Prolog

14K 527 24
                                        

Flashback on

"mas gak bisa gitu dong!aku udah tanda tangan kontrak sama brand nya, kalau dibatalin nanti aku di cap gak profesional..!" ucap chika memprotes keputusan suaminya itu

"keputusan aku udah bulat dan gak bisa di ganggu gugat lagi.!ini demi kesehatan kamu sama anak kita." jawab sam tegas

"tapi mas...pemotretan gak akan memakan waktu banyak,kamu jangan egois gitu dong.!" balas chika masih berusaha membantah suaminya.

"egois!..egois kamu bilang,aku kayak gini karena peduli sama kesehatan kamu dan calon anak kita, kalau terjadi hal yang lebih dari ini gimana?" Balas sam dengan senyum getir dan sedikit menanhan emosinya.

"aku bisa hati-hati mas,ada fira juga yang jagain sekaligus bantuin aku jaga calon anak kita." Ucap chika yang bersikukuh dengan keinginannya.

Sam menghela nafas panjang guna mengatur emosinya yang sudah hampir meledak. "kamu bilang ada fira?hari ini aja kamu lalai jaga diri sendiri bahkan sampai membahayakan nyawa calon anak kita,masih mau bantah juga?" Tutur sam dengan jelas dan membuat chika terdiam.

"fira nanti kamu cek semua datanya,hitung berapa denda yang harus dibayar sama brand begitupun dengan kontrak stripping lalu segera kirim ke saya kalau sudah selesai." sambung sam mengalihkan pandangan kearah aspri sang istri.

Chika cukup terkejut mendengar penuturan suaminya itu... "mas!!! kenapa sama yang striping juga?striping bukan dalam waktu dekat tapi nanti kalau masa cuti melahirkan aku udah selesai." Ucap chika naik pitam

"gak ada syuting apapun termasuk pemotretan ketika kamu sudah melahirkan..!kalau anak kita sudah terpenuhi kebutuhan asi nya baru kamu boleh pemotretan lagi tapi tidak dengan syuting stripping." Bantah sam yang langsung pergi meninggalkan mereka menuju ke ruang kerjanya yang berada di lantai dua.

"iya pak nanti fira urus semuanya dan segera kirim berkas ke email bapak." jawab fira patuh sebab ia cukup takut dengan suami bos nya itu kalau sudah memerintah dengan tegas.

"Saya tunggu dan jangan lupa kamu telpon juga pihak manajemen nya." ucap sam sebelum benar-benar tak terlihat oleh mereka yang berada di lantai satu.

Kurangnya kehati-hatian chika ketika bekerja dan menyebabkan terjadinya insiden jatuh hingga adanya benturan dengan benda keras menjadikan chika untuk segera di larikan ke rumah sakit lalu berakhir dengan hasil pemeriksaan yang tidak mengenakkan untuk chika serta sam dengar. Chika mengalami pendarahan hebat,dokter menyarankan untuk chika bed rest selama sisa masa kehamilan untuk menjaga keselamatan ibu dan bayinya.

"Tolong bawa istri saya ke kamar,suruh dia istirahat jangan mikirin kerjaan terus kalau memang sayang sama diri sendiri maupun calon anak kita." Ucap sam sedikit berteriak dari lantai atas.

Fira pun menuruti perintah sam,lalu segera mendorong kursi roda yang chika duduki menuju lift yang tersedia di rumah. "ibu istirahat aja gak perlu mikirin kerjaan,bener apa kata pak sam demi keselamatan nyawa ibu juga calon bayinya." kata fira ketika mereka sudah berada di kamar utama.

"tapikan fira ini brand yang aku mau dari dulu,sayang banget kalau sampai dibatalin,apalagi denda yang sam harus bayar itu gak sedikit,terus harus bayar penalti stripping juga." ucap chika yang masih sedikit kesal dengan keputusan suaminya itu. walaupun demi keselamatan keduanya tapi masih ada rasa tak terima yang dirasakan dalam dirinya.

"pak sam itu sayang banget sama ibu juga calon bayinya,makanya dia rela bayar berapapun kerugian yang harus dikeluarkan. jadi ibu harus bersyukur punya suami kayak pak sam." jelas fira sedikit mengingatkan bos nya itu.

Semakin direnungi oleh chika,dirinya memang beruntung punya suami seperti samuel yang sangat mencintainya dan selalu mendukung karir entertainment nya juga,tapikan untuk saat ini chika  rasa masih sanggup sebelum nanti chika harus cuti untuk waktu yang cukup lama. "ahh kamu sama aja kayak suami saya." ucap chika dengan muka masam yang ia tunjukkan pada aspri nya itu yang malah berada di kubu sang suami.

"Itu bentuk sayang dan perhatiaannya fira dalam menjaga keselamatan ibu juga calon bayinya." jawab fira sedikit tersenyum ketika sudah menyelesaikan ucapannya. "gak lama kok bu, tinggal 4 bulan lagi,sabar ya ibu cantik." lanjut fira dengan pujian yang ia sertakan dalam ucapannya itu.

"empat bulan lagi itu lama fira...!" bantah chika lagi-lagi buat fira malas untuk terus meladeninya.
"yaudah deh terserah ibu, semangat ya fira pamit ke ruangan dulu mau menyiapkan yang pak sam suruh tadi." balas fira segera undur diri dari hadapan bos nya itu sebab ia sudah tau kalau bos nya juga sudah mulai kesal dengan dirinya.

Setelah kepergian fira,yang tersisa hanya tinggal chika seorang di kamar itu dengan posisi bersandar pada dasbord ranjang tidurnya sambil mengelus perut nya berulang. "maaf ya sayang gara-gara mami kamu jadi terguncang dan hampir ninggalin kita..." ucap chika berinteraksi dengan janin yang sudah dapat merespon setiap suaranya,walaupun respon yang diberikan tidak seaktif biasanya.

"mami juga udah bikin papi adek khawatir..." Sambungnya,menunggu respon sang janin yang biasa melakukan pergerakan begitu aktif beberapa minggu kebelakang sebelum kejadian hal tak terduga sekarang.

"kamu bobo ya dek,kok gak respon mami sih?" gumam chika masih terus mengajak ngobrol calon anaknya itu.
Pada akhirnya sang janin merespon dengan tendangan kecil sebagai penenang untuk maminya. "ahh thank you sayangnya mami." Seru chika ketika merasakan pergerakan di dalam perutnya.

*Flashback off*

Begitulah hal yang harus chika dan sam lewati selama 4 bulan lebih 1 minggu,hingga membuat calon anak mereka mampu bertahan serta terlahir ke dunia ini dengan selamat,tanpa kekurangan apapun. walaupun kejadian yang lebih menyakitkan sudah mereka lewati sebelum ini. Yaitu sebelumnya chika dengan sam harus melewati satu kali kegagalan di kehamilan pertamanya.

Keguguran di saat chika terlalu sibuk dalam bekerja hingga tidak sadar bahwa dirinya tengah mengandung usia 3 minggu dan mengakibatkan calon janinnya meluruh tak tertolong,membuat keduanya lebih waspada lagi. Dengan jeda waktu yang tidak terlalu lama kehamilan kedua ini membuat mereka belajar untuk terus saling menjaga satu sama lain dan di kehamilan keduanya juga chika dengan sam masih harus tetap berjuang diujung kehamilannya karena kecerobohan dirinya yang lagi-lagi lalai dalam mengontrol aktivitas sendiri.

Dan itu semua bisa dilalui kedua nya,terbukti sekarang bayi yang mereka nantikan kehadirannya ditengah keseharian mereka sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik berusia 15 tahun dengan sifat manja ketika bersama kedua orang tuanya maupun keluarga terdekatnya.

Mau tau perjalanan hidup putri kecil mereka selanjutnya akan seperti apa?




















Lanjut gak?
TBC.

PUTRI KECILKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang