope it doesn't sounds weird either, tapi aku happy banget hari ini, ternyata seru juga ya sekali sekali nggak ngomongin US Politic atau Carbon Market , awalnya aku bingung tau harus ngomong apa sama kamu, kayak beda aja gitu rasanya sekarang, jadi agak nervous nervous dikit"
"Haha, kok nervous sih, it's me Meera, bukan lomba debat, gausah nervous segala"
"Ya gimana ya,kan first timer" Pipi Ameera bersemu merah.
"Ok, tapi seru juga kan episode kehidupan yang ringan dan happy happy gini? Kedepannya kita sering-sering jalan lagi ya?" Tanya Jaehyun sambil menggenggam tangan Ameera.
"Okay" Jawab Meera penuh keyakinan
KAMU SEDANG MEMBACA
Till Debate Do Us Part
FanficYang satu hobi debat. Yang satu prinsip hidupnya musyawarah mufakat. Duh jadian nggak nih? Highest Rank : #1 in Jaehyun Lokal (05/12/2020) #2 in Collegestories (26/12/2020)
