#14

825 112 52
                                        

🍁🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁🍁

Tidak adanya Jisoo dalam penglihatan Lisa saat ini bagaikan musibah terbesar, berharap ini hanyalah mimpi, saat dia bangun, Jisoo ada di sampingnya, tersenyum menyambut pagi seperti biasa. Tetapi, semakin dipikirkan, semakin menyakitkan. Lisa sadar betul, semua yang terjadi, bukan mimpi. Kakaknya, Jisoo memang telah pergi jauh meninggalkan dirinya seorang diri di dunia ini.

Lisa sekarang tak memiliki semangat hidup. Dia tidak perduli dengan apapun, termasuk tentang masa depan, untuk apa itu semua jika Jisoo tidak dapat menyaksikannya. Bahkan ketika Suho melancarkan rencana yang lain. Sesuai permintaan Jisoo yang disanggupi Suho, lelaki itu tetap membiarkannya hidup meski tak lagi diizinkan menghirup udara bebas.

Memberi perintah. "Bawa dia ke kantor polisi, katakan dia salah satu pengedar narkoba yang berhasil kalian bertiga ringkus di malam pergantian tahun ini." Buat dia mendekam di penjara."

Chanyeol, Baekhyun dan Chen mengangguk, menyanggupi rencana Suho. Buru-buru mereka mengangkut tubuh Lisa yang lemas masuk ke dalam mobil, membawanya ke kantor polisi.

Dan tanpa perasaan, begitu sampai di ujung pintu masuk kantor polisi. Baekhyun selaku ketua tim penyidikan, mendorong tubuh Lisa hingga tersungkur menghantam lantai, disambut tatapan menyelidik dari semua penghuni kantor polisi.

"Bawa dia ke dalam sel tahanan sementara, dia salah satu tersangka pengedar narkoba yang berhasil kami amankan di malam pergantian tahun ini, ketika melancarkan aksinya di tengah-tengah pesta rakyat."

"Tunggu apa lagi, cepat lakukan!"

Lisa pasrah saja, saat dia harus digeret dan dilemparkan masuk ke dalam sel tahanan oleh petugas kepolisian lainnya. Selain karena semua rasa sakit mulai menyerang tubuh, hati Lisa masih terus bergelut, menolak kenyataan yang baru saja menghantam dirinya habis-habisan sehingga untuk memberontak atau melakukan pembelaan terhadap kebenaran yang sesungguhnya saja tak ada kekuatan.

Di dalam sel tahanan tidak ada siapapun. Lisa seorang diri, meski dia kesakitan, fisik yang bonyok, luka lebam di sekujur tubuh, dia tak mau merintih. Memilih meringkuk di pojok sel tahanan, menekuk lutut dan menyembunyikan air mata dibalik lipatan tangan,  lagi-lagi meratapi kepergian sang kakak.

Lisa membutuhkan kakaknya...
Berulangkali merapalkan kata-kata yang sama.

"Jisoonie, aku takut!"

"Jisoo Unnie, apa yang harus aku lakukan?"

"Jisoonie..."

•••

Selagi Lisa terkungkung dalam kesedihan yang tak berkesudahan, penyesalan yang selalu menghantui sebab kecerobohannya mengubah segala arus kehidupan yang semula baik-baik saja menjadi sebuah kemalangan bagi sang kakak.

Baekhyun bersama Chen malam itu memproses laporan penangkapan Lisa sebagai tersangka pengedar narkoba. Mereka memutarkan balikan keadaan, Lisa yang sesungguhnya merupakan korban kejahatan menjadi tersangka kejahatan. Dengan begitu, dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk merampas kekuatan Lisa dalam bersuara, mengatakan kebenaran, mereka membungkam satu-satunya saksi pilu yang menimpa Jisoo.

For You (Lengkap)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang