#01

1.7K 181 32
                                        

"Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: Tuhan menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: Tuhan menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
(1Ptr. 5:5)

"Selama kita mau menghayati firman Tuhan dengan sungguh- sungguh, kita pasti bisa belajar untuk saling menghargai dan rendah hati terhadap sesama."

Rasanya Lisa tak bisa menahan tawa saat mendengar seorang pendeta berkhotbah seperti itu. Bukan isinya yang dipermasalahkan, tetapi seseorang yang menyampaikannya.

Lima tahun yang lalu, dia sudah mengenal sosok itu. Apa yang disampaikannya jauh berbanding terbalik dengan kelakuannya sendiri. Sungguh tak disangka, waktu membuatnya menjadi seorang pendeta sedangkan dia belum melakukan apapun untuk menembus dosa-dosa terdahulu.

"Dia, Lucu sekali!"

"Membuatku ingin membunuhnya."

Lisa terus memandanginya dari kursi paling belakang, menatap wajah lelaki itu penuh dendam dan amarah yang tak pernah padam sejak lima tahun yang lalu. Dia hanya perlu bersabar sedikit lagi, menunggu matahari meninggalkan tahtanya, membiarkan rembulan mengambil alih.

Lisa bertekad akan membuat kegaduhan malam ini, mengguncang dunia dengan amarahnya. Sudah cukup malam-malam panjang penuh lara membayangi di balik jeruji besi, dia akan menuntaskan rasa sakit yang tertahan selama ini.

31 Desember 2023
Pukul 19.02

Flash kamera para wartawan menghujami tubuh seorang pendeta yang tergantung  dengan posisi terbalik, kakinya terjerat tali membuat posisi kepala yang tertutup kantong plastik hitam berada di bawah.

Warga terdekat berbondong-bondong datang ke gereja, ingin menyaksikannya, mereka saling membicarakan nasib keji yang menimpa sosok pendeta yang terkenal baik hati itu.

"Selamat datang, pak!" Seorang perwira menyambut kehadiran ketua tim khusus  kepolisian.

Kim Junmyeon atau yang kerap dipanggil Suho, ketua tim khusus kepolisian. Dia terus melangkah menuju tempat kejadian perkara, dengan leluasa melewati garis kuning yang sengaja dipasang para polisi untuk mengamankan bukti-bukti kejahatan di lokasi.

Sembari itu, dia mendengarkan penjelasan asistennya. "Nama korban Park Chanyeol. Petugas sel khusus, dia perwira dari departemenmu."

"Iya, aku tau. Dia teman dekatku." Suho turut berduka melihat pemandangan di depannya ini.

"Sejauh ini apa yang kau dapatkan?"

Bergegas sang asisten menunjukkan tablet, memperlihatkan hasil olah TKP kepada Suho, atasannya.

"Penyebab kematiannya, trauma pada benda tumpul."

"Dia terluka parah sebelum dibunuh."

"Diperkirakan motifnya perampokan, kami menemukan kekacauan di tempat kejadian perkara."

For You (Lengkap)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang