#08

751 108 43
                                        

25 Desember 2018Lima tahun yang lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

25 Desember 2018
Lima tahun yang lalu.

Pernah suatu ketika, saat Lisa dan Jisoo tengah menonton drama disalah satu channel TV. Adik kakak itu saling beradu pendapat mengenai keputusan adik dari pemeran utama yang tertindas, dia diam saja saat kakak kesayangannya diperlakukan tidak adil.

Kala itu Lisa berpendapat akan lebih baik jika seandainya dia berada diposisi itu. Maka dia tidak akan berbuat lebih jauh, mengingat mereka hanya dari keluarga miskin yang dipandang rendah. Semakin mereka berusaha membela diri, justru bisa jadi bumerang.

Namun kali ini, saat keadaan itu terjadi dikehidupannya secara nyata. Lisa rupanya tidak bisa diam saja atas apa yang terjadi kepada Kakaknya. Bahkan tanpa sepengetahuan Jisoo, dia itu nekat melaporkan kasus pelecehan seksual itu, dia ingin para pelaku yang telah membuat air mata sang kakak tumpah merasakan hukumannya.

Tetapi...

"Bagaimana bisa kasusnya ditutup?"

"Sangat sulit untuk melanjutkan kasus ini. Di lokasi kejadian tidak ada cctv, sehingga sulit sekali untuk mengidentifikasi pelaku pelecehan kakakmu."

"Yak.. Kau pasti berbohong, mana mungkin bisa begitu. Aku sudah melihat lokasinya, ada salah satu toko sembako kecil yang memasang cctv di sana."

"Cctv itu sudah tidak berfungsi, pemiliknya bilang cctvnya sudah lama rusak dan mati."

"Aku tidak percaya."

"Tidak percaya ya sudah, yang pasti kasus pelecehan kakakmu sudah sepakat kami tutup karena minimnya bukti untuk menemukan pelakunya."

Pendapat Lisa kala itu seakan sedang dibenarkan saat ini, orang miskin seperti mereka bisa apa ketika dihadapkan dengan hukum. Seakan pihak berwajib menutup mata dengan Kasus yang menimpa Kakaknya, hanya karena mereka tidak memiliki uang dan kekuasaan.

Kontan saja Lisa refleks menggebrak meja, tak kuasa menahan kekesalan terhadap aparat penegak hukum yang terlihat jelas sedang bersikap pilih kasih itu.

"Yak, mana bisa begitu. Kalian tidak bisa seenaknya menutup kasus ini tanpa seizinku!" Bentaknya tak terima.

"Hei, Haksaeng kau mau masuk penjara ya?"

"Aku tidak perduli, aku hanya ingin kasus ini di usut sampai tuntas."

"Sudah kami tegaskan, kasus ini ditutup. Kau tidak akan bisa untuk memaksakan nya!"

Langkah kaki Lisa berusaha kuat perpijak ditempat semula, menahan dua tubuh polisi yang bergerak menyeret dirinya keluar dari kantor.

"Yak, kalian tidak bisa memperlakukan keluargaku seperti ini!"

"Ini ketidakadilan namanya!"

Tak mau menyerah sampai di sini, adik bungsu Jisoo itu memberontak sambil terus berteriak keras hingga menggema di penjuru kantor polisi. Kegaduhan yang di perbuat Lisa mampu mengundang pasang mata penguhuni ruangan itu, termasuk atensi lelaki berseragam yang baru saja masuk teralihkan kepadanya.

For You (Lengkap)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang