49. PERGI DARI DUNIA INI UNTUK SELAMANYA.

1.8K 91 10
                                        

BIJAK DALAM MEMBACA
°
°
°
°
°
°
°
°
°
••••
🌱

Alice menatap ke arah langit yang terlihat sangat cerah hari ini dengan putus asa, dapat Alice lihat beberapa murid yang berada di koridor bahkan ada yang sudah berada di sekitar belakang Cella berdiri menatap dirinya dengan tatapan menghina.

Alice menatap setiap wajah mereka yang telah menghinanya dengan tatapan tajam, namun air matanya masih terus keluar.

Alice menatap Lendra yang berdiri di koridor lantai dua beserta dengan Nathala, Nana, Detra dan juga Diffen dengan tatapan tajamnya sambil mengepalkan kedua tangannya erat.

Meskipun jarak keduanya dapat terbilang jauh, Lendra sadar jika tatapan yang Alice tujukan padanya adalah tatapan penuh kemarahan, hal itu tentu membuat Lendra merasa aneh, apakah kesalahannya kepada Alice sungguh besar?.

Alice kembali menatap beberapa siswa yang semakin mendekati gerbang dengan tatapan tajamnya dan berkata.

"Tunggu pembalasan gue!, Camkan itu!!" Ucap Alice sambil melangkah mundur dengan pelan dan berbalik memunggungi sma Laskar high school untuk meninggalkan tempat dirinya berdiri saat ini.

Brak

Hampir semua murid terdiam mematung ketika melihat tubuh Alice yang terlempar lumayan jauh dari posisinya tadi akibat tabrakan sebuah mobil sport berwarna hitam dengan sangat kuat. Begitupun dengan Cella yang sontak langsung terdiam mematung melihat tubuh Alice sudah terbaring lemah di depan sana dengan darah yang keluar dari tubuhnya yang terluka.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga sulit bagi mereka yang menyaksikan kecelakaan yang terjadi pada Alice tidak dapat berpikir dengan jernih.

Entah Alice lupa atau bagaimana tentang keberadaan jalan raya yang berada di depan gerbang itu hingga membuatnya melangkah mundur dan berbalik tanpa mengecek keadaan jalan sedang sepi atau tidak.

Lendra yang berada di koridor lantai dua yang awalnya terlihat kebingungan mengedipkan kedua matanya sekali dan langsung menatap ke arah Alice yang sudah terbaring lemah dengan tatapannya yang tajam.

Dengan langkah cepat Lendra berlari dari koridor lantai dua menuju ke arah tubuh Alice yang mungkin sudah tidak sadarkan diri.

Seorang lelaki yang usianya tidak jauh berbeda dari mereka keluar dari mobilnya yang telah menabrak Alice, dia memakai seragam sekolah dengan logo di lengan samping kanannya yang bertulisan sma Ornita high school.

Lelaki itu dengan cepat melangkah mendekat ke arah Alice dan mengangkat tubuhnya lalu membawanya ke mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit secepatnya, sangat tidak mungkin jika dirinya menelpon ambulance dan menunggu kedatangannya, sudah pasti Alice akan kehilangan nyawanya saat menunggu kedatangan ambulance saat itu juga.

Lendra berdiri tepat di samping Cella yang masih tidak dapat berkutik sedikitpun melihat darah yang begitu banyak keluar dari luka-luka Alice.

Lendra menatap tubuh Alice yang sudah lelaki itu masukkan ke dalam mobilnya lalu lelaki itu pun ikut masuk ke dalam mobilnya untuk meninggalkan daerah ini menuju rumah sakit terdekat.

Setelah kepergian mobil itu Lendra langsung menuju motonya yang berada di parkiran dan mengikuti ke rumah sakit mana mobil itu tuju.

Cella menatap ke arah dimana tubuh Alice yang tergeletak di jalan tadi dengan sisa-sisa darah Alice yang masih berada di sana dengan tatapan nya yang kosong, kejadian yang menimpa keluarganya waktu itu kembali terngiang di kepalanya, ketika waktu itu Cella yang masih sedikit sadar menatap kearah kembarannya Ellin yang mana sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari keningnya hingga di wajahnya pun dialiri darah yang keluar dari keningnya.

SAD LIFE (TAHAP REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang