Maut telah menyatukan mereka, persatuan mereka berasal dari dua jiwa yang hampir menempuh perjalanan menuju keguguran.
"Bertahan memang menyakitkan, tetapi melepaskan lebih dari kata mematikan."
"Seperti angin dan debu aku tidak bisa menggapaimu d...
Sengaja ya ini aku up nya cepet bgt. Soalnya emg dikit" gini kok.
HAPPY READING!🖤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Iya mbak sama-sama. Disini ada walinya Pak William juga gak mbak?" Pertanyaan perawat tersebut sukses membuat dahi mereka semua mengernyit heran.
Mereka saling toleh menoleh, tatap-menatap seperti memberi sinyal tanda tanya besar terhadap masing-masing diantara mereka.
"Emm, gak ada kayaknya mbak." Jawab Zayn memecah keheningan di antara mereka.
"Ohh, baiklah terimakasih mas-mbak,"
"Ini udah boleh masuk ke kamar rawatnya Krystal kan, mbak?" Tanya Lily kepada perawat, membuat perawat itu berhenti dari langkahnya dan menoleh ke Lily.
"Iya mbak sudah boleh kok." Jawab perawat penuh keramahan. Tak lama dari itu, perawat perempuan itu pergi meninggalkan teman-teman Krystal yang sangat cerewet.
"Yaudah, ayo masuk!" Ajak Jack.
Tanpa basa basi mereka langsung menyerbu pintu masuk kamar Krystal, padahal mereka sudah tahu bahwa pintu itu lebih kecil dibanding badan-badan mereka jika semuanya langsung masuk begitu saja. Entahlah apa yang ingin mereka lihat hingga se-tidak sabar ini.
"Woy, gak cukup lah!" Ucap Brandon kesal.
"Badan lo yang nyempit-nyempitin pintu ini!" Balas Zayn.
"Heh! Ini Rumah Sakit! Berisik aja nih kaum adam," saut Candy.
"Noh-noh Jack kayak gak sabar aja," balas Brandon tak mau kalah.
Pasalnya memang Jack begitu kekeh untuk menerjang pintu tersebut. Padahal dia tahu bahwa itu sudah tidak cukup untuk dilewati orang tiga sekaligus. Mereka bertiga kekeh untuk memasuki kamar Krystal dan tak mau ada yang mengalah. Heran banget, apa coba yang mau mereka lihat?
BEGH!
"Krystalll!" Seru penuh tekanan pada Alice yang langsung membelah jalan yang sedari tadi dipenuhi oleh mereka bertiga.
Nyaris mereka bertiga hampir jatuh karenanya.
"Hahah mampus!" Nada senangnya Lily melihat mereka bertiga akan jatuh.
"Suutthhh! Krystal masih tidurr," tekan Candy kepada mereka semua yang sangat berisik didalam kamar ini.
"Ohiyaa guys. disini cuma boleh dua sampai tiga orang yang menginap atau yang jagain. jadi ini siapa yang mau jaga?" Candy bertanya.
"Yaudah kalo gitu kita bertiga aja. Biar kaum adam pulang," balas Lily dengan nada senang.
"Emm, beneran ni by? aku pulang? Gak mau aku temenin?" Tanya Zayn kepada kekasih tercinta, hidup dan matinya.
"Kamu pulang aja istirahat, kasian adek kamu udah nunggu kue nya dari tadi," balas Candy dengan senyuman indah kepada kekasihnya.
"Hmm iya-iya, aku pulang ya sayang." Balas Zayn tak kalah romantis dengan mengecup kening Candy didepan teman-temannya. Yang pastinya mereka semua sudah muak dan sedikit terbiasa dengan tingkah mereka berdua yang membuat kaum jomblo ingin menampar mereka berdua.