13. Gerah

311 55 126
                                        

Jiwon tengah keluar dari area kampus guna menuju ke fotokopian untuk membeli barang yang kebetulan di perlukan untuk praktik hari ini, serta memotokopi beberapa tugas kliping yang tebalnya mungkin setebal buku catatan dosa.

Jiwu gak di ajak, karena saat Jiwon lewat kantin, ibu kantin di sana bersedia untuk menemani Jiwu sampai ia selesai dan tidak sibuk lagi.

Maka dari itu Jiwon bisa dengan leluasa membawa ini dan juga itu.

Namun saat Jiwon hendak kembali ke kampus, ia di hadang oleh seorang pria yang langsung memojokkannya ke tembok yang sepi orang lalu-lalang.

"Dohwa kamu ngapain!?" Seru Jiwon yang berusaha keluar dari kungkungan Dohwa.

"Mana uang yang gue minta minggu kemarin hah?!"

Ya. Itu adalah Dohwa, Kim Dohwa. Lelaki yang pernah mewarnai hari Jiwon yang juga merupakan ayah kandung dari Jiwu.

"Aku bilang terakhir kali kalau aku gak mau lagi ngasih kamu uang, kebutuhan aku juga banyak Dohwa!"

Dohwa pun menjadi kesal, lalu ia mencampakkan barang yang Jiwon pegang secara asal.

"Terakhir kali gue bilang juga apa!? Gue begini karena lo! Gue di usir, kartu kredit gue semua di blokir ayah juga karena lo!" Ujar Dohwa geram sembari mencengkram wajah Jiwon.

"Kamu kan bisa cari uang, kebutuhan aku sama jiwu itu banyak, Hwa!"

"Peduli gue apa bangsat!" Katanya yang lalu hendak memukul Jiwon dengan kliping yang Jiwon fotokopi tadi.

Buagh!

"Lo lagi, lo lagi!" Ucap San mengibaskan kakinya yang habis menendang pinggang Dohwa barusan dengan tangan seolah habis bersentuhan dengan kuman.

"Harusnya gue yang bilang gitu! Minggir lo jangan ikut campur urusan orang!" Dohwa menatap San dengan tatapan gusar.

"Ini Jiwon, jadi urusannya dia otomatis jadi urusan gue juga," balas San santai.

"Berarti lo cari mati," kata Dohwa yang hendak meninju wajah San, namun dengan gesit San menangkisnya dan memelintir tangannya.

"Dih gelo, lo yang nyari mati kalo urusan sama gue," santai San yang masih memelintir tangan Dohwa. "Ah ampas banget tenaga lo, dah minggir sana!" Lanjutnya lalu melayangkan tendangan ke kepala Dohwa yang membuatnya tersungkur ke jalan.

San lalu memungut barang Jiwon yang di lempar oleh Dohwa tadi, kemudian mengajak Jiwon untuk pergi dari tempat itu.

Tak lupa ia menyempatkan diri untuk melayangkan kliping Jiwon ke kepala Dohwa.

"Biar otak lo banyak materi sama wawasannya," dengus San kemudian berlalu.

***

"Kamu gapapa?" Tanya San yang memutar-mutarkan tubuh Jiwon.

"Gapapa, aku gapapa. Makasih banyak ya, San, kamu udah nolongin aku lagi," ucap Jiwon.

"Santai aja. Kebetulan tadi lewat mau ke fotokopian, eh liat kamu lagi sama si bahlul lagi," balas San sambil mengendikkan bahunya santai.

"Tapi—"

"SANNNNN! GUE TUNGGUIN GAK NONGOL NONGOL LAGI MEPET ANAK ORANG GATAUNYA," teriak Wooyoung yang nongol gatau darimana. "Hampir aja gue motokopi komuk abang fotokopiannya gegara gabut nungguin lo," katanya lagi sambil nabok kepala San.

"Tangan lo minta di pisahin dari sendinya?" San melototin Wooyoung sambil narik tangannya.

"Ampun bang—eh ada Jiwon, halo! Jiwu mana?" Tanya Wooyoung pada Jiwon.

Be My Papa ft. Song Mingi (On Hold)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang