12. Ngedate

264 57 42
                                        

Besoknya Mingi pun menjemput Jiwon untuk berangkat ke kampus bersama.

"Astaga Mingi! Kamu ngapain disitu?" Tanya Jiwon yang terkejut saat membuka pintu sudah ada Mingi yang tengah memainkan handphonenya di kursi teras Jiwon.

Tentu saja Jiwon terkejut, ini masih pukul 05:10 pagi dan Mingi telah standby di depan rumahnya. Bahkan Jiwu saja masih terlelap.

"Jemput kamu lah, kan tadi malem aku bilang mau berangkat bareng," jawab Mingi yang kini tersenyum cerah. Matahari juga bakal minder sama senyumannya itu.

"Astaga, udah dari jam berapa kamu disitu?"

"Dari abis subuhan di masjid?" Jawab Mingi menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu nyengir, "aku kan bikin makanan buat sarapanㅡsengaja biar kamu tau kalau aku ini micchellin bintang lima. Terus karena terlalu semangat, ehh malah begini," katanya sambil tersenyum hingga matanya ikut tersenyum.

"Kepagian, Mingiii!!" Ucap Jiwon yang gemas melihat kelakuan Mingi. "Udah ah, aku mau jemur baju dulu," ucap Jiwon lalu menuju halaman untuk menjemur cuciannya.

"Sini, biar aku aja," kata Mingi lalu mengambil alih ember cucian dari Jiwon.

"Ehh jangan!"

"Kenapa? Nggak ada benda keramatnya kan?" Tanya Mingi yang membuat Jiwon melotot.

"Kalo nanya suka ngawur! Nggak ada lah, kan jemurnya di pisah," Jiwon mendengus.

"Enggak ada kan? Yaudah biar aku aja," katanya lalu celingukan. "Nah, mending kamu nyapu halaman aja, nggak terlalu kotor jadi kamunya nggak terlalu capek," ia memberikan sapu yang terletak di dekat pohon.

Jiwon pun hanya terkekeh dan menerima sapu dari Mingi kemudian mulai menyapu halaman. Begitu juga dengan Mingi, ia mulai menjemur pakaian milik Jiwon dan juga Jiwu.

Setelah mereka selesai, Mingi pun mengambil paperbag besar yang berada di dalam mobilnyaㅡmasih sambil menenteng ember.

"Sarapan yuk!" Ajaknya pada Jiwon, "biar aku yang nyiapin."

Belum sempat Jiwon menjawab, ia sudah ngacir duluan masuk ke dalam dan langsung berkutat di dapur.

"Mingii, biar aku bantuin sini," tawar Jiwon.

"Nggak usah, nyonya manis duduk aja," kata Mingi lalu mendudukkan Jiwon di kursi, Jiwon pun hanya bisa pasrah.

Mingi pun mulai mengeluarkan berbagai macam makanan yang ada di paperbagnya, lalu memanaskannya supaya hangat.

Kemudian ia menggeser meja di ruang tengah hingga tinggal menyisakan tikar bambu dan meletakkan makanan serta alat makannya disana.

"Ayo, ayo, ayo!" Ajaknya pada Jiwon dan membawanya ke ruang tengah. "Kita makan lesehan sambil nonton tv hehe, kamu duduk dulu disini, aku mau bangunin Jiwu," katanya lalu menuju kamar Jiwon untuk membangunkan Jiwu.

"Whusyu whusyu wahhh, bangun sayangg," kata Mingi membangunkan Jiwu sambil menggelitikinya.

"eungg..." Jiwu masih nyaman di alam mimpinya.

"Mwaahhh, Jiwu bangun dongg!" katanya lagi, kini ia menciumi pipi Jiwu.

Jiwu masih juga belum bangun, Mingi pun berbaring di sebelahnya lalu memeluknya dari samping, namun karena merasa nyaman, ia malah ikut masuk ke alam mimpi.

Hingga 30 menit kemudian, Jiwon yang merasa Mingi tak kunjung kembali pun ke kamar untuk mengecek.

"Ya ampun, malah ikutan tidur," gelengnya lalu menuju sisi kasur tempat Jiwu tidur dan berjongkok. "Lucu banget kenapa sih??" katanya yang melihat Mingi tidur sambil memeluk Jiwu.

Be My Papa ft. Song Mingi (On Hold)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang