4. Flamboyan

18.2K 604 45
                                        

🎵 Taemin - Guilty

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎵 Taemin - Guilty

JANGAN LUPA DI VOTE & KOMEN YA SAYANG

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA DI VOTE & KOMEN
YA SAYANG

ꕤꕤ

Hari-hari menyesakkan sudah Jeon lewati. Menjalani hidup dengan penyesalan yang tertanam di hati dan pikirannya tak bisa membuatnya tenang. Jeon menjadi lebih emosional dan sensitif dalam segala hal. Bayang-bayang mendiang istrinya sanggup membuat emosional Jeon meningkat pesat.

Ternyata kepergian Sunny begitu banyak memunculkan cela di hidup Jeon. Kekosongan itu terasa nyata. Hatinya begitu hampa dan kesepian. Dan Jeon menyesali semua yang sudah dia lewatkan. Bahkan bingkai foto pernikahannya tak sanggup Jeon singkirkan. Dia ingin bingkai foto pernikahannya bersama Sunny terpajang di ruang tamunya.

Dari tempatnya duduk, pandangan Jeon terus tertuju pada bingkai itu. Mansionnya yang begitu megah terasa begitu kosong tanpa kehadiran Sunny. Lagi-lagi helaan napas panjang kembali Jeon hembuskan. Tak terasa air matanya jatuh begitu saja. Sosok pria yang begitu angkuh, dingin dan semena-mena ternyata bisa menangis saat kepergian seseorang yang sudah berada di sisinya. Beberapa bulan lagi usia pernikahannya dengan Sunny menginjak usia tujuh tahun.

“Maafkan aku, Sun. Aku begitu kurang menjalankan peranku sebagai sosok suami yang seharusnya menjadi sandaran hidupmu.” Jeon mengusap kasar air matanya, tak ingin terlihat lemah dihadapan potret mendiang istrinya. “Kau yang tenang di sana, dan biarkan aku menerima karma dari semua luka yang pernah kutaburkan padamu.”

Suasana hening meratapi kepergian sang istri tiba-tiba terusik oleh suara klakson mobil seseorang yang meraung nyaring di depan rumahnya.

"Jeon!"

Suara teriakan memanggil namanya menggema keras tepat saat Jeon membuka pintu rumahnya.

"Matikan mesin mobilmu atau aku akan menghancurkannya sekarang juga," bentak Jeon. Bagaimana bisa pria itu tiba-tiba berteriak tepat di depan rumahnya. Hal itu sangat mengganggu.

SINGLE MOOM'S? [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang